Eksis Positif di Masa Haid? Ini Dia 7 Aktivitas yang Menambah Pahalamu, Dears!

Dears, Sayyid Sabiq dalam bukunya Fikih Sunnah menjelaskan, haid menurut bahasa artinya “mengalir” (as-sailan). Sedangkan menurut istilah, bermakna darah yang keluar dari kemaluan wanita sewaktu ia dalam kondisi sehat, bukan disebabkan oleh melahirkan atau cedera.

Meskipun haid dan peristiwa keluarnya jenis darah lain dari alat vital kaum Hawa sudah biasa dan sudah terjadi sejak berabad-abad silam, namun pengetahuan dan sikap sebagian (besar) muslimah belum merefleksikan pengetahuan dan kearifannya akan hal ini. Kaum muslimah tidak jarang terbawa opini maupun ‘tren’ di masyarakat bahwa saat haid adalah saat beristirahat dari aktivitas, santai dalam ibadah, rileks dalam amal, dan seterusnya.

Pendek kata, haid menjadi alat justifikasi kemalasan dan ketakutan tertentu bagi kaum muslimah. (Ummu Harits)

Kita tentu prihatin dengan fenomena di atas. Ketika dunia membutuhkan banyak peran yang dimainkan kaum Hawa ini, ketika umur kita pun amat terbatas, dan ketika kaum muslimah menghadapi tantangan global pula, pengetahuan kaum muslimah tentang hal-hal yang bersifat pribadi harus ditingkatkan dan diluruskan.

Nah, Dears, apa saja bekal yang dapat dipersiapkan muslimah agar tetap eksis positif, terutama ketika sang tamu istimewa ini datang? Berikut 7 di antaranya.

 

  1. Dzikrullah

Yaitu mengingat Allah dalam berbagai keadaan, baik ketika duduk, berdiri ataupun berbaring. Dzikrullah dilakukan dengan mengucapkan berbagai kalimat thayyibah berdasarkan tuntunan dari Rasullullah saw. Meskipun dzikir bisa dilakukan di sembarang waktu, Rasulullah saw dan para ulama memberikan contoh dzikir khusus di waktu pagi dan petang. Seorang ulama besar, Imam Hasan al-Banna telah menyusun dzikir tersebut dalam sebuah risalah kecil yang lebih dikenal dengan “Al-Ma’surat”. Banyak mengingat Allah juga dapat dilakukan dengan memperbanyak doa di setiap mengawali dan mengakhiri kegiatan.

 

2. Belajar Mengajar 

Menuntut ilmu adalah kewajiban setiap kaum muslimin; laki-laki maupun wanita. Banyak cara menuntut ilmu yang bisa kita tempuh, yang paling utama adalah belajar di sekolah-sekolah, kampus-kampus, atau pesantren, dan semisalnya.

Belajar mengajar di sini dapat dilakukan dengan mendatangi majelis-majelis ilmu; mendengarkan ceramah, pengajian dan berbagai taushiyah dari para asatidz dan ulama. Membaca buku-buku agama yang bermanfaat atau CD ke-Islaman yang bertujuan menuntut ilmu. Dengan menuntut ilmu, setiap manusia bisa mengabdi kepada Allah dengan sebaik-baiknya.

 

3. Berbakti kepada Orang Tua

Sebagai anak, seorang wanita harus berbakti kepada ibu bapaknya (birrul walidain). Berbakti kepada orang tua adalah amal yang sangat besar pahalanya. Di antara etika birrul walidain adalah mendahulukan ibu, kemudian bapak. Termasuk berbakti kepada orang tua ialah tetap menyambung tali silaturahim kepada sahabat-sahabatnya.

Firman Allah tentang keutamaan berbakti kepada orang tua adalah dalam Quran Surat Luqman: 14 yang artinya:

Dan Kami wasiatkan kepada manusia untuk berbuat baik kepada kedua orang tuanya. Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang amat sangat dan baru menyapihnya setelah dua tahun. Sebab itu, bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang tuamu.

 

4. Berkhidmat kepada Suami

Wanita haid tidak terhalang untuk bermesraan dengan suaminya kecuali satu hal, yakni berhubungan suami istri. Oleh karena itu, seorang muslimah tetap bisa mereguk pahala dengan bekhidmat kepada suami. Di antaranya dengan cara:

  • Menaati suami dalam kebaikan
  • Menjaga kehormatan suami dan hartanya
  • Menjaga hak suami
  • Menjaga rumah dan mendidik anak
  • Berbuat baik terhadap keluarga suaminya

 

5. Menambah Hafalan Alquran dan Hadits

Menghafal Alquran dapat mempertajam daya pikir, disamping tentu saja menjadikan lisan lebih fasih. Semakin banyak orang menghafal Alquran, semakin kuat daya ingatnya. Sedangkan menghafal hadits menjadi salah satu bukti  kecintaan seseorang terhadap baginda Nabi Muhammad Saw.

 

6. Memperbanyak Infak atau Sedekah

Khadijah adalah profil wanita yang menginfakkan semua hartanya di jalan Allah. Berinfak insya Allah akan menghasilkan pahala besar berpuluh-puluh kali lipat, bahkan sampai ratusan kali lipat. Infak dapat membantu saudara-saudara kita yang membutuhkan dan kekurangan.

 

7. Menambah Frekuensi Silaturahim

Nabi Saw pernah bersabda:

Barangsiapa ingin diluaskan dan diperpanjang umurnya, hendaklah ia menyambungkan tali silaturahim. 

Dears, ketika haid, kamu bisa membuat jadwal kunjungan silaturahim ke beberapa kenalan. Dengan demikian, kamu akan meraih pahala dari aktivitas ini.

Nah, Dears, dengan 7 bekal seperti yang tertulis di atas, para muslimah tetap bisa eksis positif dalam mencari pahala di masa haid, seperti halnya ketika ia tidak dalam kondisi haid. Selamat berburu pahala, ya, Dears!

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *