asian para games

Dari Unik Hingga Dramatis. Inilah 3 Serba-Serbi Asian Para Games 2018 yang Wajib Kamu Tahu!

Ingar bingar Asian Games begitu membekas, khususnya di hati masyarakat Indonesia. Betapa tidak, diawali  opening yang ciamik, menyaksikan perjuangan para atlet yang tidak tanggung-tanggung, ditambah hasil akhir amat memuaskan dengan perolehan total sebanyak 98 medali,  membuat kita patut berbangga dengan pencapaian tersebut, Dears.

Kendati telah usai, namun masih ada lagi, lo, perhelatan olahraga se-Asia yang wajib kamu ikuti. Namanya Asian Para Games. Berbeda dengan pesta olahraga pada umumnya, Asian Para Games ini merupakan pesta olahraga yang diikuti oleh setidaknya 3.000 atlet penyandang disabilitas dari 42 negara di Asia. Asian Para Games pertama berlangsung pada 2010 lalu di Guangzhou, Cina. Perhelatan kedua dilaksanakan di Incheon, Korea Selatan pada 2014. Indonesia merupakan tuan rumah ketiga pesta olahraga yang melibatkan para atlet difabel tersebut. Sejak resmi dibuka, Asian Para Games berhasil menyedot perhatian banyak kalangan. Mau tahu apa saja serba-serbi Asian Para Games? Intip, yuk, Dears!

1. Maskot Elang Bondol

asian para games
Foto: Viva.co.id

Apabila di Asian Games lalu, maskotnya berupa tiga hewan yang imut menggemaskan yaitu Bhin Bhin (burung cenderawasih), Atung (rusa bawean), serta Kaka (badak bercula satu), Asian Para Games juga enggak mau kalah, Dears. Pesta olahraga istimewa tersebut menggandeng elang bondol yang diberi nama Momo sebagai maskotnya. Momo sebetulnya adalah akronim dari motivasi dan mobilitas. Seperti kita ketahui bahwa elang bondol adalah satwa langka yang cuma hidup di Kepulauan Seribu dan mudah dikenali karena warna yang khas (putih dari kepala sampai dada). Momo juga memakai sarung serta sabuk khas Betawi, lo. Arti dari maskot ini adalah melangkah ke depan, pantang menyerah, dan harus mudah beradaptasi mengikuti perubahan yang terjadi di dunia.

2. Medali yang Tak Biasa

asian para games
Foto: nysnmedia.com

Medali Asian Para Games pun didesain khusus, lo. Salah satu bentuk penghargaan yang akan diberikan kepada atlet berprestasi tersebut didesain mempunyai huruf braille sehingga memudahkan para tuna netra mengenalinya. Medalinya juga dilengkapi dengan manik-manik di dalamnya yang akan menghasilkan suara ketika diguncang. Medali emas memiliki 26 manik-manik, medali perak 20 manik-manik, serta medali perunggu terdapat 16 manik-manik. Pada bagian atas tertulis 3rd Asian Para Games Indonesia 2018. Sementara bagian bawahnya bertuliskan Inspiring Spirit and Energy of Asia.

 


Pilihan Editor:

Sebelas- Dua Belas dengan Miftahul Jannah, Atlet Muslimah Ini Juga Didiskualifikasi Karena Jaga “Izzah”

Miftahul Jannah, Banjir Pujian Dari Netizen Karena Menolak Membuka Hijab Saat Bertanding


3. Atlet yang Jadi Sorotan

asian para games
Foto: palembang.tribunnews.com

Pesta olahraga tanpa menyoroti para atlet rasanya tidak lengkap, yaps. Nah, beberapa atlet Indonesia yang jadi sorotan di Asian Para Games 2018 di antaranya adalah Jendi Panggabean, yang berhasil menggondol medali emas di cabor renang, setelah sebelumnya juga sukses menyabet perunggu di nomor 100 meter gaya bebas S9 putra. Lalu ada nama Nur Ferry Pradana yang berjaya di para atletik dengan meraih medali perak kedua. Karisma Evi Tiarani yang sukses mempersembahkan medali emas dari nomor lari 100 meter T42/T63 putri. Sampai dengan didiskualifikasinya atlet blind Judo asal Aceh, Miftahul Jannah, akibat menolak melepas jilbab saat hendak bertanding. Hal ini bukan karena ada diskriminasi terhadap atlet muslim atau larangan bertanding bagi atlet judo beragama Islam, ya, Dears. Melainkan lebih kepada faktor keselamatan, sebab terdapat teknik judo yang justru akan membahayakan diri sang atlet yang mengenakan jilbab.

Itu dia serba-serbi Asian Para Games yang unik sampai dramatis, Dears. Eh … sudah di penghujung  perhelatan Asian Para Games, nih! Tetap dukung atlet berkebutuhan khusus, ya. Petik inspirasi dari sosok-sosok hebat tersebut, sebab sejatinya mereka sama dengan kita. Sama-sama manusia yang memiliki segudang potensi membanggakan dan patut diacungi jempol.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *