Dancing in The Rain, Kisah Haru Pria Berkebutuhan Khusus. Siap-siap Dibikin Mewek, Dears

Bulan Oktober tidak selalu identik dengan munculnya film bergenre horor. Screenplay Films sebagai salah satu rumah produksi, bulan ini menelurkan sebuah film bergenre drama bertajuk Dancing in The Rain. Bukan hanya drama yang menyajikan cerita romantis, namun juga drama keluarga yang menonjolkan pesan moral tentang perjuangan dan kasih sayang.

Dancing in The Rain disutradarai oleh Rudi Aryanto ini mengangkat cerita anak dengan kebutuhan khusus. Kisahnya dikemas lengkap dengan semua konflik yang terjadi di kehidupannya hingga si anak tumbuh dewasa. Film ini tidak hanya akan disebut sebagai tontonan yang menghibur, namun juga sarat akan edukasi.

Kisah Banyu yang Penuh Haru

Tokoh sentral Banyu yang diperankan oleh aktor Dimas Anggara memulai cerita dengan kisah sedihnya karena ditinggalkan kedua orangtuanya saat masih kecil. Beruntung, masih ada Eyang Uti, diperankan aktris senior Christine Hakim, yang merawat cucunya itu dengan penuh kasih sayang.

Permasalahan muncul saat Banyu mulai bisa berinteraksi dengan sekitarnya. Banyu yang seorang pengidap spectrum autis menghadapi banyak kesulitan saat harus bersosialisai. Bully-an dan ejekan dari teman sepermainan membuat Banyu dan Eyang Utinya berada dalam kondisi paling menyedihkan.

Beruntung, Radin muncul sebagai penolong. Radin yang diperankan oleh Deva Mahendra berhasil membela Banyu dari semua hinaan dan menjadikan keduanya sahabat dekat. Namun masalah tidak selesai sampai di situ karena Mama Radin yang tidak menyukai anaknya bersahabat dengan Banyu berhasil memfitnah Banyu.

Persahabatan Banyu dan Radin semakin berwarna ketika datang sosok Kinara yang diperankan oleh Bunga Zaenal. Ketiganya melalui hari-hari dengan kisah persahabatan yang patut dijadikan pelajaran. Hingga akhirnya mereka tumbuh dewasa dan mulai muncul benih cinta antara Radin dan Kinara. Dari situlah konflik baru dimulai. Penyelesainnya dapat kamu ketahui saat pemutaran film ini perdana di tanggal 18 Oktober besok ya, Dears.

Kebanggan Bagi Semua Pemeran

Diakui Dimas Anggara, film ini merupakan kali pertama dirinya mendapat peran yang tak biasa. Di film-film sebelumnya, sebut saja London Love Story 3 dan The Perfect Husband, Dimas selalu berperan sebagai lelaki romantis. Berperan sebagai penyandang autis, diakui sebagai sebuah kebangaan dan pelajaran tersendiri bagi Dimas.

Untuk memerankan karakter Banyu, Dimas melakukan serangkaian riset terlebih dahulu. Ia juga berinteraksi dengan penyandang autis langsung guna memperoleh referensi. Di samping itu, dampingan psikiater selama proses syuting berlangsung juga turut menyukseskan film ini.

Akting Dimas sebagai pria berkebutuhan khusus juga menuai pujian dari aktris kawakan Christine Hakim. Christine membenarkan bahwa Dimas sangat berhasil mendalami peran tersebut. Pemain lain seperti Bunga Zaenal juga mengaku bangga telah dipercaya terlibat dalam film yang akan banyak mengungkap sisi lain dari orang berkebutuhan khusus ini.

Kisah Harunya Bikin Mewek

Siap-siap sediakan tissue saat menonton film ini ya, Dears. Karena film ini dikabarkan akan menampilkan banyak adegan penuh keharuan. Kisahnya bakal bikin kita menyadari bahwa kehidupan orang berkebutuhan khusus tidak pantas dijadikan bahan ejekan. Sebaliknya, kisah film ini akan membuat kita menghargai perjuangan para penyandang autis dan ketabahan keluarga dan orang sekitarnya.

Seperti judulnya, Dancing in The Rain juga menggambarkan latar belakang adegan di tengah suasana hujan. Selain saat adegan Banyu dewasa yang tengah kalut di bawah deras hujan, ada juga adegan kilas balik Banyu kecil saat diantar Eyang Uti ke sekolah di suatu hari berhujan. Bakalan bikin makin terharu lho, Dears.

Sumber Foto: trenzindonesia.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *