air bersuci

Dears, Inilah Macam-Macam Air Mutlak yang Sah Untuk Bersuci. Kamu Harus Tahu

Dears, thaharah atau bersuci merupakan bab pertama yang dibahas dalam ilmu Fiqih. Karena, dari hal inilah segala ibadah dan niat baik kita akan dianggap sah. Seseorang yang memutuskan untuk masuk Islam harus bersuci terlebih dahulu, dalam artian lahir mau pun batin. Suci lahir artinya dia bebas dari hadast dan najis, bisa dengan berwudhu atau mandi besar. Sedangkan suci batin adalah terbebas dari penyakit-penyakit hati yang dapat mengotorinya.

Untuk bersuci secara lahir, kita mengenal dua media perantaranya yaitu air dan debu. Tapi, apakah segala jenis air bisa digunakan untuk bersuci? Tentunya tidak ya, Dears. Air yang sah digunakan untuk thaharah adalah air mutlak atau air yang suci dan mensucikan. Yang dimaksud adalah air murni yang belum atau tidak tercampuri oleh sesuatu yang najis.

Lalu, apa sajakah yang tergolong air mutlak itu? Kita simak, yuk!

1. Air Laut

Yup! Air laut adalah air yang suci dan mensucikan lho, Dears. Artinya, kita bisa berwudhu dengan menggunakan air ini. Terkait hal tersebut Rasulullah pernah bersabda bahwa ada salah seorang sahabat yang bertanya tentang boleh tidaknya berwudhu dengan air laut. Waktu itu dirinya sedang berlayar dan hanya membawa sedikit bekal air yang akan habis apabila digunakan untuk berwudhu.

Mendengar pengaduan sahabat ini, Rasulullah menjawab bahwa air laut itu suci dan mensucikan, bahkan bangkai yang ada di dalamnya pun halal. Hadist ini diriwayatkan oleh Al-Khamsah dan berstatus hasan shahih.

Mungkin air laut memang tercampuri atau terkotori oleh berbagai macam kotoran, namun karena kapasitasnya yang demikian banyak dan tidak terbatas, jadi kotoran tersebut tidak membawa pengaruh apa pun untuk air laut. Inilah dasar yang mengatakan bahwa air laut adalah mutlak.

2. Air Zamzam

Siapa yang tidak tahu mata air ajaib ini? Adanya zamzam adalah bukti dari perjuangan Siti Hajar mengarungi bukit Sofa-Marwah untuk mencarikan air bagi putranya, Ismail as. Namun, usaha itu ternyata tidak kunjung membuahkan hasil hingga sang putra mengentak-ngentakkan kakinya di padang pasir tempat dia tergeletak. Atas izin Allah, muncullah mata air zamzam yang bisa kita rasakan kesegarannya sampai saat ini.

Air zamzam termasuk dalam kategori air mutlak, ini berdasarkan hadist yang diriwayatkan oleh Ahmad. Bahwasanya Rasulullah pernah meminta Ali bin Abi Thalib untuk mengambilkan satu wadah air zamzam untuknya. Lalu, Rasulullah menggunakan sebagian air itu untuk minum dan sebagiannya lagi untuk berwudhu.

 


Pilihan Editor:

3 Kondisi Haid dan Hukum-hukum di Dalamnya yang Harus Wanita Ketahui

Begini Seharusnya Tata Cara Mandi Wajib Bagi Muslimah, Pahami Yuk, Dears!

Wow! Ini 5 Pekerjaan Keren untuk Muslimah Milenial, Nomor 3 Kece Banget


3. Air Hujan, Salju, dan Embun

Benar Dears, air hujan adalah air yang suci dan mensucikan yang bisa kita gunakan untuk thaharah. Ini sesuai dengan firman Allah dalam surat Al-Anfal ayat 11 yang artinya, “Dan Allah telah menurunkan kepada kalian air hujan dari langit untuk mensucikan kalian.”

Begitu pula halnya dengan salju dan embun, keduanya adalah air yang murni, suci dan mensucikan selama masih memenuhi syarat itu. Artinya, belum tercampur sesuatu yang dapat merubah zat, warna, atau baunya, ya. Mengenai hal ini Rasulullah telah bersabda dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Jamaah kecuali Tirmidzi.

Bahwasanya seorang sahabat bertanya apa yang Rasulullah baca saat beliau diam di antara takbir dan Al-Fatihah setiap shalat. Beliau pun menjawab bahwa beliau sedang berdoa yang artinya, “Ya Allah, jauhkanlah antara aku dan kesalahan-kesalahanku seperti Engkau menjauhkan antara Timur dan Barat. Ya, Allah bersihkanlah aku dari kesalahan-kesalahanku seperti kain putih yang dibersihkan dari kotoran. Ya Allah, bersihkanlah aku dari kesalahan-kesalahanku dengan es, air, dan embun.”

Berdasarkan hadist ini, maka es atau salju dan juga embun merupakan media yang saapabila digunakan untuk bersuci.

4. Air yang Berubah Karena Lama Tidak Mengalir

Selanjutnya yang termasuk dalam kategori air mutlak adalah air yang berubah karena lama tidak mengalir. Maksudnya, air jenis ini disebabkan oleh tempatnya atau karena tercampur oleh sesuatu yang tidak bisa dipisahkan dari air itu sendiri. Misalnya saja, telaga yang tenang dan tidak mengalir sampai tumbuh lumut atau dedaunan di dalam atau permukaannya. Meski air yang demikian warnanya mungkin akan berubah, tapi para ulama telah sepakat bahwa air tersebut suci dan mensucikan.

Nah, itu dia, Dears, macam-macam air mutlak yang bisa kita gunakan untuk bersuci. Semoga bisa menambah ilmu dan bermanfaat, ya!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *