wanita melamar pria

Bukan Hal Memalukan, Begini Cara Syar’i Wanita Melamar Pria Saleh

wanita melamar pria
Foto: unsplash.com

Wanita melamar pria memang bukan sesuatu yang biasa dalam kehidupan kita, Dears. Bahkan banyak yang menganggap itu hal memalukan, terkesan terburu-buru dan dianggap kurang sopan.

Padahal Islam tidak membatasi hanya pria saja yang dapat melamar calon pasangannya, lho. Wanita juga diperkenankan melamar seorang pria saleh yang diyakini baik baginya.

Dalam Islam, seorang wanita diperbolehkan mengajukan dirinya untuk seorang pria dengan catatan itu memang untuk tujuan kebaikan. Kebaikan di sini maksudnya tidak sebatas kebaikan dunia, Dears. Bisa karena alasan kesalehan seseorang, diharapkan mampu membimbing di dunia menuju surganya Allah.

Dari Tsabit al-Bunani mengatakan bahwa Anas bin Malik pernah bercerita tentang seorang wanita yang menghadap Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan menawarkan dirinya untuk dinikahi oleh beliau. Mendengar cerita Anas, putrinya mengatakan bahwa itu adalah hal memalukan. Kemudian Anas bin Malik menegur putrinya, “Dia lebih baik daripada kamu. Dia ingin dinikahi oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan menawarkan dirinya untuk dinikahi.” (HR Bukhari)

Lalu bagaimana cara wanita melamar seorang pria saleh, Dears? Apakah kamu bisa membayangkan bagaimana dirimu menawarkan diri kepada seorang pria saleh?

Menawarkan Diri Secara Langsung

Seorang wanita melamar pria bisa mengutarakan langsung kepada yang bersangkutan seperti yang telah dilakukan oleh wanita dalam cerita Anas bin Malik. Hal ini menjadi sah saja dilakukan selama masih dalam batasan yang ditetapkan dalam agama, Dears.

Dalam kitab Fathul Bari disebutkan ada beberapa wanita yang sengaja menawarkan diri untuk dinikahi oleh Nabi shallallahu ‘alahi wa sallam. Di antara para wanita itu adalah Khaulah binti Hakim, Laila binti Hatim, Fatimah binti Syuraih, dan Zaenab binti Kuhuzaemah.

Melalui Perantara Orang yang Amanah

Jika kamu tidak mau mengutarakan secara langsung kepada pria saleh itu, kamu bisa meminta bantuan orang lain yang kamu percayai, Dears. Tentu saja orang itu haruslah amanah.

Cara ini juga pernah dilakukan oleh Khadijah radhiyallahu ‘anha saat akan melamar Muhammad sebelum jadi nabi. Melalui perantara Nafisah bintu Maniyah, Khadijah pun melamar Muhammad. Kemudian semua paman-paman Khadijah menyetujui itu hingga pernikahan keduanya pun digelar, Dears.  

Jika memang ada pria saleh yang patut membimbing kamu dalam ikatan pernikahan, tak mengapa kamu menawarkan diri untuk dipersunting, atau meminta orang lain yang amanah untuk melamar pria itu, Dears.

Maka seperti itulah Islam mengatur dengan detail semua permasalahan dalam hidup kita. Mulai sekarang, jangan segan jika kamu merasa termasuk salah satu dari wanita yang hendak melamar pria saleh. Itu bukan hal memalukan, bahkan telah terjadi sejak zaman Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam hidup di dunia ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *