Dears, Inilah 5 Adab Wanita Muslimah Saat di Kamar Mandi, Nomor 3 Sering Diabaikan

Assalamualaikum, Estrilookers!

Islam merupakan agama yang sempurna ya, Dears. Karenanya, di dalam Islam berisi peraturan-peraturan yang juga sempurna, khususnya bagi kaum wanita. Islam memandang wanita sebagai makhluk yang seharusnya dimuliakan, maka tujuan dari peraturan ini pun adalah agar mereka mencapai derajat mulia.

Salah satu adab atau peraturan yang disebutkan dalam Fiqih Wanita adalah saat para muslimah ini berada di kamar mandi. Wow, sebegitu detailnya sampai di kamar mandi pun harus menggunakan etika ya, Dears. Benar sekali, karena kamar mandi atau toilet adalah salah satu tempat yang disenangi jin dan syaitan, maka muslimah haruslah berhati-hati.

Lalu, apa sajakah adab-adabnya? Kita simak sama-sama, yuk!

Membaca Doa Saat Masuk dan Keluar dari Toilet

Islam menganjurkan kepada kita untuk membaca doa sebelum dan setelah melakukan sesuatu. Sebelum masuk ke toilet atau kamar mandi, para muslimah dianjurkan membaca doa sebagai berikut :

“Allahumma innii a’uudzubika minal khubutsi wal khobaaits.” (HR. Jamaah)

Yang artinya adalah :

“Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kotoran dan segala hal yang kotor…”

Sementara, ketika keluar dari toilet kita dianjurkan membaca doa sebagai berikut :

“Alhamdulillahilladzi adzhaba ‘annil adza wa ‘aafanii.” (HR. Ibnu Majah)

Arti dari doa tersebut yaitu :

“Segala puji bagi Allah yang telah menghilangkan penyakit dariku dan menyehatkanku…”

Nah, jangan sampai lupa membaca doa ya, Dears. Toilet adalah tempat yang kotor dan disukai jin, maka membaca doa ini merupakan suatu keharusan sebagai tanda bahwa kita selalu meminta perlindungan kepada Allah.

Melakukan Sunnah-sunnah Rasulullah

Saat berada di kamar mandi atau selesai buang air, kita dianjurkan untuk melakukan sunnah-sunnah seperti yang sudah diajarkan Rasulullah. Di antaranya adalah bersuci dengan tangan kiri. Wanita muslimah tidak diperkenankan bersuci dengan berlebih-lebihan dan menggunakan tangan kanannya.

Sunnah yang lain adalah memercikkan air ke kemaluan atau celananya setelah bersuci. Hal ini dimaksudkan agar ketika syaitan memunculkan rasa was-was di hati seperti ada sesuatu yang keluar dari kemaluan, kita tahu betul bahwa itu sebenarnya adalah air yang dipercikkan tadi.

Setelah selesai buang air besar, kita juga disunnahkan untuk mencuci tangan dengan sabun. Bila tidak ada sabun, maka hendaknya kita membersihkan tangan dengan tanah kemudian dibilas lagi dengan air.

Tidak Boleh Berbicara di Dalam Kamar Mandi

Nah, ada yang sering melupakan hal ini, Dears? Yup, di dalam kamar mandi khususnya saat buang air besar, kita dilarang berbicara. Menjawab salam dan adzan pun tidak diperbolehkan. Apabila bersin, cukup memuji nama Allah di hati saja tanpa harus diucapkan.

Hal ini berdasarkan hadist berikut :

“Ada seseorang yang melewati Nabi yang pada saat itu beliau sedang buang air kecil. Lalu orang itu mengucapkan salam kepada beliau tetapi beliau tidak menjawabnya.” (HR. Jamaah kecuali Bukhari)

Sudah jelas, kan, Dears? Jadi tidak ada lagi istilah penyanyi kamar mandi, ya.

Menanggalkan Sesuatu yang Terdapat Nama Allah

Saat masuk ke dalam kamar mandi, kita dianjurkan untuk melepas segala sesuatu yang ada nama Allah di dalamnya. Misalnya saja, jika liontin kalung kita bertuliskan Allah, maka itu tidak boleh dibawa masuk ke dalam kamar mandi. Begitu pun dengan mushaf Al-quran. Hal ini didasarkan pada hadist yang diriwayatkan oleh Al-Khamsah, kecuali Ahmad.

“Apabila Nabi memasuki tempat buang air besar (WC), beliau selalu menanggalkan cincinnya.”

Hadist ini dishahihkan oleh At-Tirmidzi, dan benar adanya bahwa cincin Rasulullah itu berukir “Muhammad Rasulullah.” Namun, apabila kita berada di toilet umum yang dikhawatirkan akan hilang bila kita meninggalkannya di luar, maka boleh-boleh saja membawa barang tersebut ke dalam kamar mandi.

Tidak Menghadap dan Membelakangi Kiblat

Adab yang kelima saat berada di kamar mandi khususnya saat buang air besar adalah tidak menghadap atau membelakangi kiblat. Hal ini dimaksudkan sebagai penghormatan terhadap arah kiblat tersebut.

“Apabila salah seorang di antara kalian duduk untuk buang air besar, maka hendaklah dia tidak menghadap kiblat atau pun membelakanginya.” (HR. Ahmad dan Muslim)

Larangan di sini bersifat makruh dan berlaku hanya ketika kita buang air di tempat yang terbuka. Ada pun jika dilakukan di toilet yang ada penghalangnya, maka tidak menjadi masalah. Namun, alangkah baiknya saat melakukan pembangunan toilet kita juga memperhatikan arah kloset supaya tidak menghadap atau membelakangi kiblat.

Itu dia, Dears, 5 adab di kamar mandi yang sebaiknya kita lakukan sebagai seorang muslimah. Semoga bermanfaat, ya!

Sumber Foto: evenimente-constanta.ro

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *