Foya-foya Tak Masuk Hitungan! Kenali 5 Ciri Positif Para Generasi Milenial

Berdasarkan pernyataan Pew Research Center, generasi milenial atau dikenal juga sebagai generasi Y adalah orang-orang yang lahir antara tahun 1981-1996. Banyak pihak beranggapan negatif terhadap generasi milenial. Individualis, mendahulukan hobi dibandingkan investasi, ketergantungan dengan internet hingga berdampak pada kecanduan, serta senantiasa mengandalkan browsing sebagai sumber utama mendapatkan informasi, merupakan beberapa karakteristik generasi Y yang membuat mereka dicap minus.

Dilansir laman financialku.com (5/7/17), ada beberapa kelompok generasi yang lahir sepanjang 100 tahun terakhir. Pertama, generasi baby boomers yang lahir di bawah tahun 1960. Generasi X yang mulai kenal dengan komputer dan memiliki pola pikir lebih inovatif, lahir pada tahun 1961-1980. Generasi Y atau yang populer dengan sebutan milenial. Generasi Z yang lahir sepanjang tahun 1995-2010. Terakhir yaitu generasi alpha dengan tahun kelahiran 2010 hingga saat ini. Di balik cap buruk generasi milenial, ternyata banyak hal positif yang dapat kamu petik dari mereka, lo. Apa saja, sih, ciri generasi milenial yang positif? Check this out, Dears!

1. Open Minded

Generasi milenial tidak sulit memperoleh informasi dan melakukan komunikasi dengan orang dari dalam maupun luar negeri. Mereka juga cenderung berpikiran terbuka. Tidak mudah percaya pada satu sumber berita. Kelompok generasi Y yang positif, umumnya akan browsing sebanyak mungkin sumber informasi. Meneliti dan mencermati satu demi satu bacaan tersebut, hingga akhirnya mampu menarik kesimpulan yang tepat.

2. Pandai Memanfaatkan Teknologi Untuk Berkreasi

Mereka yang lahir pada 1981-1996 sudah sangat familier terhadap teknologi dan senantiasa bersinggungan dengan bermacam media sosial. Tidak cuma menghiasi beranda dengan beragam foto indah menawan, mereka pun pintar memanfaatkan kedahsyatan media sosial untuk berkarya dan berkreasi. Beragam profesi kreatif pun lahir dari para milenial. Beberapa contohnya yaitu freelance writer, founder start-up, selebgram, youtuber, dan sebagainya.

3. Inovatif

Dengan energi positif yang dimiliki, para generasi milenial pun hobi melakukan bermacam inovasi, terutama dalam berkarya dan bekerja. Mereka sangat inovatif, berani mencoba, mendobrak pakem lama, dan piawai menelurkan sesuatu yang baru. Sebut saja para pebisnis muda yang hadir dengan beragam produk nyeleneh. Inilah bukti bahwa image generasi milenial bukan sebatas suka foya-foya, boros, atau abai terhadap masa depan, tapi mereka juga selalu berpikir out of the box.

4. Bersenang-senang Bisa Jadi Uang

Tak dapat dimungkiri bahwa orang-orang milenial memang gemar melakukan perjalanan atau traveling. Sesuatu yang dulunya merupakan kebutuhan sekunder, dalam dunia para milenial menjelma menjadi kebutuhan pokok. Mereka tak segan menabung atau memiliki anggaran khusus untuk jelajah aneka destinasi impian di dalam maupun luar negeri, Dears.

Hal yang membedakan dengan generasi sebelumnya ialah para milenial tak sekadar bisa menghabiskan uang sepanjang melakukan traveling. Melalui berbagai pengamatan dan rekam jejak selama berkunjung ke suatu daerah, mereka dapat “mencetak” uang kembali, lo. Caranya? Bisa melalui jepretan atau menjual hasil foto traveling ke situs-situs yang menjual foto (stockfresh.com, veer.com, atau fotolia.com) atau menjadikan pengalaman berkunjung sebagai bekal untuk menulis artikel yang bisa kamu kirimkan ke media cetak maupun online berbayar. Fresh setelah traveling, dapat fee juga berbekal pengalaman tak terlupakan tersebut. Asyik banget, Dears!

5. Pamer Positif

Menjadikan media sosial dan internet sebagai sesuatu yang wajib diakses setiap hari, membuat generasi milenial lebih kreatif. Bukan hanya bersenang-senang dengan beragam medsos, kebanyakan malah menggunakannya untuk pamer positif. Mempromosikan gambar atau foto via Instagram, link artikel di-share melalui Facebook, sampai dengan menjajakan keahlian yang dipunyai, sehingga membuka peluang untuk memperoleh job lebih cepat.

Image minus amat lekat dengan generasi milenilal. Kamu yang lahir sebagai generasi Y sebaiknya membentengi diri agar tidak ikut arus negatif akibat terbuka luasnya arus informasi dan komunikasi di era digital. So, jadilah generasi milenial yang positif dan kreatif, yaps!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *