Dears, Ini Fakta Menarik Mengenai Skin Fasting yang Wajib Kamu Ketahui!

Dears, dengan semua yang sedang terjadi saat ini, mungkin banyak dari kalian yang  menyampingkan skincare routine dan lebih memerhatikan kesehatan. Namun tahukah, Dears, ternyata hal ini ada baiknya untuk kesehatan kulit kamu, lho. Faktanya, dari sekian banyak tren kecantikan yang ada, mengurangi penggunaan produk kecantikan ternyata akan bermanfaat untuk kulit kamu lho, Dears!

Jadi dengan kata lain, menggunakan sedikit perawatan kulit akan membuat masalah di kulitmu menjadi lebih berkurang. Nah, hal ini dijuluki dengan skin fasting atau puasa kulit. Secara garis besar konsep dari perawatan kulit ini adalah meminimalisir atau bahkan tidak menggunakan skincare sama sekali dalam kurun waktu tertentu. Dengan melakukan skin fasting maka akan membuat kulit “reset” dengan sendirinya. Agar kamu enggak bingung dengan tren kecantikan yang satu ini, berikut ini akan diulas mengenai fakta skin fasting untuk kamu. Yuk, simak!

1. Apa yang dimaksud dengan skin fasting?

Pict by. Glitzmedia.co

Bagi kamu yang belum pernah mendengar tren kecantikan yang satu ini, mungkin akan bingung sebenarnya apa sih yang dimaksud dengan puasa kulit atau skin fasting. Nah, beberapa ahli berpendapat bahwa sepenuhnya menghentikan perawatan kulit, bahkan sabun, dalam kurun waktu beberapa minggu akan memungkinkan kulit untuk sepenuhnya kembali seperti semula. Inilah yang dimaksud skin fasting, Dears, di mana kulit sejenak istirahat dari penggunaan produk kecantikan.

Tetapi ada juga yang berpendapat bahwa, cukup dengan mengurangi beberapa produk yang mengandung bahan aktif seperti retinol juga dapat berperngaruh terhadap kesehatan kulit.

Melakukan skin fasting sangat penting, karena ketika kamu terlalu sering menggunakan bahan aktif makandapat menyebabkan kulit menjadi kering atau iritasi dari waktu ke waktu. Sehingga dengan membatasi penggunaan produk kecantikan dapat bermanfaat terutama bagi kamu yang memiliki kulit sensitif. Meskipun demikian, ada baiknya kamu mengurangi pengunaan skincare secara bertahap dan pelan-pelan. Hal ini bertujuan agar kulit tidak shock atau kaget  ketika kamu tiba-tiba tidak menggunakan produk apapun.

2. Manfaat skin fasting

Pict by. Alodokter

Dilansir dari Allure, “Skin fasting akan memungkinkan kulit untuk kembali ke homeostasis alami” tutur Deanne Robinson, seorang dokter kulit di Westport, Connecticut. Jadi teorinya yakni, ketika kamu menggunakan skincare, maka secara tidak langsung kamu mengajarkan kulit untuk melakukan apa yang harus ia lakukan, sehingga dengan begitu kulit membuang siklus yang ia atur sendiri.

Sebagai contohnya, ketika kamu mengaplikasikan pelembap maka memberikan sinyal ke sel-sel kulit bahwa kamu tidak perlu menghasilkan minyak alami karena sudah tersedia di dalam pelembap. Atau ketika kamu menggunakan produk  kandungan exfoliator seperti retinol, Alpha Hydroxy Acid (AHA) atau Beta Hydroxy Acids (BHA). Kandungan bahan-bahan tersebut akan mendorong pergantian sel kulit, yang berarti mempercepat regenerasi.

Ketika kamu tidak menggunakan produk dalam sementara waktu, maka kemungkinan kulit akan melakukan regenerasi secara alami dan mengembalikan fungsi pada kulit kamu seperti dulu kala.

3. Bagimana cara memulai dan siapa saja yang harus mencobanya?

Pict by. freepik.com

Fakta berikutnya yakni, untuk beberapa kasus kulit iritasi, kering dan reaksi secara umum, menghentikan produk dengan bahan aktif ini sangat diperlukan untuk memperbaiki kulit. Dalam hal Ini termasuk bahan aktif seperti retinol, AHA, BHA bahkan vitamin C.

Jadi, untuk mengetahui bahwa kulit kamu perlu puasa, cobalah untuk mengurangi penggunaan produk satu persatu hingga kulit kamu terasa normal kembali. Ketika kulit kamu sudah terasa normal, maka kembalikan rutinitas kamu juga secara perlahan.

Tetapi yang perlu kamu perhatikan, Dears, ada baiknya kamu jangan melewatkan penggunaan tabir surya karena kulit tetap sensitif terhadap paparan sinar matahari.

Jadi, itulah beberapa hal yang harus kamu ketahui mengenai skin fasting. Berniat untuk mencobanya, Dears?

 

Featured image: Photo on Pexels
*Artikel merupakan kiriman kontributor. Semua isi artikel merupakan tanggung jawab penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *