Ibu Muda, Wajib Terapkan 5 Pelajaran Ini Agar Buah Hati Tak Salah Jalan

Menjadi seorang ibu adalah impian bagi semua wanita di dunia. Memiliki anak yang cerdas dan berbakti sudah menjadi bagian dari setiap doa yang diucapkan seorang ibu. Bukan hanya sekedar melahirkan, tapi juga memberikan pelajaran pertama, dan menjadi tempat pulang bagi seorang anak. Ibu adalah pekerjaan yang tidak terbatas. Bahkan tidak memiliki gaji dan waktu istirahat yang pasti.

Dengan banyaknya tugas, seorang ibu tentu harus bisa beradaptasi dengan setiap perkembangan yang muncul di sekitar. Untuk apa? Tentu saja untuk menyesuaikan treatment yang akan diberikan kepada anak saat mereka mulai beranjak besar.

Bagi seorang ibu muda, sebaiknya belajar sedikit demi sedikit ilmu tentang parenting. Terlebih saat ini semua informasi bisa lebih mudah didapatkan.sehingga akan lebih mudah untuk para ibu muda untuk mencari informasi. Untuk memberikan yang terbaik bagi buah hati, ilmu yang dimiliki haruslah yang terbaik.

1. Banyaklah mendengar, menjadi sahabat dalam berbagai kondisi akan membuatmu lebih peka

Pict by, Futuready

Menjadi seorang pendengar yang baik. Jadilah pendengar yang baik bagi sang buah hati. Bukan hanya saat mereka bercerita tentang masa sekolah, kejadian atau peristiwa yang dialami selama di sekolah, tapi juga sejak sang buah hati menangis di kala ia bayi. Lelah memang, apalagi saat mereka baru bisa berbicara dan ingin tahu banyak hal. Pertanyaan ini dan itu akan dengan sigap mereka tanyakan. Dengarkan saja, mereka hanya perlu tempat mendengar. Karena dari situ anak akan merasa memiliki tempat penting dalam kehidupan kedua orang tua.

2. Jangan batasi kreativitas mereka, bebaskan tapi tetap dalam pengawasan

Pict by, Edukasi Kompas

Masa kanak-kanak adalah masa dimana mereka bisa bebas melakukan apapun. Bermain sepuasnya dan mengenal banyak hal untuk bekal ilmu di masa depan. Ya, mereka mungkin akan membuatmu lelah membersihkan lantai rumah karena kotoran. Mereka mungkin juga akan merusak tanaman kesukaanmu saat berusaha menangkap belalang di taman. Atau tiba-tiba basah kucup saat membantumu menyiram taman. Jangan membatasi ruang gerak mereka. Karena kemampuan motorik akan diasah di sini. Awasi dan tetap jaga mereka dengan cara yang lembut.

3. Berikan pengertian terhadap suatu hal baru yang ia terima

Pict by, ÇocukluDünya

Semakin anak bertumbuh besar, semakin banyak pula yang ingin dia tahu dan yang ia terima. Dari sekolah, teman sepermainan atau bahkan orang yang baru ia kenal. Jangan pernah abaikan saat ia ingin bercerita. Temukan mana pengalaman yang baik dan buruk baginya. Berikan pengertian di setiap hal yang baru ia terima. Anak akan lebih mudah mencontoh perilaku yang dia lihat. Maka tidak salah jika kamu menunjukkan pembenaran dengan perbuatan yang bisa ia tiru.

4. Ajak mereka untuk berdiskusi, melibatkan mereka akan melekatkan hubungan

Pict by, Hipwee

Saat keluarga kecil kalian ingin berlibur bersama, libatkan ia dalam memutuskan sesuatu. Misalnya saja, kemana kalian ingin berlibur. Kesepakatan apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan selama berlibur, dan sebagainya. Mereka juga ingin melakukan apa yang mereka inginkan. Sekalipun hal itu dilarang, berikan alasan yang mudah diterima. Jangan sampai ia hanya menerima penolakan tanpa tahu alasan. Ini akan membuat mereka minder saat harus menyampaikan suatu pendapat.

5. Tidak ada kata terlambat dan waktu yang terbatas untuk belajar

Pict by, Tirto

Belajar bisa dimanapun, kepada siapapun dan tentang hal apapun untuk kalian yang baru menjadi orang tua. Karena orang tua bukan hanya berkewajiban melindungi dan menafkahi anak sampai dewasa dan hingga bisa mandiri. Tapi juga menjadi teman dan sekaligus sekolah agar mereka sang anak bisa tumbuh di jalur yang tetap dan benar. Pandai-pandailah menyaring ilmu baru yang bisa diterapkan kepada keluarga kecilmu. Meski akan ada banyak trial error, jangan ragu untuk memperbaiki.

Nah, sekarang sudah tahu kan, Dears,  jadi tidak ada salahnya untuk mempelajari tentang  cara mendidik anak tersebut. Semoga bermanfaat.

 

Featured image: Photo on Pexels
*Artikel merupakan kiriman kontributor. Semua isi artikel merupakan tanggung jawab penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *