Dears, Lakukan 8 Hal Ini Saat Anak Mogok Sekolah

Orang tua selalu memberikan yang terbaik untuk anaknya, termasuk memasukkan anak ke sekolah terbaik dengan harapan anaknya mempunyai masa depan yang lebih baik. Untuk memilih sekolah tentunya orang tua sudah berunding dan mempertimbangkan banyak hal termasuk didalamnya kemampuan financial. Namun kadang kenyataan berbicara lain, apa yang dilakukan orang tua belum tentu sesuai harapan. Kadang-kadang anak mogok sekolah karena sesuatu dan lain hal. Saat itu  orang tua pasti merasakan kesedihan mendalam. Nah jika hal itu terjadi, saatnya orang tua melakukan hal-hal berikut..

Tanya Kenapa

Anak pada dasarnya senang bersekolah, terutama pada anak-anak usia usia dini dan sekolah dasar. Mereka adalah manusia-manusia kecil yang sedang belajar bersosialisasi. Dalam prosesnya mungkin timbul pertentangan atau bentrokan dengan teman sekolahnya. Jika bentrokan tersebut yang menyebabkan anak mogok sekolah, maka diskusikan hal tersebut dengan bahasa yang mudah dipahaminya. Sampaikan bahwa tidak ada teman yang nakal, tetapi temannya melakukan sesuatu yang membuatnya tidak nyaman tanpa disengaja. Pada anak usia dini, dampinngi anak untuk menyelesaikan permasalahannya di sekolah jika perlu, sehingga permasalahan ini tidak menyebabkan mogok sekolah seterusnya.

Komunikasi dengan Guru

Jika anak tetap tidak mau sekolah setelah dilakukan diskusi dan menggali informasi, maka kita harus berkomunikasi dengan gurunya. Tanyakan apakah ada persoalan di sekolah yang membuat anak tidak nyaman. Beberapa anak lebih suka bermain di taman bermain daripada mengikuti sesi ‘opening’ bersama guru karena karena di rumah atau di lingkugan tempat tinggalnya tidak ada taman bermain. Bagi anak sekolah dasar, beberapa anak tidak menyukai mata pelajaran tertentu atau mngkin dibully oleh teman-temannya. Guru akan mengambil langkah tertentu yang dipandang tepat dalam menangani anak yang mogok jika permasalahannya terjadi di sekolah.

Waktu Sekolah Terlalu Lama

Foto: Pexels

Anak usia dini memiliki tingkat konsentrasi yang berbeda dengan anak yang lebih besar. Jika sekolah menerapkan waktu pembelajaran yang terlalu lama, anak akan merasa bosan dan tidak berkonsentrasi. Baginya bermain lebih menarik daripada sekolah, sehingga orang tua perlu memberi masukan kepada sekolah jika dirasa waktu pembelajaran lebih lama daripada waktu bermainnya. Beberapa sekolah menerapkan sistim pembelajaran full day, namun kurang memahami dan melihat kebutuhan anak dalam bermain dan beristirahat. Jika sekolah tidak mau menerima masukan kita, ada baiknya dipertimbangkan untuk pindah sekolah ke tempat yang lebih menyenangkan untuk anak daripada anak mogok sekolah.

Sudah Capek Sampai Sekolah

Apakah ananda lebih suka bermain gadget daripada bersosialisasi di rumah? Pertimbangkan untuk mengurangi waktu bersama gadget ya Dears. Doronglah anak untuk lebih banyak bersosialiasi dan berinteraksi secara nyata bersama teman sebayanya di rumah. Rasa capek yang timbul karena aktivitas fisik lebih mudah teratasi dengan istirahat dan tidur yang cukup, sedangkan rasa capek yang timbul dari penggunaan gadget dalam waktu lama membutuhkan lebih banyak waktu untuk pemulihan. Bagi anak yang lebih besar, jangan diikutkan kelas bimbingan belajar atau kegiatan ektra kurikuler setiap hari. Biarkan anak memilih kegiatan yang menyenangkan saja. Selain itu biasakan anak tidur lebih awal terutama pada hari-hari sekolah.

Kurang Waktu Bersama

Pada dasarnya anak lebih senang berada bersama-sama dengan keluarganya. Jika orang tua terlalu sibuk bekerja atau melakukan aktivitas yang tidak melibatkan anak, anak akan merasa kurang belaian dan kasih sayang. Jika oran tua terpaksa harus bekerja sepanjang hari, maka pada malam hari dan saat hari libur orang tua harus meluangkan waktu bersama anak. Jangan sampai kita sibuk dengan gadget kita sementara anak tidak bersama kita sepanjang hari itu. Jika memungkinkan untuk membawa anak dalam aktivitas kita, maka bawalah. Sekali-kali bawalah anak mengikuti pertemuan di lingkungan kita, berbelanja atau bertemu klien jika hal itu memungkinkan. Dengan demikian anak tidak akan merasa diabaikan oleh orang tuanya dan merasa enjoy meski harus berpisah beberapa saat karena bersekolah.

Cari Perhatian Orang Tua

Foto: Pexels

Anak memerlukan perhatian yang cukup dari orang tuanya, sehingga jika orang tua abai terhadap kebutuhan ini, akan akan mencari perhatian, salah satunya dengan cara mogok sekolah. Orang tua biasanya akan malu jika anaknya tidak mau sekolah dan saat itu orang tua baru menyadari bahwa memilih sekolah terbaik saja tidak cukup. Sekolah pada dasarnya adalah rumah kedua bagi anak, sehingga kita harus menjadikan rumah pertamanya sebagai tempat yang hangat dan penuh dengan perhatian. Jika anak mogok sekolah orang tua juga perlu waspada, jangan-jangan ada kebutuhan anak yang tidak terpenuhi selama berada di rumah tetapi ia tidak mampu mengungkapnya secara verbal. Bicaralah dari hati ke hati pada anak yang mulai memasuki masa baligh, karena pertumbuhan fisik dan psikisnya membutuhkan dukungan kita sepenuhnya.

Hadiah Menyenangkan

Kadang-kadang orang tua perlu memberikan hadiah kepada anak yang rajin sekolah meskipun tidak menunjukkan prestasi seperti yang diharapkan banyak orang tua. Nilai akademis saat ini tidak menjamin keberhasilan anak dalam kehidupannya, terutama jika karakter anak tidak menunjukkan kemandirian, kepercayaan diri,  kebaikan terhadap sesama dan ketangguhan menghadapi masa depan. Apapun yang dilakukan anak saat berada di sekolah dan apapun hasilnya secara akademik, orang tua wajib memberika penghargaan. Sekali-kali berilah hadiah untuknya. Ajaklah berekreasi kemana dia suka, belikan barang yang disukainya selagi itu aman dan sesuai dengan usianya dan jangan lupa untuk memujinya dihadapan orang lain sehingga anak merasakan kebanggaan.

Niat Tulus Orang Tua

Apapun yang dilakukan orang tua untuk anaknya harus dilakukan dengan tulus. Menyekolahkan anak bukan semata-mata karena gengsi, tetapi karena kita ingin mempersiapkan masa depan anak dari saat ini melalui sekolah terbaik. Jangan memaksakan anak mencapai prestasi tertentu karena kita ingin dipuji orang lain. Jika kita melakukan semua hal dengan tulus, maka anak akan meberikan imbal balik yang setimpal dengan harapan kita, karena pada jiwa polosnya anak memiliki hati yang berfrekuensi sama dengan kita.

Dears, ingatlah bahwa mogok sekolah tidak melulu kesalahan anak, tetapi kita sebagai orang tua harus mawas diri dan berusaha memperbaiki kesalahan yang kita lakukan. Semoga dengan perbaikan yang kita lakukan anak menjadi bersemangat bersekolah demi masa depannya.

 

*Artikel merupakan kiriman kontributor. Semua isi artikel merupakan tanggung jawab penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *