ibu

Ingin Rumahmu Seperti Surga? Inilah Tips Ibu Rumah Tangga yang Bikin Bahagia

Tahukah kamu bagaimana rasanya menjadi seorang ibu? Bagi yang belum merasakan pastinya belum tahu, ya! Tapi, setidaknya kamu bisa melihat bagaimana peran ibu kita saat di rumah. Menjadi seorang ibu merupakan kebahagiaan tersendiri. Karena banyak hal yang bisa dilakukan, seperti menemani kebersamaan dengan keluarga, masak yang enak dan nikmat, juga memberikan perhatian sepenuhnya untuk semua anggota keluarga. Ibu memang mampu melakukan segalanya, mulai dari perawat, sekretaris juga manager. Luar biasa, kan?

Seorang ibu akan terus berusaha menjaga mahligai rumah tangganya di sela-sela kesibukan yang dilakukan. Nah, kebayangkan bagaimana kondisi keluarga yang semua anggotanya hanya berjalan masing-masing atau tidak harmonis. Tentu akan terasa bagaimana hampanya keluarga tersebut. Tidak ada pancaran senyum yang membelai jiwa, pujian yang membahagiakan juga tidak terjalin kehangatan antara semua anggota keluarga. Lalu bagaimana cara menciptakan baiti jannati, rumahku adalah surgaku ini?

Peran Ibu dalam Keluarga

Berdasarkan peran yang dilakukan ini, setujukah jika peran ibu dianggap sebagai kunci dalam sebuah rumah tangga? Karena ibu merupakan pondasi dalam keluarga. Coba rasakan sehari saja tanpa kehadiran ibu di rumah, pasti rasanya berbeda sekali. Bila diibaratkan dalam masakan, maka rasanya kurang garam bila tidak ada seorang ibu. Kenapa seperti itu? karena kondisi rumah dan isinya semua bergantung pada ibu.

Baby sleeping and grabbing her mother's finger Free Photo
Ibu menjaga selalu buah hatinya. (Sumber : Freepik)

Peran ibu tidak hanya sekadar membersamai keluarga saja, tetapi juga berusaha untuk menciptakan keluarga yang diinginkan, keluarga sakinah mawadah wa rohmah. Meskipun peran dalam keluarga sebenarnya bersama pasangan, tetapi ibulah yang lebih mendominasi. Ibu akan selalu menjaga anak-anak yang menjadi amanah Allah. Mendidik, mengarahkan dan mengingatkan akan hal yang seharusnya dilakukan.

Ini menjadi anugerah terbesar yang Allah berikan bagi seorang ibu. Sabda yang Rasulullah sampaikan :

“Wahai Rasulullah, siapakah orang yang paling berhak untuk kuperlakukan dengan baik?” Beliau berkata, “Ibumu.” Laki-laki itu kembali bertanya, “Kemudian siapa?”, tanya laki-laki itu. “Ibumu”. Laki-laki itu bertanya lagi, “Kemudian siapa?”, tanya laki-laki itu. “Ibumu”, “Kemudian siapa?” tanyanya lagi. “Kemudian ayahmu”, jawab beliau.”

(HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Berdasarkan sabda Rasulullah SAW tersebut, tergambarlah bahwa ibu memiliki posisi yang begitu dimuliakan, hingga disebutkan oleh Nabi hingga 3x. Masya Allah.

Kisah seorang tabi’in bernama Ar-Rabi’ah Ar-Ra’yi bisa memberikan gambaran bagaimana besarnya peran seorang ibu dalam kehidupannya. Beliau adalah seorang ulama yang sudah ditinggalkan berjihad selama 30 tahun oleh sang ayah. Selama masa pertumbuhannya beliau hanya berbekal apa yang diberikan oleh sang ayah. Namun, ibu mengelola semua peninggalan tersebut hanya untuk pendidikan anaknya semata. Perjuangan sang ibu begitu besar sehingga sang anak berkembang menjadi seorang ulama dan pemuka Madinah, yang bahkan majelisnya dihadiri oleh Malik bin Anas, Abu Hanifah, An-Nu’man, Yahya bin Sa’id Al-Anshari, Sufyan Tsauri, Abdurrahman bin Amru Al-Auza’I, Laits bin Sa’id dan lainnya. Betapa seorang ibu mampu membentuk generasi penerusnya dengan sangat membanggakan, di dunia dan akhirat.

Rutinitas yang Dilakukan Sehari-hari

Bila mengamati lebih jauh, aktivitas seorang ibu bisa dikatakan 24 jam. Saat pagi hari, ibu bangun terlebih dahulu untuk mempersiapkan semua kebutuhan keluarga. Begitupun saat malam hari, ibu akan istirahat di akhir waktu. Menidurkan buah hatinya, merapikan buku atau mainan bahkan mempersiapkan menu yang akan disajikan esok hari. Meski demikian, tidak ada rasa letih yang tersirat dari matanya, pun tidak berkeluh kesah. Semua dilakukannya dengan penuh rasa senang dan bahagia.

Sajian makanan pun dibuat dengan penuh rasa cinta sehingga selalu terasa nikmat dan dirindukan. Mungkin ibu awalnya belum bisa membuat masakan yang bervariasi, tetapi demi memberikan yang terbaik untuk keluarga maka semua yang akan diusahakan sebaik mungkin.

Kebahagian Keluarga Tercermin dari Kebahagian Ibu

Setiap keluarga selalu berharap bisa menjadi keluarga yang berbahagia. Karena kebahagiaan yang dirasakan akan terpancar dari raut wajah, ketenangan jiwa dan kelancaran dalam melakukan berbagai aktivitas. Lalu bagaimana cara menciptakan kebahagian keluarga ini? Maka bahagiakanlah ibu. Ibaratnya kebahagiaan ibu adalah tolak ukur kebahagiaan keluarga.

Smiley face ball on background sweet retro vintage color Free Photo
Senyuman kebahagian. (Sumber : Freepik)

Senyuman seorang ibu mampu memberikan energi positif bagi semua anggota keluarga. Bahkan sehari saja tidak melihat senyum manis ibu, semua anggota keluarga akan bertanya, ada apakah gerangan? Ibu sakitkah?

Memberikan kebahagian pada ibu bukanlah dengan materi, tetapi berikan senyuman yang kita punya, maka ibu pun akan selalu tersenyum. Tidak membantah apa yang beliau sampaikan selama dalam hal kebaikan dan tidak berkata-kata dengan kalimat atau melakukan perbuatan yang menyakiti hatinya. Begitupun bila ada masakan yang kurang kita sukai, hendaknya tidak memaki apa yang sudah disajikan beliau, tetapi kita bisa berbagi dengan tetangga, kerabat atau teman.

Ibu adalah bagian jiwa yang sangat berharga. Bahkan Rasulullah SAW menyebut kata ‘ibu’ hingga 3x dalam sabdanya. Menjadi seorang ibu merupakan kebahagian yang tak terhingga. Maka jika saat ini kita sudah menjadi seorang ibu, jalanilah peran sebaik dan semaksimal  mungkin dengan membersamai selalu tumbuh kembang buah hati dengan penuh cinta dan kasih sayang, menjaga keutuhan dan kehangatan rumah tangga, juga memberikan sajian nikmat dengan santapan penuh cinta. Tidak dapat dipungkiri, banyak contoh yang memberikan gambaran bagaimana besarnya pengaruh seorang ibu dalam memberikan dukungan bagi keluarga. Semoga kita bisa menjadi salah satu ibu yang mampu membentuk generasi kebanggaan tersebut.

 

*Artikel merupakan kiriman kontributor. Semua isi artikel merupakan tanggung jawab penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *