Ingin Menasihati Teman? Perhatikan 5 Adab Ini, Dears!

Dears, salah satu kewajiban kita terhadap sesama adalah saling mengingatkan dalam kebaikan. Terlebih lagi, jika keakraban yang terjalin layaknya sudah seperti saudara. Saling memberi nasihat pun adalah hal yang lumrah. Namun, ada adab-adab tertentu yang harus diperhatikan sebelum mengingatkan atau menasihati seseorang. Karena, jika cara penyampaian kita salah, maka akan salah pula penerimaannya. Alih-alih membantu teman, kita mungkin malah akan melukai hatinya. Yuk, cari tahu apa saja adab menasihati itu.

1. Hindari Menasihati di Depan Orang Lain

Kadang kala, tanpa sadar, kita sering menegur secara langsung di depan orang banyak. Padahal, tidak ada orang yang suka kesalahannya disebutkan di depan umum. Imam Syafi’i berkata, “Barangsiapa menasihati saudaranya dengan sembunyi-sembunyi, berarti ia telah menasihati dan mengindahkannya. Barangsiapa menasihati dengan terang-terangan, berarti ia telah mempermalukan dan memburukkannya…” (Shahih Muslim Bisyar An-Nawawi (2/2)).

Kalau bisa diingatkan secara pribadi, kenapa harus diungkapkan di depan orang banyak? Jagalah harga diri teman kita.

2. Melakukan Pendekatan Terlebih Dahulu

Pendekatan yang dimaksud adalah mencari topik obrolan pendahuluan sebagai pengantar. Dengan begitu, biasanya kita sudah bisa memperkirakan sesensitif apa masalahnya. Hal ini juga untuk menghindari kesan sok tahu pada permasalahan teman kita tersebut. Siapa tahu, alasan dibalik keputusannya justru tidak seperti yang kita pikirkan.

3. Pilihlah Waktu yang Tepat

Nasihat yang disampaikan umumnya berkaitan dengan kesalahan, bukan? Mau tidak mau, hal ini akan berdampak pada psikologinya. Oleh karena itu, pilihlah waktu yang tepat untuk menyampaikan nasihat. Hindari saat ia sedang bad mood atau labil emosinya. Hindari pula saat-saat ia sedang merasa bahagia. Jangan sampai nasihat kita justru menghancurkan kebahagiaannya.

4. Memilih Kalimat yang Baik

Nasihat, meskipun tujuannya untuk mengingatkan atau memperbaiki, tidak selamanya dapat diterima oleh orang yang dituju. Apalagi, jika kata-katanya tajam, cenderung mencela dan menyalahkan. Bukannya merasa dinasihati, yang bersangkutan justru akan merasa sakit hati dan dipermalukan. Andaikan ada di posisinya, pikirkan kalimat-kalimat seperti apa yang bisa membuat kita tersinggung, kemungkinan besar akan berlaku sama pula untuk orang lain. Ingatkan diri untuk tidak menggunakannya kalimat tersebut, ya, Dears!

5. Hindari Men-judge Berlebihan

Setiap orang pasti memiliki alasan dibalik setiap keputusannya. Seringnya, alasan-alasan yang diambil bersifat pribadi sehingga tidak diketahui oleh orang lain. Karena itu, jika tidak mengetahui apa yang sebenarnya terjadi, sebaiknya kita tidak membuat kesimpulan sendiri hanya berdasarkan pengamatan kita saja.

Dears, sejatinya nasihat diberikan untuk kebaikan. Maka, sampaikanlah dengan adab yang baik agar tujuannya terpenuhi. Beda cara penyampaian tentu akan berbeda pula hasilnya, bukan? Penting untuk diingat bahwa menasihati janganlah sampai menyakiti, karena tujuan kita adalah untuk mengingatkan, bukan mempermalukan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *