Keberadaan Buku Pdf illegal Tersebar, Penulis Merasa Diuntungkan dengan Hal Ini

Sempat menjadi bahan perbincangan beberapa waktu yang lalu mengenai link untuk mengunduh buku pdf yang tersebar baik di internet maupun di whatsapp dianggap merugikan penulis. Sebenarnya siapa sih yang memiliki inisiatif untuk membuat buku versi pdf tersebut dan siapakah yang merasa diuntungkan dalam kasus ini?

Dampak dari pandemi, hampir semua aktifitas dilakukan di rumah. Tak sedikit orang yang menerapkan WFH ataupun SFH merasa bosan akibat terus-terusan di rumah. Nah untuk mengatasi kebosanan ada beragam kegiatan yang bisa dilakukan, salah satunya dengan memperbanyak bacaan. Bacaan yang dibaca pun bisa beragam sumbernya, namun pastinya akan lebih tertarik membaca buku yang menjadi favoritnya. Jika mempunyai koleksi buku tentu menghabiskan stok buku yang belum sempat terbaca, namun bagi yang koleksi bukunya sedikit ada banyak cara agar tetap bisa membaca buku.

Sayangnya, ada pihak yang memanfaatkan kesempatan ini untuk menyebarkan link yang berisi buku pdf karya penulis Indonesia untuk bisa dibaca selama kegiatan di rumah aja. Bahkan sempat beredar broadcast mengenai salah satu buku pdf Aisyah karya Sibel Eraslan di status Whatsapp akibat kemunculan lagu Aisyah yang viral. Menanggapi permasalahan beredarnya buku-buku pdf dan link berisi kumpulan buku dari berbagai genre dan penulis Indonesia, sebenarnya siapa yang diuntungkan dengan hal ini. So, bagaimana pendapatmu Dears?

Bedakan antara memberi dengan merugikan orang lain

Pict by BP Guide

Menggunakan alibi untuk berbagi ilmu kepada orang lain dengan memberikan akses untuk bisa memperbanyak koleksi buku adalah alasan utama para penyebar link maupun buku pdf. Kesannya memang berbagi dan memberi suatu kebaikan kepada orang lain, dan itu memang diperbolehkan. Namun tetap saja, harus dilihat konteksnya. Jika kebaikan dengan cara memberi dan berbagi tersebut merugikan orang lain ya tentu saja baiknya tidak dilakukan. Karena ada pihak yang dirugikan.

Tindakan illegal merampas penghasilan penulis

Pict by Pixabay

Bicara mengenai kelegalan, apa benar jika tindakan untuk ikut menyebarluaskan link dan pdf buku-buku tersebut merupakan tindakan yang dibenarkan alias legal? Atau hanya anggapan kita sendiri jika apa yang dilakukan memang legal dan tidak melanggar aturan. Dikaitkan dengan hukum atau tidak, yang pasti tindakan tersebut sama saja merampas hak penulis untuk memperoleh penghasilan dari kerja kerasnya selama menulis hingga sampai diterbitkan menjadi sebuah buku.

Penghasilan penulis itu memang banyak jika buku yang diterbitkan mampu terjual hingga cetak ulang, tapi bagi penulis yang baru berkecimpung dan tahu jika bukunya diedarkan secara online tanpa memberikan royalti kepadanya tentu saja penghasilan yang seharusnya lebih banyak akan menurun akibat banyak pembaca yang memilih membaca lewat pdf dari link yang beredar di internet karena bisa didapatkan secara gratis.

Buku legal kan mahal, toh yang penting baca buku

Pict by Pinterest

Pasti ada saja yang akan menyangkal dari si pecinta buku versi ebook. Toh sama-sama baca buku, yang penting kan membaca, masalah itu buku legal atau illegal ya bukan urusan saya. Yakinlah, banyak orang yang masih beranggapan seperti itu. Hal itu juga didasarkan karena buku legal alias buku cetak asli dari penerbit harganya mahal yang biasanya lebih dari 50.000 rupiah hingga Rp 100.000 per bukunya. Dan karena alasan ini juga, ada yang lebih memilih untuk membeli buku cetak bajakan dengan harga yang lebih murah.

Penyebar pdf bukan tujuan komersial, jadi bolehkah tetap dilestarikan?

Pict by Kompasiana

Kembali lagi kepada si penyebar link ebook yang banyak beredar. Mereka beralasan jika tindakannya tidak untuk tujuan komersial seperti yang tercantum pada UU Hak cipta di lembaran buku bagian depan. Sehingga tindakan yang dilakukannya kebal hukum. Tapi, pernahkah terpikirkan jika mengambil manfaat atau membaca buku dari sumber yang masih abu-abu kelegalannya akan memberikan kebaikan dan menjadi bermanfaat?

Penulis secara tak langsung dikenal karyanya, meski dari buku pdf

Pict by Pinterest

Ini hanyalah pendapat dari penampakan luarnya saja. Ketika banyak buku beredar versi ebook atau buku cetak yang bajakan, secara tak langsung mengindikasikan jika buku tersebut banyak peminatnya. Sehingga semakin banyak buku tersebut beredar semakin banyak pula orang-orang yang mengenal karya-karyanya. Memang benar jika caranya salah. Namun dilihat dari sisi positifnya dimana karyanya akan lebih dikenal, orang yang sadar bacaan juga akan lebih pandai dalam menyikapinya. Contohnya, lebih tertarik untuk membaca buku cetakan aslinya yang lebih worth it untuk dibaca. Dibanding membaca buku versi ebook atau buku bajakan yang rentan kecacatan di beberapa halamannya hingga membuat pembaca malas untuk melanjutkannya .

Nah itulah pro dan kontra dari keberadaan buku versi ebook yang banyak beredar di internet. Sebagai pembaca yang sadar, hargailah usaha penulis dan penerbit untuk membeli dan membaca buku original agar penulis Indonesia tetap semangat dalam berkarya.

 

Featured image: Photo on Pexels.com
*Artikel merupakan kiriman kontributor. Semua isi artikel merupakan tanggung jawab penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *