Hidup Itu Butuh Pelampiasan, Dears! Salah Satu Caranya dengan Melakukan Hal Ini

Hai, Dears
Setuju enggak, kalau hidup itu butuh pelampiasan alias pelepasan? Jangan berpikir negatif dulu ya, Dears. Simak terus hingga bagian terakhir.

Hidup itu kadang penuh dengan masalah yang menguras pikiran dan perasaan. Nah, ketika mencapai titik jenuh tentu kita membutuhkan pelampiasan. Banyak sekali cara untuk melampiaskannya, namun menulis adalah pelepasan terbaik dari setiap kejenuhan.

Menulis dapat melepaskan duka yang tiada tertahan. Mantan Presiden RI, BJ. Habibie, pernah menulis sebuah buku berjudulAinun dan Habibie. Buku yang mengisahkan suka duka mereka berdua selama hidup bersama. Buku yang kemudian diangkat ke layar lebar dengan judul yang sama. Tahu enggak kenapa beliau menulis buku tersebut? Benar sekali, Dears. Beliau menggunakannya untuk terapi akibat depresi ditinggal oleh Ibu Ainun Hasrie Habibie. Betapa dahsyatnya efek menulis bagi seorang BJ. Habibie. Menulis bukan hanya sekadar aktualisasi diri, tapi juga pelepasan duka yang tiada tertahankan.

Satu lagi, Dears. Menulis bisa menjadi tempat untuk menumpahkan rahasia yang tak terbagi. Kita tahu setiap orang mempunyai rahasia dan tak sedikit yang enggan mengungkap rahasia pribadi mereka. Akan tetapi berbeda dengan Herniwatty Mochiam, seorang istri yang terluka karena hadirnya orang ketiga. Padahal Dears, ia sedang berjuang mati-matian membesarkan buah hatinya yang divonis autis. Dia bisa saja menyerah. Tetapi tidak, ibu Herni tetap bertahan menghadapi dua cobaan terbesar dalam hidupnya, hingga ia sampai di depan kampus UGM mengantar buah hati autisnya untuk kuliah di sana. Buah hati yang tak pernah lepas dari pengawalannya harus dilepas untuk hidup sendiri dan siap mandiri. Sangat menginspirasi ya, Dears. Tanpa menyinggung pihak mana pun, Ibu Herni menjadi inspirasi bagi para orang tua yang memiliki anak autis karena telah mencurahkan rahasianya yang tak terbagi dalam buku Tumbuh di Tengah Badai.

Terakhir, seorang Andrea Hirata, lulusan salah satu universitas di Inggris dengan predikat cumlaude yang menjadi novelis best seller dengan menuangkan kehidupan masa kecilnya di Belitung, pulau timah yang kaya raya dalam novel Laskar Pelangi. Novel ini terjual 15.000 eksemplar lebih dan kemudian melahirkan trilogi Sang Pemimpi, Edensor, dan Maryamah Karpov. Semua  berisi tentang kehidupan pribadinya. Andrea Hirata telah sukses menorehkan masa lalunya dalam sejumlah novel dan menjadi inspirasi bagi generasi muda bahwa hidup adalah perjuangan.

Dears, semua orang bisa saja mengalami kejenuhan, mempunyai rahasia, dan masa lalu. Itu artinya, semua orang berpotensi menjadi seorang penulis karena menulis bukan masalah bakat, tetapi pelampiasan. Semoga bermanfaat dan salam literasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *