Jadi MC Dadakan, Siapa Takut? Berikut, 3 Poin Penting yang Harus Kamu Siapkan

Hi, Estrilookers!

Bisa menjadi MC (Master of Ceremony) profesional tentu impian bagi semua orang, meskipun bukan seperti MC terkenal yang sering tampil di televisi. Menjadi MC atau pembawa acara di kehidupan sehari-hari, seperti di lingkungan kerja, di lingkungan masyarakat saat ada tetangga hajatan, saat ada pengajian dan lain sebagainya, mungkin akan dianggap mudah bagi sebagian orang. Namun, tidak sedikit pula orang yang menganggap bahwa menjadi orang yang membawakan acara atau MC merupakan hal yang sangat sulit dan begitu menakutkan.

Ah, saya tidak bisa, yang lain saja”
“Gak, ah, nanti saya grogi”
“Saya gak pernah, nanti kalau salah, bagaimana?”
“Saya gak biasa menghadapi orang banyak, yang lain saja”.
Penolakan-penolakan seperti di atas mungkin adalah sebagian contoh kalimat yang pernah kita lontarkan saat ada panitia yang menawari kita menjadi MC. Memang, untuk bisa membawakan acara yang santai dan enak didengar, perlu adanya persiapan dan latihan.

Dears, berbicara di depan umum memang bukan hal yang mudah, apalagi untuk menjadi seorang MC. Penampilan dan perkataan kita, semuanya akan disimak dan dikoreksi oleh sebagian besar audiensi. MC adalah kunci dari suatu acara. Berhasil tidaknya suatu acara, tergantung dari bagaimana seorang MC membawakan acara tersebut.

Untuk itu, saat kita ditunjuk atau diminta untuk menjadi MC, hal pertama yang perlu kita siapkan adalah penampilan. Sebelum tampil, kita wajib cek penampilan kita. Jangan sampai apa yang kita kenakan nantinya akan mengganggu kita di atas panggung sehingga bisa menarik perhatian audiensi. Seperti jilbab yang kurang pas pakainya, baju yang kebesaran, kancing yang terlepas, make up yang kurang rapi, dll. Kesaimpulannya, penampilan kita harus rapi. Selain itu, untuk masalah penampilan, seorang MC harus bisa menyesuaikan jenis acaranya. Apakah itu acara formal, atau sebaliknya. Untuk acara formal bisa menggunakan jas atau baju resmi. Sedangkan untuk acara non formal, seperti acara ulang tahun, family gathering, out bond, kita bisa menggunakan baju santai.

Selanjutnya, selain penampilan, hal yang perlu kita persiapkan untuk menjadi MC adalah latihan yang cukup dan siapkan mental. Mungkin ini yang menjadi pertimbangan berat seseorang ketika ditunjuk menjadi MC. Saat latihan, mintalah teks dan bimbingan khusus pada seseorang yang sudah berpengalaman. Jangan sungkan-sungkan untuk meminta saran dan kritik dari orang lain. Pelajari kalimat dan gerakan yang perlu dihindari. Hafalkan teks setidaknya pada bagian pembukaan. Jangan sampai kita di depan hanya melulu membaca teks yang kita bawa. Itu akan menimbulkan kejenuhan bagi audiensi, karena mereka merasa MC hanya membaca dan tidak ada interaksi. Mereka akan merasa seperti ditiadakan.

Nah, ketika kita sudah berhasil memberanikan diri untuk tampil, selanjutnya terus lakukan evaluasi penampilan kita. Apa saja yang perlu dipertahankan, dan apa saja yang perlu diperbaiki. Evaluasi bisa dilakukan dengan melihat tayangan ulang penampilan kita, bisa juga dengan meminta saran dan kritik dari orang lain yang telah melihat kita.

Satu dua kali tampil, kemungkinan besar kita akan mendapatkan tawaran-tawaran selanjutnya. Dan tidak menutup kemungkinan, tawaran itu akan datang mendadak tanpa ada waktu untuk persiapan dan latihan. Untuk itu, ada 3 poin penting yang perlu kita catat, yaitu :

1. Kenali Tema Acara dan Sesuaikan dengan Mukadimah

Saat mendapat tawaran MC, jangan lupa untuk menanyakan tema dari acara tersebut, kemudian sesuaikan dengan mukadimah dan potongan ayat yang akan kita baca (jika ada). Sebagai contoh, ketika ada di suatu acara pembagian raport semester 1, berarti tema acara tersebut adalah “Pembagian Raport Semester 1 Tahun Pelajaran 2018-2019″. Untuk itu, ambil mukadimah dan potongan ayat Al Qur’an yang berisi tentang pendidikan. Seperti QS. Al-Mujadalah ayat 11, QS. Al-‘Alaq ayat 1-5, QS. Thoha ayat 114, dll. Tema dan mukadimah ini wajib banget ditulis, ya, Dears, untuk jaga-jaga ketika kita lupa atau down saat ada di panggung.

2. Kenali Nama, Gelar dan Alamat dari Orang-orang yang Perlu Disebutkan Saat Penghormatan

Pada bagian ini, wajib juga untuk dicatat, Dears. Penghormatan termasuk salah satu bagian yang vital banget. Orang-orang penting dan tamu yang berpengaruh, perlu banget untuk disebutkan nama, gelar dan jabatan secara satu persatu. Sebutkan secara benar. Usahakan jangan sampai ada nama/gelar/jabatan yang salah. Untuk itu, usahakan cari sumber yang benar-benar tahu, bisa tanya kepada ketua panitia atau sejenisnya.

3. Catat Secara Benar Susunan Acara Sekaligus Orang yang Akan Mengisinya

Tanyakan susunan acara yang benar pada orang yang bertanggung jawab dalam acara tersebut, misalnya ketua panitia. Sekali lagi, jangan sampai salah tanya, ya, Dears. Menjadi MC memang susah-susah gampang. MC harus siap dan tanggap dalam setiap keadaan. MC harus siap jika ada perubahan acara, misalnya jika diganti acaranya, narasumber belum datang, mengisi kekosongan waktu, dll. Dalam hal ini MC harus terus melakukan koordinasi dengan ketua panitia.

3 poin di atas rasanya wajib kamu catat dan kuasai untuk persiapan jika secara mendadak kamu diminta untuk menjadi MC. Semoga bermanfaat, ya, Dears. Tetap percaya diri dan jangan takut lagi untuk menjadi MC dadakan.

Sumber Foto: Sweetwater.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *