Dears, Waspadai 8 Penyebab Gangguan Kesehatan Jiwa yang Mengancam Kaum Muda

Manusia adalah makhluk yang diciptakan Tuhan dengan komposisi sangat sempurna baik secara fisik, akal pikiran, naluri maupun jiwa. Semua karunia ini harus dijaga dengan berbagai upaya agar terwujud kesehatan yang prima. Kita sebagai orang tua harus waspada Dears, karena tantangan yang dihadapi oleh kaum milenial saat ini sangat luar biasa. Simak beberapa hal yang harus diwaspadai agar kesehatan jiwanya tetap terjaga..

Perubahan Menuju Kedewasaan

Foto: Pexels.com

Masa remaja dan dewasa muda rentan masalah kesehatan jiwa karena kehidupan yang dipengaruhi oleh perubahan fisik dan psikologis. Secara fisik bentuk tubuh yang mulai berbeda memberikan tanggung jawab, suasana hati, perilaku, model interaksi dan tuntutan sosial yang berbeda. Menjadi orang dewasa yang diharapkan masyarakat ternyata menjadi beban tersendiri buat mereka. Tapi jangan khawatir Dears, karena semua orang mengalami hal yang sama. Jika orang lain berhasil melewati masa sulit ini, kita harus yakin bahwa mereka akan juga mampu melewatinya. Sebagai orang tua, adalah tugas kita untuk mendampinginya dengan penuh perhatian dan kasih sayang.

Teknologi Informasi

Foto: Pexels.com

Perkembangan teknologi yang sangat pesat saat ini terjadi bisa menjadi salah satu penyebab terjadinya gangguan kesehatan jiwa karena menghambat mereka untuk terus beraktivitas dan mengembangkan diri melalui kegiatan nyata.  Electronic Screen Syndrome, Internet Addiction Disorder, Internet Gaming Disorder adalah gangguan kejiwaan yang disebabkan oleh ketidak-tepatan penggunaan teknologi informasi. Karenanya, pastikan penggunaan teknologi secara wajar sehingga tidak menyebabkan kecanduan. It’s okey bermain game online, tapi seimbangkan dengan aktivitas fisik dan sosialisasi di dunia nyata. Berikan perhatian lebih banyak jika anak lebih suka menyendiri di kamarnya dalam waktu yang tidak wajar, karena kecanduan terhadap game online ini akan membuat anak tidak mudah membedakan kehidupan nyata dan dunia maya.

Beban Jam Pelajaran

Foto: Pexels.com

Beban jam pelajaran yang terlalu tinggi, tuntutan kelulusan  dengan standart tinggi dan persaingan antar sekolah menjadi sekolah berprestasi ternyata membuat remaja dan dewasa muda tertekan secara psikis. Tidak mudah melewati semua ini Dears, namun yakinkan bahwa mereka adalah masterpiece, memiliki keunikan, kepandaian dan kecerdasan yang berbeda dengan orang lain. Jika mereka memiliki minat, bakat dan kecerdasan di bidang tertentu, inilah saatnya mereka disupport untuk mengembangkan diri. Tidak perlu mengekor pada ide atau orang lain. Buktikan bahwa mereka memiliki sesuatu yang patut dibanggakan. Sampaikan bahwa nilai akademik bukan satu-satunya indikator keberhasilan dalam proses pembelajaran, sehingga anak tidak tertekan dengan segala aktivitas sekolahnya.

Perundungan (Bulliying)

Foto: Pexels.com

Kasus perundungan di lingkungan sekolah atau pergaulan yang saat ini marak terjadi membuat remaja dan dewasa muda semakin rentan terhadap gangguan kesehatan jiwa. Perundungan terjadi jika kita berada dalam posisi lemah baik secara fisik maupun psikis. Karena itu, jadikan mereka remaja dan dewasa muda yang tangguh dengan melakukan aktivitas fisik secara rutin sehingga badan menjadi lebih sehat dan bugar. Jangan biarkan orang lain mengejek dan merendahkannya, dengan cara meningkatkan pengetahuannya di segala bidang. Perundungan yang terjadi seringkali tidak diketahui oleh orang tua dan guru, sehingga keterbukaan dengan anak adalah kuncinya. Jika anak terbiasa terbuka, menganggap orang tua sebagai sahabat, maka perundungan akan dapat dicegah dengan mudah.

Kesejangan Sosial

Foto: Pexels.com

Kesenjangan sosial – ekonomi pada remaja dan dewasa muda dapat menimbulkan depresi yang tidak mudah dihadapi. Saat dimana remaja lain bersekolah, mungkin ada sebagian dari mereka yang harus mencari nafkah menghidupi diri dan keluarga. Jika ada anak muda di sekitar kita yang kurang beruntung, sebagai orang tua kita harus ikut berperan dengan meyakinkan kepada mereka bahwa selalu ada jalan jika kita mau berusaha. Orang tua harus ikut mensupport kaum muda di lingkungan tempat tinggalnya, sehingga teman sebaya anak-anak kita dipastikan adalah anak-anak yang baik meski tidak mengenyam pendidikan formal. Saat ini pemerintah menggalakkan program pengentasan pekerja anak agar kembali ke dunia pendidikan, sehingga selain bekerja mereka tetap dapat memperoleh akses pendidikan. Pemerintah juga memberikan kesempatan mengikuti berbagai kursus dan pelatihan gratis bagi yang tidak dapat mengenyam pendidikan formal sampai tuntas

Disablititas

Foto: Pexels.com

Terlahir sempurna adalah harapan semua individu. Namun terlahir dengan kesempurnaan juga bukan segala-galanya. Banyak orang yang sukses dengan keterbatasan fisik dan menjadi inspirasi bagi begitu banyak orang. Jika mereka terlahir sebagai individu yang tidak sempurna secara fisik, pastikan mereka tidak berkecil hati Dears. Peran orang tua sebagai orang terdekat memang sangat diperlukan untuk tumbuh dan berkembang dengan sempurna, namun sebenarnya semangat sebagai individu merdeka yang akan menjadikan mereka sebagai inspirator bagi orang lain.

NAFZA

Foto: Pexels.com

Orang tua harus sadar bahwa remaja dan dewasa muda saat ini dikepung dengan narkotika, psikotropika dan zat adiktif lainnya. Kita harus tahu bahwa NAFZA ini tidak hanya berpengaruh pada kesehatan badan, tetapi juga mempengaruhi kesehatan jiwa, sehingga mereka harus hati-hati bergaul. Berikan pengertian bahwa mereka membutuhkan teman yang baik, jangan sampai terbawa pergaulan yang menjerumuskan. Berikan contoh bahwa banyak selebritis dan sosialita kita yang sukses dan keren tanpa NAFZA.

Bencana

Foto: Pexels.com

Setiap remaja dan dewasa muda berada dalam kondisi rentan bencana alam. Beberapa remaja dan dewasa muda tiba-tiba harus hidup seorang diri sementara secara fisik dan psikis belum mampu bertahan hidup. Bencana adalah hal tak terduga yang mungkin terjadi pada siapapun, sehingga tidak ada salahnya mereka mulai belajar  lifeskill sejak saat ini. Ketrampilan adaptif dan posistif yang membuat mereka dapat menyelesaikan permasalahan, kebutuhan dan tantangan sehari-hari dengan efektif sangat diperlukan Dears. Setidaknya mereka akan siap kapanpun harus berpisah dari orang tua, meskipun saat ini secara khusus  pemerintah mulai melakukan  intervensi pada segmen orang muda korban bencana.

Dears, be aware person.. Jadikan anak-anak kita sebagai remaja dan dewasa muda yang kuat secara fisik dan mental, dengan mensupport mereka untuk melakukan aktivitas positif yang melibatkan banyak orang seperti bersosialisasi dan berorganisasi. Berikan pemahaman mengenai budaya bangsa kita dengan lebih baik karena keramahan, gotong royong, empati dan persatuan membuat mereka tidak merasa sendirian menghadapi tantangan zaman saat ini. Semoga anak-anak kita tumbuh dan berkembang bersama menjadi generasi milenial yang sehat jiwa dan raga.

 

*Artikel merupakan kiriman kontributor. Semua isi artikel merupakan tanggung jawab penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *