Ini Dia 5 Benda Bersejarah yang Telah Ditetapkan sebagai Cagar Budaya

Dears, Indonesia terdiri dari beraneka ragam suku bangsa, bahasa, serta cagar budaya. Seperti disebutkan dalam UU No. 11 tahun 2010, yang dimaksud cagar budaya adalah warisan budaya yang bersifat kebendaan. Cagar budaya terbagi dalam lima kategori yaitu, benda, struktur, bangunan, situs, dan kawasan.

Seluruh benda atau kawasan yang terdaftar dalam masing-masing kategori, tentu memiliki sejarah tersendiri. Yuk, intip beberapa contoh cagar budaya yang ternyata mempunyai arti mendalam bagi bangsa Indonesia!

1. Bendera Pusaka Sang Saka Merah Putih

Bendera pusaka termasuk dalam salah satu benda cagar budaya. Bendera tersebut dijahit oleh Fatmawati, istri presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno. Sang Saka Merah Putih pertama kali dikibarkan di kediaman Soekarno, Jalan Pengangsaan Timur No. 56, Jakarta, tepat setelah pembacaan teks proklamasi. Bendera pusaka ini terdiri dari warna merah dan putih dengan rasio 2:3. Warna merah perlambang keberanian, sedangkan putih adalah simbol kesucian.

2. Tugu Pahlawan

Tugu Pahlawan yang berlokasi di Surabaya dibangun untuk memperingati pertempuran 10 November 1945. Salah satu peristiwa paling fenomenal dalam sejarah revolusi Indonesia tersebut melibatkan tentara Inggris yang melakukan serangan besar-besaran dari darat, laut, maupun udara. Tak tanggung-tanggung, setidaknya 30.000 infanteri yang terdiri dari kapal perang, tank, sampai dengan meriam, membombardir Surabaya. Tidak gentar, warga Surabaya yang kala itu hanya dipersenjatai dengan bambu runcing, melawan keberingasan pasukan Inggris. Meski banyak korban berjatuhan, disulut semangat pantang menyerah, akhirnya warga Surabaya berhasil memukul mundur penjajah. Oleh karena itu, pada tanggal yang sama juga ditetapkan sebagai peringatan Hari Pahlawan.

3. Lawang Sewu

Kisah mistis amat lekat dengan bangunan berarsitektur Eropa ini. Lawang Sewu yang dalam bahasa Indonesia berarti seribu pintu, kini menjadi salah satu objek wisata favorit di Semarang. Pada masa lalu, gedung yang memiliki jendela dan pintu teramat banyak ini dibangun oleh Belanda sebagai kantor perusahaan kereta api terbesar milik Hindia Belanda. Gedung yang selesai dipugar pada 2011 lalu tersebut, sekarang menjadi salah satu lokasi paling diminati untuk foto pre wedding.

4. Kompleks Makam Tuan Titah

Tak seperti cagar budaya lainnya, Kompleks Makam Tuan Titah atau Datuk Bandaro mungkin masih asing bagi masyarakat. Kompleks makam ini berlokasi di Nagari Sungai Tarab, Kecamatan Sungai Tarab, Kabupaten Tanah Datar, Provinsi Sumatra Barat. Perlu diketahui bahwa Datuk Bandaro atau Datuak Bandaro merupakan satu dari basa ampek balai pada masa pemerintahan Kerajaan Pagaruyung.

Dalam struktur pemerintahan Kerajaan Pagaruyung, Rajo Tigo Selo akan dibantu oleh orang-orang besar yang kumpulannya kemudian dinamakan basa ampek balai. Empat orang besar yang mempunyai kedudukan serta kewenangan pada wilayah masing-masing yang tersebar di sekitar pusat Kerajaan Pagaruyung.

5. Prambanan

Satuan ruang geografis Prambanan luasnya sekitar 2.589,75 Ha, mencakup dua kabupaten di dua provinsi (Kabupaten Sleman, Yogyakarta dan Kabupaten Klaten, Jawa Tengah). Kawasan ini diperkirakan sebagai salah satu pusat pemerintahan Kerajaan Mataram kuno. Selanjutnya mulai banyak laporan penemuan candi dan peninggalan bersejarah untuk diteliti. Beberapa di antaranya, yaitu, Candi Plaosan, Candi Kalasan, Candi Sari, Candi Prambanan, dan Kompleks Ratu Boko. Tahun 1991 lalu, UNESCO menetapkan kompleks Candi Prambanan dan Candi Sewu sebagai warisan budaya dunia karena arsitekturnya yang indah dan luar biasa.

Dears, masing-masing benda yang termasuk ke dalam cagar budaya mempunyai nilai sejarah yang amat tinggi dan penting bagi seluruh rakyat Indonesia. Sudah sepantasnya kita menjaga dan ikut melestarikannya.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *