Kamu sedang Stres atau Depresi? Kenali Perbedaannya, yuk, Dears!

Stres merupakan hal yang normal dan biasa dialami oleh setiap orang. Timbulnya stres disebabkan oleh faktor tertentu seperti pekerjaan yang menumpuk, masalah yang timbul bertubi-tubi, ataupun saat sedang merencakan pernikahan. Tetapi hati-hati, Dears, jika stres yang terjadi terus berkelanjutan, ujung-ujungnya bisa berakibat depresi.

Terkadang, stres dan depresi dianggap hampir sama. Padahal sebenarnya stres dan depresi memiliki arti yang berbeda. Jadi, penting untukmu memahami perbedaan antara stres dan depresi sehingga dapat dilakukan penanggulangan agar tidak terlambat.

Stres

Stres merupakan kejadian yang dimulai dari rasa kewalahan yang disebabkan beberapa tekanan yang berlangsung cukup lama. Tekanan ini bisa berasal dari dalam maupun luar. Respon setiap orang saat stres tentunya berbeda-beda. Ada yang saat stres justru semakin termotivasi, namun ada pula yang semakin down.

Saat stres terjadi, tubuh akan meningkatkan produksi hormon tubuh seperti adrenalin, kortisol dan norepinefrin, sehingga tubuh merasa mendapatkan dorongan energi dan peningkatan kosentrasi. Tidak hanya itu saja, tubuh secara otomatis mematikan fungsi tubuh yang sedang tidak diperlukan, seperti pencernaan. Tetapi jika stres terjadi saat kondisi tidak diinginkan, darah akan mengalir ke bagian tubuh untuk merespon, seperti kaki dan tangan, yang menyebabkan turunnya fungsi otak. Karena itulah, Dears, saat stres, kita sulit berpikir jernih.

Depresi

Depresi merupakan penyakit yang memberi dampak buruk bagi kesehatan dan mental, seperti pada suasana hati, perasaan, stamina, selera makan, pola tidur, dan konsentrasi. Orang yang mengalami depresi akan kehilangan semangat hidup, motivasi, dan tujuan hidup. Yang mereka rasakan hanyalah terus menerus merasa sedih dan gagal. Depresi bisa terjadi selama berbulan-bulan lamanya, sehingga penderita sulit melakukan aktivitas seperti biasanya, seperti bekerja, makan, tidur, belajar dan bersosialisasi dengan orang lain.

Saat depresi terjadi kamu harus segera mengambil tindakan. Depresi tidak bisa disembuhkan oleh diri sendiri, berbeda halnya dengan stres. Saat depresi, kamu membutuhkan pertolongan orang lain, terutama tenaga ahli seperti psikolog dan psikiater. Peran dari orang-orang terdekat seperti teman, sahabat, pasangan, dan keluarga juga sangat penting.

Kamu dapat dirujuk untuk menjalani terapi, seperti terapi kognitif perilaku (CBT) dan psikolog. Pengobatan dengan antidepresan dan obat penenang pun juga bisa membantu. Jika kamu mengalami insomnia atau susah tidur bisa ditawarkan obat tidur. Oleh karena itu, Dears, saat depresi, ceritakan masalah yang terjadi sehingga orang di sekelilingmu dapat membantu dan mendukungmu untuk sembuh. Tetap semangat, ya!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *