dekat dengan anak remaja

Dears, Coba 6 Cara Ini Agar Selalu Dekat dengan Anak yang Mulai Beranjak Remaja

Dears, ketika anak mulai beranjak remaja tentu ada suatu ketakutan bahwa nanti anak akan semakin asyik dengan dunianya sendiri. Mereka jadi jarang bercerita, lebih suka berkumpul dengan teman sebayanya, bahkan mereka terkadang menjadi sulit diatur.

Pada dasarnya, Dears, anak yang mulai menginjak remaja akan mengalami perubahan baik secara fisik, emosional, kognitif maupun secara emosional. Pada masa ini mereka beranggapan bahwa mereka sudah mandiri, bahkan mereka berusaha mencoba untuk dapat melampaui batasan yang telah ditetapkan oleh orang tuanya.

Lalu , bagaimana caranya agar anak yang mulai beranjak remaja tetap dekat dengan orang tua? Berikut ini ada 8 cara yang wajib kamu coba, Dears!

1. Jangan sampai kamu  merasa diabaikan

Pict by. www.hipwee

Sebenarnya hal wajar, ketika anak yang berusia remaja lebih mengandalkan teman-temannya. Namun masalahnya, sebagai orang tua kita justru merasa bahwa ini suatu penolakan, sehingga kita merasa diabaikan.

Dears, yang perlu kamu lakukan adalah mencoba untuk memberikan kepercayaan kepada anak. Biarkan mereka memiliki rahasia yang mungkin lebih nyaman mereka ceritakan dengan teman sebayanya. Jadi, jangan sampai kamu mempunyai perasaan bahwa kamu diabaikan ya.

2. Sisihkan waktu khusus untuk anak

Pict by. www.hipwee

Meskipun anak mulai sering menghabiskan waktu dengan teman-temannya, namun kamu harus tetap mencoba untuk melakukan aktivitas berdua dengan anak. Jika sudah ada waktu khusus untuk berdua dengan anak, maka jangan sampai justru sibuk dengan ponsel masing-masing, manfaatkan waktu tersebut dengan baik.

3. Cobalah pendekatan tak langsung

Pict by. lifestyle.okezone.com

Agar dapat dekat dengan anak yang menginjak remaja yaitu dengan melakukan pendekatan tak langsung dengan mencoba memposisikan diri menjadi pendengar yang baik. Bukan dengan berusaha menjadi tahu apa yang sudah dilakukan anak, namun berusaha mendengarkan apa yang anak ingin ceritakan. Berilah saran secukupnya tanpa perlu ingin berusaha ikut campur, serta berempatilah pada kesulitan yang dihadapi anak tanpa perlu ikut campur terlalu jauh.

4. Jangan menghakimi teman-temannya

Pict by. www.educenter.id

Pada usia ini, anak lebih memperhatikan apa yang dikatakan orangtuanya. Misalnya, jika anak bercerita tentang temannya dan meminta pendapat, maka dari pendapat tersebut anak akan menilai apakah kamu bersikap kritis atau menghakimi.

Mungkin kamu sebagai orangtua ingin memberikan contoh mana yang baik dan mana yang buruk. Namun, kamu harus tetap berhati-hati karena jika kamu terlalu mengkritik maka mereka pasti berangggapan bahwa kamu terlalu menghakimi teman-temannya.

5. Tontonlah apa yang ditonton anak

Pict by. Merdeka.com

Salah satu cara agar kedekatan dengan anak tetap terjaga adalah dengan menonton apa yang anak tonton. Dengan kegiatan menonton berdua ini, maka kamu dapat tertawa, serta menciptakan suasana yang hangat bersama dengan anak.

Membahas apa yang sedang ditonton, misalnya jika ada hal-hal yang diluar batas maka beritahu anak namun tetap dengan kata-kata yang ringan sehingga anak akan lebih mengerti dan tidak merasa dihakimi.

6. Jangan sungkan berbicara soal seks, rokok dan narkoba

Pict by. Popmama.com

Ketika anak menginjak remaja, tentu ada berbagai hal yang ingin ia ketahui bahkan ingin dicoba. Hati-hati jika yang ingin mereka cari tahu yaitu mengenai, narkoba, rokok, bahkan mengenai seks. Karena biasanya mereka akan membahas ini dengan teman-temannya.

Jadi, kamu jangan ragu untuk menjelaskan tentang hal tersebut dalam bentuk obrolan ringan. Jelaskan tentang bahaya dan resiko apa yang akan didapat jika bersentuhan dengan hal-hal tersebut. Buat mereka paham akan apa risiko dan dampak negatifnya, sehingga mereka paham dan tidak berniat mencobanya.

Dears, dengan mencoba beberapa cara diatas maka anak akan merasa bahwa tempat ternyaman adalah rumah serta tempat terbaik untuk berkeluh kesah adalah orang tua. Dengan dukungan dari kita sebagai orang tua maka akan membuat mereka lebih mudah untuk melangkah ke masa depan. Semoga bermanfaat.

 

*Artikel merupakan kiriman kontributor. Semua isi artikel merupakan tanggung jawab penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *