Hai Generasi Milenial, Belajar Zero Waste, yuk!

Dears, masalah sampah saat ini sudah masuk dalam tahap mengkhawatirkan. Banyak ekosistem yang rusak, lautan tercemar, kematian tragis hewan-hewan liar, dan lain sebagainya. Sebagai generasi milenial, secara tidak langsung kita juga turut bertanggung jawab atas keadaan ini.

Bukan hal yang baru lagi jika sesuatu yang praktis dan instan itu sangat digemari. Misalnya, makanan dan minuman instan, barang-barang sekali pakai, dan lain sebagainya. Ternyata, hal-hal seperti itu justru merupakan penyumbang sampah terbesar di bumi ini. Karena itulah gerakan Zero Waste beramai-ramai digaungkan di mana-mana. Sudah ikutan, Dears? Ada beberapa cara sederhana yang bisa kita lakukan untuk berpartisipasi dalam gerakan ini. Simak, yuk!

1. Membawa Saputangan atau Lap Kain

Foto: pexels.com

 

Selama ini, kita terbiasa menggunakan tisu untuk membersihkan berbagai hal. Lap, kemudian buang, praktis! Tahukah kamu berapa jumlah pohon yang dihabiskan untuk membuat tisu? Konon, untuk membuat 40 lembar saja dibutuhkan sebuah pohon yang usianya 6 tahun. Berapa lamakah waktu yang diperlukan untuk menghabiskannya? Kalikan dengan jumlah pemakai tisu setiap hari. Banyak pohon yang harus ditebang. Sementara, untuk menumbuhkannya memerlukan waktu yang lama. Yuk, ganti tisu dengan saputangan atau lap kain. Alternatif lainnya bisa juga menggunakan tisu reuseable yang dapat dipakai berkali-kali. Sedikit repot karena harus dicuci. Namun, sebanding dengan upaya penyelamatan pohon yang kita lakukan, Dears!

2. Menghindari Pemakaian Wadah Sekali Pakai

Foto: pexels.com

 

Botol plastik, cup mi atau kopi instan, kemasan styrofoam, dan sebagainya, adalah wadah-wadah sekali pakai yang umumnya digunakan. Praktis, karena langsung dibuang setelah dipakai. Ternyata, kepraktisan inilah yang menyebabkan produksi sampah semakin meningkat. Cara untuk menghindarinya sederhana saja, Dears. Sebisa mungkin hindarilah wadah sekali pakai. Bawa bekal makan dan minum dari rumah, sehingga kita tidak perlu membeli di luar. Jika memang ingin jajan, minum kopi, atau lainnya, gunakan tumbler dan kotak makan sebagai wadahnya. Jadi, tak ada kemasan dan kantong plastik yang akan menjadi sampah nantinya. Terasa sedikit ribet di awalnya, namun lama kelamaan akan jadi kebiasaan bagus. Apalagi, saat ini desain tumbler dan kotak makan sudah banyak pilihannya. Dijamin tidak akan ketinggalan gaya.

3. Menghindari Sedotan Plastik

Foto: pexels.com

 

Konon, jumlah sedotan plastik yang digunakan setiap harinya di Indonesia lebih dari 90-an juta. Wow! Jumlah yang fantastis, ya? Semua sedotan plastik ini berasal dari bermacam-macam minuman yang kita konsumsi. Padahal, tanpa sedotan pun sebenarnya kita masih bisa minum. Nah, jika tetap ingin memakai sedotan, belilah sedotan reuseable yang bisa digunakan berkali-kali. Ada yang terbuat dari stainless, kaca dan bambu. Biasanya dijual per set, terdiri dari beberapa model dan dilengkapi sikat pembersihnya.

4. Menghindari Kantong Plastik

Foto: pexels.com

 

Salah satu jenis sampah yang paling banyak dihasilkan oleh penduduk bumi adalah plastik. Padahal, penguraiannya di alam memerlukan waktu ratusan tahun. Sementara, setiap harinya sampah-sampah plastik itu terus saja bertambah. Cara sederhana untuk menghindarinya adalah dengan membawa tote bag sendiri jika berbelanja. Ke mana pun kita pergi, baik ke supermarket, pasar atau bahkan ke warung, tote bag ini harus selalu tersedia. Selain itu, bawa wadah sendiri untuk menyimpan langsung ikan, daging, dan bahan makanan lainnya. Upayakan semaksimal mungkin tidak ada kantong plastik yang kita bawa pulang ke rumah.

5. Memanfaatkan Kembali Wadah Bekas Kemasan

Foto: pexels.com

 

Dengan sedikit kreasi, kita bisa memperoleh wadah-wadah cantik dari bekas kemasan. Misalnya, kotak bekas es krim atau cereal untuk wadah permen, aksesori, dan lain-lain. Begitu juga dengan botol-botol kaca, bisa dijadikan vas bunga, tempat jus, tempat pensil, dan masih banyak lagi kreasi lainnya. Tinggal dicat, dibungkus kertas kado atau diberi hiasan agar tampilannya lebih menarik.

Kelima cara ini bisa kita praktikkan secara perlahan, Dears. Mengubah hal-hal besar itu sulit. Maka ubahlah dari diri sendiri terlebih dahulu. Sesuatu yang sederhana, jika dilakukan oleh banyak orang, akan berdampak besar juga pada akhirnya. So, zero waste, kenapa tidak?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *