Emotional Eating Membahayakan Kesehatan, Loh! Yuk Terapkan 4 Tips Ini, Dears!

Dears, pernahkah kamu sangat ingin makan saat sedang emosi, galau, marah atau sedih?  Benar, hal ini sering kita jumpai dan dianggap wajar oleh kebanyakan orang khususnya banyak dialami wanita. Sayangnya, segala sesuatu yang berlebihan tentu tidak berakhir baik. Nafsu makan yang tak terkendali bisa membahayakan kesehatan, lho.

Para ahli mengatakan kecenderungan ini dikenal dengan istilah emotional eating, suatu keadaan seseorang tidak bisa berhenti makan karena bertujuan ingin membunuh atau menekan emosi negatifnya. Menurut Alison Knot, seorang ahli diet menjelaskan  jika hormon kortisol dalam tubuh akan meningkat ketika seseorang tengah mengalami emosi yang tak terkendali. Hormon kortisol ini juga memicu orang terdorong memilih makanan yang kaya akan kadar gula dan lemak. Kadar gula dan lemak berlebih akan berdampak buruk pada metabolisme tubuh, salah satunya penyebab utama obesitas, lho.

Berikut ini 4 tips menghindari emotional eating atau kecenderungan makan berlebih ketika sedang emosi. Yuk, kita coba, Dears!

1. Ketahui Alasan Ingin Makan

Foto: Unsplash

Kecerundangan tidak berhenti makan ketika emosi ini kebanyakan karena sebuah dorongan ingin makan padahal perut tidak merasa lapar. Bahkan keadaan tidak merasa kenyanglah yang lebih mendominasi. Jika hal ini tidak dihentikan atau dipagari tentulah diri sendiri yang akan menyesal di akhir. Sebab itu, sayangi diri sendiri dan temukan alasan ingin makanmu. Apakah tubuh fisikmu benar-benar membutuhkan makanan? Atau malah hanya sekadar mengusir perasaan bosa, sedih, marah dan galau.

2. Mengenali dan Menerima Diri Sendiri

Foto: Unsplash

Istilah ‘sayur tanpa garam, kurang enak dan kurang sedap’ seperti sudah menjamur dan secara tidak langsung itulah hukum kehidupan. Bukankah betapa malang dan hambarnya hidupmu jika tak pernah ditimpa masalah dan musibah? Tapi terjebak dalam kubangan pikiran negatif karena gangguan sebuah masalah juga tak bagus, apa lagi jika tidak bisa mendefinisikan masalahmu seperti apa. Alangkah baiknya kenalilah diri sendiri dan terimalah. Mencoba memahami dan berdamai dengan diri sendiri patut kita coba, sebab secara psikis dapat meningkatkan jiwa positif. Hal ini bisa mengurangi emotional eating.

3. Atur Pola Makan dan Jangan Terlalu Terobsesi

Foto: Unsplash

Makan itu memang penting bagi tubuh, melalui kegiatan inilah badan melakukan metabolisme untuk menghasilkan tenaga. Tapi makan berlebihan sama sekali bukan pilihan yang bagus. Mencegah akan selalu lebih baik daripada mengobati, mengatur pola makan dan tidak terlalu terobsesi dengan makanan adalah langkah pencegahan yang terbaik. Coba bayangkan saja, jika kita sudah terobsesi dengan obyek tak terkecuali makanan, tentulah ada pikiran yang mengganggu sedikit saja langsung lari ke makanan. Sayangilah badanmu.

4. Berolahraga

Foto: Unsplash

Kita pasti sudah tak merasa asing dengan kata olahraga ‘kan? Selain olahraga itu bagus menjaga kebugaran jasmani, kegiatan bermanfaat ini sangat bagus dalam latihan mengontrol emosi, lho. Tahu tidak jika olahraga secara teratur dapat  mengurangi produksi hormon pemicu stres? Hal ini sama seperti yang diwartakan hallosehat.com, bahwa olahraga membantu menurunkan risiko depresi, kecemasan, dan insomnia, di samping mengurangi kencenderungan untuk terlibat dalam emotional eating. Jadi, jangan malas untuk berolahraga.

Dears, itulah 4 tips yang bisa kamu coba untuk mengendalikan diri dari emotional eating.  Selain hal yang dipaparkan di atas juga masih banyak kegiata positif yang bisa digali di lingkungan tempat tinggal, loh. Semoga bermanfaat.

 

*Artikel merupakan kiriman kontributor. Semua isi artikel merupakan tanggung jawab penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *