Dapat Ditiru, Ini 4 Hal Menarik tentang Gaya Hidup Freeganisme yang Perlu Diketahui

Gaya hidup freeganisme merupakan gaya hidup dimana para penganutnya atau yang disebut dengan freegans menerapkan pola hidup yang tidak biasa. Mereka menerapkan sistem membeli sedikit mungkin barang hanya benar-benar dibutuhkan. Dengan kata lain bahwa mereka tidak melakukan pemborosan dalam berbagai hal.

Perlu kamu ketahui, Dears, bahwa gaya hidup freeganisme lahir dari keprihatinan sebagian orang tentang pemborosan yang kerap terjadi dimana-mana yang akhirnya akan berdampak pada kerusakan kehidupan di bumi.

Demi mencegah kerusakan tersebut maka dibentuklah gaya hidup freeganisme ini.  Diharapkan dengan gaya hidup freeganisme ini dapat menyadarkan banyak orang bahwa pemborosan bukan hal yang baik untuk dilakukan.

Dears, berikut ini adalah 4 hal menarik seputar gaya hidup freeganisme yang perlu kamu ketahui. Yuk, simak ulasannya berikut ini!

1. Membeli dan menggunakan barang-barang sesuai kebutuhan

Pict by. Cermati.com

Para penganut freeganisme atau yang dikenal dengan sebutan freegans, mempunyai kebiasaan unik yakni membeli dan menggunakan barang-barang hanya sesuai dengan kebutuhan. Sehingga tak ada istilah untuk sekadar mengikuti perkembangan tren, bila hal tersebut tak sesuai dengan yang mereka butuhkan maka mereka akan enggan membelinya.

Dengan kata lain, mereka membatasi diri agar tidak “lapar mata” dikarenakan hal tersebut hanya akan menjurus pada sikap pemborosan.

2. Para freegans melakukan barter serta saling berbagi barang kebutuhan

Pict by. bankfs.ru

Penganut gaya hidup ini dalam memenuhi kebutuhan hidup mereka menerapkan sistem barter dan juga saling berbagi dengan orang-orang di sekitar mereka. Barang-barang yang dibarter atau ditukarkan pun beragam. Mulai dari kebutuhan pokok seperti beras, buah-buahan, sayur mayur, minyak goreng, garam, gula, bahan pakaian, dan lain sebagainya.

Melalui sistem barter dan berbagi seperti itu maka secara tidak langsung akan dapat menimbulkan kedekatan emosional antar individu freegans sehingga makin memantapkan diri untuk terus melanjutkan gaya hidup freeganisme ini.

3. Berkebun dan beternak mereka lakukan secara mandiri

Pict by. Alodokter

Selain dengan menerapkan sistem barter dan berbagi barang-barang kebutuhan sehari-hari, para freegans juga dikenal sebagai pribadi yang kreatif. Pola pikir mereka sudah terlatih untuk memanfaatkan apapun agar dapat bernilai ekonomis.

Salah satu caranya yakni, jika mereka memiliki halaman belakang pada rumah, pasti halaman tersebut akan dipenuhi dengan sayur mayur segar seperti tomat, cabai, terong, kangkung, bayam, hingga kentang atau buah-buahan seperti mangga, pepaya, pisang dan lain sebagainya.

Bagi mereka yang tidak memiliki lahan di sekitar rumah mereka, maka pot dari tanah liat atau kaleng bekas pun dapat mereka sulap menjadi media tanam bibit-bibit tersebut. Begitu juga dengan kebutuhan pangan yang berupa daging, mereka akan beternak secara sederhana lalu kemudian hasil ternak tersebut mereka nikmati sendiri. Wah, menarik sekali bukan, Dears?

4. Freeganisme dianggap dapat membuat hidup lebih bahagia

Pict by. IDN Times

Dan yang terakhir, Dears, gaya hidup freeganisme ini dipercaya dapat menghemat berbagai biaya pengeluaran jika dilakukan secara konsisten.

Pada awalnya mungkin akan sulit untuk membedakan mana kebutuhan dan mana keinginan. Selain itu, mungkin juga akan kesulitan untuk menahan diri agar tak melakukan pengeluaran yang sia-sia seperti membeli barang-barang yang hanya kamu beli berdasarkan tren, padahal sebenarnya kamu tidak membutuhkannya. Dengan kata lain kamu melakukan pemborosan dan mendorong para produsen untuk terus menciptakan barang-barang dari sumber daya alam yang sebenarnya bisa digunakan dengan lebih bijaksana.

Nah, dan lebih penting lagi adalah saat kamu sudah bisa berlaku bijaksana pada alam sekitar, maka otomatis kebahagiaan akan tercipta dalam hati.

Oleh karena itu, Dears, tidak ada salahnya untuk menerapkan gaya hidup freeganisme ini. Lalu, tidak pada pemborosan yang sia-sia demi keberlangsungan bumi yang lebih baik. Semoga menginspirasi!

 

Featured image: Photo on Pexels
*Artikel merupakan kiriman kontributor. Semua isi artikel merupakan tanggung jawab penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *