Kamu Wajib Tahu, Ini 6 Alasan Mengapa Melakukan Perjalanan Baik untukmu, Dears

Dears, makanan sehat, meditasi, istirahat teratur ialah gaya hidup yang baik bagi kesehatan. Untuk menyempurnakannya, kamu perlu menambahkan perjalanan atau traveling ke dalam agendamu. Seperti kita ketahui, traveling mempunyai banyak manfaat untuk kesehatan pikiran, jiwa, dan tubuh.

Siapa pun yang  telah bepergian dan keluar dari zona nyaman, akan memperoleh kegembiraan yang berasal dari  lingkungan baru. Hebatnya lagi, penelitian menunjukkan bahwa melakukan perjalanan tidak hanya menyenangkan, tapi  juga menawarkan enam manfaat kesehatan seperti berikut ini.

 

1. Kesehatan Jantung

Foto: Pexels.com

Perjalanan menuntut aktivitas fisik, apakah itu bergegas melalui bandara, berjalan dengan sedikit berlari, atau mendaki gunung. Gerakan fisik  ini dapat menurunkan tekanan darah dan risiko penyakit jantung  serta  stroke.

Menurut informasi yang dilansir Framingham Heart Study, sebuah studi penting yang dimulai pada tahun 1948 dan berlangsung selama 20 tahun, wanita yang berlibur hanya setiap enam tahun atau lebih, rentan terkena penyakit jantung atau mengalami serangan jantung  dibandingkan dengan wanita yang bepergian setidaknya dua kali setahun.

 

2. Menjaga Pikiran Tetap Tajam

Foto: Pexels.com

Perjalanan juga dapat meningkatkan kesehatan otak dan menjaga pikiran tetap tajam. Ketika otak diperkenalkan dengan pengalaman dan lingkungan baru (yang terjadi selama perjalanan), ia menjadi tertantang dan membangun ketahanan di tingkat sel sehingga penyakit degeneratif berpotensi tertunda.

Peningkatan stimulasi kognitif akibat paparan hal baru, telah terbukti meningkatkan memori dan konsentrasi, terutama pada individu dengan penyakit demensia. Demikian pula, ketika kamu bepergian, berinteraksi dengan rangsangan baru dalam bentuk orang baru, budaya, situasi, dan pengalaman, dapat berkontribusi pada keterlambatan timbulnya penyakit degeneratif.

 

3. Meningkatkan Kreativitas

Foto: Pexels.com

Bagi para penulis, bepergian ke negara yang berbeda mampu memberikan inspirasi dan motivasi untuk novel mereka berikutnya.  Jalur saraf otak dipengaruhi oleh lingkungan dan pengalaman (kemampuan beradaptasi otak juga dikenal sebagai neuroplastisitas), yang membuat para peneliti percaya bahwa perjalanan dapat memicu sinapsis di otak dan meningkatkan kreativitas.

Sebuah studi tahun 2012 yang diterbitkan dalam Journal of Personality and Social Psychology menemukan hubungan yang kuat antara kreativitas dan aktivitas pelancong yang melebur ke dalam budaya yang berbeda dari budaya mereka sendiri. Menurut penelitian, semakin kamu terlibat dan beradaptasi dengan budaya baru, kamu akan makin kreatif dan sukses secara profesional. Untuk benar-benar meningkatkan kreativitas, kamu harus benar-benar membenamkan diri dalam budaya baru tersebut, Dears.

 

4. Meredakan Stres dan Meningkatkan Kesehatan Mental

Foto: Pexels.com

Meredam stres adalah salah satu manfaat terpenting dari perjalanan, menurut Koalisi Global tentang Penuaan. Berdasarkan survei Expedia 2012, 89 persen wisatawan dapat melepaskan stres dan hanya bersantai setelah satu atau dua hari dalam perjalanan mereka. Menarik dirimu keluar dari rutinitas harian dan memasuki lingkungan baru, akan menyetel ulang pikiran dan tubuhmu. Hal ini dapat mengurangi stres yang signifikan.

Selain itu, bepergian pun dapat menurunkan tingkat depresi dan meningkatkan fungsi psikologis, menurut sebuah studi di University of Kansas 2009. Kamu bisa mengalami peningkatan kebahagiaan bahkan saat merencanakan perjalanan (hingga delapan minggu sebelum berangkat ke tujuanmu). Memiliki sesuatu untuk dinanti-nantikan, bahkan jika itu adalah perjalanan dua hari, dapat terasa bermanfaat. Wisatawan juga cenderung mengalami lebih sedikit stres dan lebih banyak kepuasan dengan suasana hati dan pandangan keseluruhan mereka setelah kembali dari perjalanan, dibandingkan dengan yang bukan pelancong.

 

5. Mengubah Perspektif

Foto: Pexels.com

Perjalanan memperluas perspektif kamu, tidak hanya terhadap dunia tetapi juga diri sendiri. Saat bepergian, kamu mungkin sering mendapati dirimu dalam situasi yang tidak pernah kamu alami. Dihadapkan pada kenyataan hidup di luar zona nyaman, memberimu kesempatan untuk mengubah caramu melihat sesuatu. Para psikolog menunjukkan bahwa orang sering mengalami epifani  (bahasa yunani koine : “manifestasi”, “penampakan jelas”) saat bepergian, karena mereka dapat melihat masalah mereka dari pandangan yang lebih terpisah.

Menonton secara langsung bagaimana orang lain hidup, hampir seperti melihat dunia melalui mata orang lain, juga dapat memperluas pandanganmu. Menyaksikan bagaimana budaya lain hidup dapat memaksa kamu untuk menantang asumsimu sendiri dan membebaskan pikiranmu untuk mengalami cara-cara alternatif.

 

6. Meningkatkan Koneksi ke Orang Lain dan Mandiri

Foto: Pexels.com

Perjalanan menawarkan peluang untuk bertemu orang-orang baru. Ketika kamu berada di luar zona nyaman di negara lain, kamu mungkin harus mencari bimbingan orang lain, yang dapat menciptakan rasa keterhubungan. Apakah kamu memperoleh koneksi ini  karena terlibat dengan penduduk setempat, wisatawan lain, atau bahkan mereka yang bepergian denganmu? Hal ini mampu menciptakan koneksi sosial serta dapat meningkatkan kesehatan mental dan fisik.

Perjalanan juga dapat meningkatkan rasa percaya dirimu. Penelitian menunjukkan bahwa ketika kamu keluar dari zona sosialmu dan membenamkan diri ke dalam budaya yang baru, maka identitas pribadimu akan makin kuat, termasuk kepercayaan diri.

Demikian beberapa alasan mengapa melakukan perjalanan baik untuk kamu. Bukan sekadar bersenang-senang, traveling pun memungkinkanmu mendapatkan pengalaman baru dan kebugaran jiwa-raga. So, siap untuk melakukan perjalanan yang menyenangkan?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *