Hati-hati! Inilah 7 Gangguan Kejiwaan Ringan Akibat Bermain Sosial Media.

Siapa sangka, bermain sosial media bisa menimbulkan gangguan kejiwaan ringan.

Di zaman modern ini, siapa, sih, yang tidak mempunyai sosial media? Bahkan anak kecil sampai orang tua memiliki satu atau dua akun sosial media. Sosial media memiliki manfaat yang luar biasa. Dengan sosial media, seseorang bisa mendapat teman dari berbagai kalangan. Selain itu, dengan sosial media juga bisa membantu dalam mempromosikan diri dan karya. Kekurangannya, seseorang bisa saja memiliki gangguan kejiwaan ringan akibat bermain sosial media.

Wah, harus hati-hati, dong. Sebagian masyarakat tidak bisa lepas dari sosial media. Lalu, apa saja gangguan kejiwaan ringan akibat bermain sosial media? Yuk, simak ulasannya berikut ini.

1. Narcissistic Personality Disorder

Gangguan kejiwaan ringan ini biasa disingkat dengan NPD, di mana para penderita memiliki ciri mengagumi diri secara berlebihan, menganggap diri lebih baik dari orang lain, dan selalu ingin menjadi pusat perhatian. Biasanya, penderita suka meng-upload foto dengan gaya narsis dan tampak percaya diri. Selain itu, penderita memiliki sifat egois dan tidak punya empati. Sedangkan di dunia nyata, penderita ini bisa memandangi dirinya di depan cermin selama berjam-jam.

2. Addiction

Addiction dikenal sebagai kecanduan. Mulai dari kecanduan dalam menggugah sesuatu, mengecek media sosial, menonton youtube, bermain game online, sampai membuat status di media sosial setiap saat. Akibatnya, penderita menjadi kurang fokus, sulit tidur, dan malas. Apakah Anda termasuk salah satunya?

3. Internet Asperger Syndrome

Gangguan jiwa ringan ini cukup unik. Lantaran, seseorang bisa berubah sikap antara dunia maya dan nyata. Contohnya, jika di dunia nyata orang tersebut pendiam, tapi di dunia maya, ia bisa menjadi orang yang humoris bahkan kejam atau kasar dan senang mengomentari postingan orang. Bisa juga kebalikannya. Di dunia nyata dia kasar, tapi di dunia maya dia sangat baik. Wah, harus hati-hati, nih.

4. Voyeurism

Gangguan kejiwaan ringan yang patut diwaspadai adalah Voyeurism, atau dikenal dengan mengintip. Dalam dunia sosial, gangguan ini dikenal dengan stalker di mana seseorang selalu ingin tahu, memiliki rasa penasaran yang tinggi, dan juga menjadi obsesif secara berlebihan. Menakutkan, bukan?

5. Fear of Missing Out

Gangguan ini dikenal dengan nama FOMO, gangguan kejiwaan ringan di mana seseorang selalu mengikuti trend di sosial media. Penderita cenderung merasa cemas jika tidak bisa terhubung dengan sosial media walau hanya sebentar. Namun, banyak yang tidak sadar akan hal ini. Wah, gimana jadinya kalau gak ada jaringan internet, ya, guys?

6. Munchausen Syndrome

Siapa, nih, yang suka mem-posting atau membagikan hal-hal tragis di sosial medianya? Hati-hati, lho. Bisa saja Anda memiliki gangguan kejiwaan ringan. Parahnya, penderita ini hobi mengarang cerita tragis tentang kehidupan pribadinya hanya untuk mendapatkan perhatian lebih dari orang lain. Penderita bahkan tidak peduli jika yang dia ungkapkan adalah sebuah kebohongan. Baginya, yang terpenting adalah mendapat banyak perhatian dan mendapat follower.

7. Compulsive Shopping

Siapa, sih, yang tidak suka berbelanja? Sebagian wanita menganggap bahwa shopping adalah sebagai hobi. Adanya sosial media mengakibatkan mudahnya dalam berbelanja. Tak perlu keluar rumah, seseorang bisa mendapatkan barang yang diinginkan lewat sosial media. Namun, tahukah Anda bahwa ini bisa menjadi gangguan kejiwaan ringan? Berawal dari perasaan puas dapat belanja melalui smartphone, dapat berkembang menjadi kebiasaan impulsif di mana seseorang membeli barang yang sebenarnya tidak dibutuhkan.

Nah, itulah 7 gangguan kejiwaan ringan akibat sosial media yang patut Anda waspadai. Sindrom apa saja yang Anda miliki?

 

*Artikel merupakan kiriman kontributor. Semua isi artikel merupakan tanggung jawab penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *