Dears, Kenali Gaslighting dalam Toxic Relationship

Manusia, diciptakan berpasang-pasangan antara laki-laki dan perempuan. Hubungan ini tentu saja menjadi penting selain hubungan keluarga atau pertemanan, mengingat manusia mempunyai akal dan naluri menyukai lawan jenisnya. Ungkapannya bisa naksir, sayang, juga cinta.

Kawula belia, yang mulai menapaki dunia percintaan dan dikukuhkan dengan sebutan pacaran. Berstatus pacaran, semestinya dua sejoli yang terlibat di dalamnya tengah dimabuk asmara dan sebisa mungkin menjaga hubungan agar tetap berjalan baik.

Di tengah perjalanan sudah pasti kecil kemungkinan berjalan mulus tanpa ada masalah. Ada kalanya dibumbui dengan beragam konflik. Kalau masih sayang, kedua pihak akan bersikukuh tetap melanjutkan hubungan tersebut. Namun, pada beberapa hubungan, hanya satu pihak saja yang mati-matian mempertahankan keutuhan hubungan, sementara pihak yang satu lagi selalu menyanggah pendapat pihak pertama.

Sumber : health.detik.com

Contohnya, dalam suatu pertengkaran pasanganmu selalu merespon pendapatmu dengan negatif. Lebih parah, dia berusaha membuatmu berpikir bahwa kamulah yang menyebabkan pertengkaran itu dan miliki sifat buruk.

Jika sudah demikian, hubunganmu dan pasangan bisa dikategorikan toxic relationship yang disebut dengan gaslighting.

Gaslighting ini memanipulasi emosional maupun psikologi. Si ‘pelaku’ memanipulasi pikiran dan perasaan ‘korban’ sehingga ragu-ragu terhadap realitas tindakan atau sikapnya. Ujung-ujungnya korban akan ketergantungan pada pelaku untuk mengambil kendali atas sikap dan perasaan korban.

Sumber : piqsels.com

Nah, kenapa bisa muncul gaslighting? Kembali lagi, ada hubungan yang timpang satu sama lain. Salah satu pihak, yang boleh dikatakan ‘bucin’, menganggap pihak yang lain amat penting dan selalu berusaha membuatnya tidak marah bahkan ‘hilang’ cintanya.

Si manipulator, atau pelaku gaslighting, menganggap sikapnya sebagai bentuk ekspresi frontal, sehingga tidak merasa sedang memanipulasi siapapun.

Meskipun siapa saja bisa menjadi korban gaslighting, namun yang paling rentan adalah perempuan. Tentu saja, hal tersebut bisa jadi disebabkan karena adanya aliran perempuan harus selalu nurut kepada laki-laki.

Sependapat kan kalau gaslighting bisa menurunkan harga diri si korbannya. Jadi bagaimana kalau mau mencegah atau menyudahi toxic relationship jenis ini?

Percaya diri

Korban gaslighting umumnya adalah orang yang kurang percaya diri, sehingga membiarkan orang lain bisa meregulasi sikap dan perasaannya. Meningkatkan kepercayaan diri pada taraf wajar adalah hal yang harus dilakukan untuk menghindari seseorang mengambil alih perasaan atas dirimu.

Sumber : shopback.co.id

Selalu tenang

Pelaku gaslighting berupaya sedemikian rupa untuk melemahkan keyakinan dan sudut pandang kita terhadap suatu hal. Jika terjadi perselisihan dalam hubunganmu, upayakan selalu tenang. Ketenangan membuat pikiran menjadi jernih. Kita bisa menentukan dengan lebih bijak mengenai bagaimana kita akan bereaksi terhadap suatu masalah dan kita sekonyong-konyong menyalahkan diri sendiri dan mengiyakan segala yang dilontarkan si manipulator.

Sumber : winnetnews.com

Cinta sewajarnya

Pelaku gaslighting kebanyakan memiliki sifat narsistik yang tinggi karena tahu dirinya sebegitu dicintai oleh pasangannya. Akibatnya ia leluasa mengatur perasaan si korban dan membuatnya selalu merasa bersalah. Pelaku akan membuat korbannya percaya korbanlah yang sifatnya negatif dan menyebabkan pertengkaran.

Sumber : chanelmuslim.com

Perbanyak teman

Banyak bergaul membuat diri kita menemukan berbagai karakter orang. Setiap orang akan menghadirkan pelajaran yang bisa kamu petik dari pengalaman hidupnya. Kamu bisa menjadi semakin matang untuk memerdekaan perasaanmu daripada menggantungkannya pada seseorang secara keseluruhan.

Sumber : winnetnews.com

Gaslighting merujuk pada penyiksaan psikologis dalam hubungan interpersonal, dan segala bentuk penyiksaan itu sendiri pastilah tidak dibenarkan. Dears, diri kamu berharga, lho. Apa yang terasa sakit jika digenggam ya lepaskan saja. Berlaku untuk semua orang, terutama perempuan. Jangan berikan celah pada pelaku gaslighting untuk mempermainkan perasaan kita, ya.

Featured image: Photo by Kaboompics .com on Pexels
*Artikel merupakan kiriman kontributor. Semua isi artikel merupakan tanggung jawab penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *