keramas

Dears, Kamu Wajib Tahu Nih! 5 Trik Menyenangkan Agar Si Kecil Mau Keramas Saat Mandi

Dears, biasanya saat mandi si Kecil tidak mau bahkan memberontak ketika akan keramas. Ini hal wajar, karena saat keramas biasanya anak akan kesusahan untuk bernafas akibat guyuran air dan busa yang mengenai wajah mereka. Hal ini tentu membuat kegiatan mandi menjadi berantakan.

Namun, tentu hal ini tidak dapat dibiarkan karena jika anak tidak keramas maka banyak kotoran yang menumpuk di rambut dan dapat menyebabkan gatal bahkan ketombe. Namun kamu tidak perlu khawatir, Dears, berikut ini akan diulas mengenai 5 trik menyenangkan yang dapat membuat si Kecil mau keramas saat mandi. Simak yuk!

1. Melakukan beberapa permainan air yang menyenangkan untuk mengalihkan perhatiannya

Pict by. zwitsal.co.id

Mandi biasanya merupakan kegiatan menyenangkan yang disukai anak-anak, namun ketika akan keramas dapat berubah menjadi menakutkan untuk anak. Nah, untuk mengatasinya kamu dapat mencoba melakukan permainan air seperti dengan menggunakan pistol air, mainan berupa bebek, atau gelembung sabun untuk mengalihkan perhatian si Kecil.

Cara ini dapat membuat si Kecil menjadi senang dan sibuk dengan permainannya sehingga kamu dapat leluasa untuk mencuci dan membasukan sampo pada rambut si Kecil. Lakukan secara perlahan, agar anak tetap merasa senang dengan mainannya dan tidak merasa terganggu.

2. Melakukan aktivitas keramas dengan sampo pilihan anak

 

Pict by. Tribunnews.com

Trik menyenangkan yang kedua yaitu, berikan kesempatan anak untuk memilih sampo dengan aroma dan karakter yang mereka sukai. Kemudian ajak si Kecil mandi dengan sampo yang mereka pilih.

Untuk sampo anak biasanya dilengkapi dengan formula yang tidak pedih di mata, bahkan ada yang menggabungan sabun dan sampo dalam satu produk. Jadi, ini mambuat anak tidak takut matanya pedih ketika keramas sehingga mereka tidak menolak ketika akan di keramas.

3. Berikan kesempatan pada anak untuk mencuci rambutnya sendiri

Pict by. Kumparan.com

Si kecil sering menolak saat akan dikeramasi rambutnya? Sebaiknya jangan dipaksa ya, Dears, karena jika dipaksa biasanya akan menimbulkan trauma pada si Kecil. Jadi, agar anak tidak trauma, cobalah untuk memberikan kesempatan pada anak untuk mencuci rambutnya sendiri. Mungkin awalnya mereka akan sedikit takut, tapi biarkan mereka melakukannya berulang kali.

Biarkan anak mengatasi rasa takutnya terhadap air dan sampo, namun tetap dampingi mereka ya, Dears.

4. Gunakan shower hat agar mata anak tetap terlindungi

Pict by. Vidio.com

Dears, sama seperti halnya wajah, kulit kepala juga memiliki kelenjar minyak dan keringat lho. Jika anak dibiarkan tidak keramas, maka bakteri alamiah yang timbul jumlahnya akan semakin menumpuk dan dapat menyebabkan bau tidak sedap pada rambut anak.

Untuk itu, jangan memaksa anak yang akhirnya akan menyebabkan anak takut untuk keramas ya, Dears. Kamu dapat mengatasi rasa takut anak dengan menggunakan shower hat ketika akan keramas. Penggunaan shower hat bermanfaat untuk melindungi mata anak dari air dan busa sampo. Bentuknya yang berlubang di bagian tengah kepala, membuatnya efektif dipakai untuk keramas anak.

5. Membuat anak termotivasi dan merasa dihargai

Pict by. Alodokter

Tentunya harus ekstra sabar jika memang si Kecil memiliki ketakutan ketika diajak untuk keramas. Kamu dapat menghargai si Kecil untuk melalui prosesnya, bukan pada hasilnya ya, Dears. Nah, ketika anak sudah mulai menyukai keramas jangan lupa untuk meberikan pujian kepadanya. Selipkan juga ucapan terima kasih agar anak merasa dihargai.

Itulah beberapa trik yang dapat kamu lakukan agar anak tidak takut lagi ketika diajak keramas. Mungkin akan sulit diawal, namun jika kamu konsisten dan mengikuti beberapa cara tersebut. Tentunya perlahan anak akan dapat mengerti dan tidak perlu lagi dipaksa untuk melakukan aktivitas keramas saat mandi. Selamat mencoba.

 

Featured image: Photo by Georgia Maciel on Pexels
*Artikel merupakan kiriman kontributor. Semua isi artikel merupakan tanggung jawab penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *