Berkaca Pada Tragedi George Floyd. Yuk, Stop dan Katakan NO pada Rasisme!

Kasus rasisme kembali muncul dan membuat gempar negeri Paman Sam, ya, Dears. Hal ini juga bisa, lo, berpotensi terjadi di negeri kita. Kondisi keberagaman suku, budaya, agama, dan bahasa bisa menjadi sumber pemicu. Hanya saja, bersyukurlah kita memiliki semboyan Bhineka Tunggal Ika, yang selalu kita aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.

Namun, sadar nggak, mungkin kita melakukan rasisme terselebung, bahkan sudah menganggapnya biasa. Sering kali hal ini dianggap normal dalam keseharian kita. Ini disebut rasisme kasual. Sebagai contoh, bila berbelanja di pasar tradisional, kita lebih memilih pedagang tertentu dan menghindari pedagang lainnya, karena beda ras atau agama.

Untuk menghindari hal ini, ada beberapa hal yang bisa dilakukan, Dears.

Saling Menerima Perbedaan

Pict by. parenting.orami

Setiap manusia diciptakan dengan banyak perbedaan. Warna rambut, bentuk wajah, warna kulit, dan postur tubuh, tak ada yang serupa. Bahkan kembar identik juga memiliki perbedaan, lo. Hal ini wajar dan tanamkan dalam diri kita untuk saling menerima keberagaman dan perbedaan, ya, Dears.

Jangan pilih-pilih Teman

Pict by. Mommyasia

Berusahalah untuk berteman dengan siapa saja. Dengan mengetahui dan mengenal banyak orang dengan latar belakang, agama, suku, kebudayaan, dan fisik yang beragam akan membuka mata kita. Hal ini secara tidak langsung akan membuat kita terbiasa dengan perbedaan dan menghindarkan kita dari rasisme.

Stop Bullying

sumber okezone.lifestyle.com

Yuk, mulai menjaga lisan dan perbuatan untuk tidak menyakiti dan merendahkan orang lain. Baik lewat media sosial atau secara langsung, ya. Bahkan ciber bullying sangat parah di era modern sekarang. Kebebasan bersosial media tidak disertai dengan kedewasaan berfikir. Mulai sekarang, kita harus mulai belajar untuk menahan diri agar tidak menyakiti dan menyinggung orang lain.

Asah dan Tajamkan Rasa Empati

Biasakan untuk mengedepankan rasa empati. Bila ada perselisihan paham atau konflik dengan orang lain, hadapi dengan sabar. Berusahalah bersikap dewasa dan posisikan diri kita diposisi mereka. Tinjau masalah dari sudut pandang orang lain, yang pastinya berbeda. Jangan hanya mengedepankan ego pribadi. Saat menghadapi masalah dengan orang lain, belajarlah untuk bersikap bijaksana.

Proaktif Melawan Rasisme

Pict by, Alodokter

Tak hanya belajar untuk diri sendiri, bila ada teman atau orang di sekitar kita melakukan rasisme, bisa saling mengingatkan, ya, Dears. Gunakan bahasa dan diksi yang enak didengar, tanpa emosi, dan tidak terkesan menggurui. Bila komunikasi yang dilakukan benar, pasti semua konflik dan ketidaksinkronan bisa diselesaikan dengan mudah.

Rasisme rentan muncul bila kita merasa lebih hebat dari ras atau orang lain. Namun rasa rendah diri yang berlebihan, juga bisa menimbulkan rasisme. Bukankah Tuhan memang menciptakan aneka keberagaman dan perbedaan di muka bumi? Jadi wajar bukan bila kita berbeda dari orang lain. Yuk, saling belajar menyikapi perbedaan dengan lebih dewasa dan bijak. Bukankah perbedaan itu indah, Dears?

 

Featured image: Photo on Pexels.com
*Artikel merupakan kiriman kontributor. Semua isi artikel merupakan tanggung jawab penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *