Ingin Anak Memiliki Daya Juang? Yuk, Terapkan Growth Mindset Dalam Mendidik Mereka!

Dears, Growth Mindset adalah teori yang dikemukan oleh Carol Dweck, seorang profesor dari Standford University. Growth mindset mengajarkan bahwa kemampuan dasar anak dapat dikembangkan dengan sebuah proses. Kecerdasan dan kemampuan si kecil, bukan hanya dari faktor bawaan, tapi dapat tumbuh serta berkembang seiring waktu.

Teori ini juga menyakini, bahwa kecerdasan dan kemampuan merupakan kombinasi dari usaha, kerja keras, dedikasi, dan proses belajar. Menerapkan pola asuh menggunakan Growth mindset akan mengajarkan buah hati, untuk mampu memperbaiki diri, melihat kelemahan diri, dan bangkit dari kegagalan, Dears.

Anak akan terbiasa belajar dari kegagalan, pantang menyerah dan berdaya juang. Kegagalan bukan titik akhir, tapi menjadi tantangan yang harus dikalahkan. Sama halnya dengan otot, otak juga akan berkembang bila terus diasah dan ditempa, ya.

Bagaimana membuat anak memiliki cara berpikir menggunakan growth mindset? Semua tergantung pada pola asuh yang diterapkan oleh orang tua. Lakukan beberapa hal berikut agar buah hati terbiasa dengan growth mindset.

1. Kenali Kekurangan Diri

Foto: Pexels.com

Ajari buah hati untuk mengenali kekurangan dan kelemahannya. Ini akan memudahkan mereka dalam mengatasi tantangan dan memperbaiki diri. Bila anak bisa menerima dan berdamai dengan kekurangan dan kelemahannya, pasti memudahkan mereka dalam belajar hal baru untuk meningkatkan kemampuan.

2. Belajar Menerima Kritik dan Kegagalan

perkembangan anak
Foto: Pexels.com

Biasakan memberikan kritikan dan koreksi atas tindakan yang dikerjakan anak. Namun perlu diingat, berikan kritik yang membangun, ya. Selain itu, ajarkan juga agar buah hati bisa menerima kegagalan. Tanamkan dalam mindset mereka bahwa kegagalan bukan hal yang menakutkan, tapi merupakan sebuah proses untuk belajar menjadi lebih baik.

3. Percaya pada Diri Sendiri

Foto: Pexels.com

Percaya diri adalah hal yang penting dimiliki oleh anak-anak. Saat rasa ini telah tertanam pada mindset, mereka bisa melakukan banyak hal. Kepercayaan diri ini, akan mendorong buah hati melewati tantangan dan rintangan.

Pada intinya, growth mindset mengajarkan si kecil untuk lebih menghargai proses bukan hanya pada hasilnya. Sebagai contoh, saat memberikan pujian, lebih baik gunakan pilihan kata yang membuat anak lebih bersemangat dengan menghargai usaha dan proses yang telah dikerjakan, Dears.

Hindari menggunakan kata, “Kamu memang sudah pintar sejak kecil.” Atau “Adek memang berbakat bermain piano.” Lebih bijak bila memilih “ Hebat! Karena rajin berlatih, permainan Adek tambah bagus, ya.” Saat si kecil menemui kekalahan dalam lomba ajarkan pada mereka untuk menjadikan ini sebagai proses memperbaiki diri. Katakan, “ Nggak papa kali ini belum juara, tapi besok harus lebih giat belajar lagi, ya. Cara adek memainkan ritme cepat perlu diperbaiki lagi, dech.”

Pola asuh yang didasari growth mindset akan membuat anak memiliki rasa optimis. Pemikiran bahwa hasil bukan segala-galanya membuat si kecil tidak takut melakukan kesalahan dan mencoba, Dears. Karena buah hati tahu, mereka tidak akan disalahkan walau apapun hasil yang diraih, melainkan tetap dihargai atas usaha yang telah dilakukan. Yuk, perbaiki pola asuh kita, Dears, demi masa depan buah hati yang lebih baik.

 

*Artikel merupakan kiriman kontributor. Semua isi artikel merupakan tanggung jawab penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *