Bencana Menghampiri, Intip 4 Cara Membantu Korban Tanpa Harus Terjun Langsung ke Lokasi

Siapapun pasti merasa sedih ya, Dears, melihat saudara-saudara kita yang terkena bencana. Gempa bumi yang terjadi di Lombok beberapa bulan yang lalu, disusul dengan gempa disertai tsunami yang terjadi di Palu, Sigi dan Donggala menyisakan kenyataan yang pedih. Bukan hanya bangunan atau infrastrukur saja yang hancur, namun juga korban jiwa  yang diprediksi lebih dari 1200 orang meninggal dunia.

Begitu pula dengan bencana tsunami Anyer di Selat Sunda yang terjadi pada Sabtu malam, (22/12) kemarin. Hingga tulisan ini diturunkan, tercatat sekitar 222 orang telah menjadi korban. Sungguh memprihatinkan.

Dears, tak ada satu pun dari kita yang menginginkan terjadinya bencana. Namun yang namanya musibah, entah gempa bumi, longsor, ataupun tsunami, semuanya telah digariskan oleh-Nya. Selain kerugian materi, rasa trauma pun rasanya akan terus menghantui. Bagi mereka yang selamat pun tidak mudah saat harus berada di pengungsian. Dengan keadaan serba terbatas, kurang air bersih, makanan, pakaian, akses jalan yang rusak, serta masih banyak kebutuhan yang diperlukan, pastinya uluran bantuan dari kita sangat diharapkan.

Nah, ini saatnya pintu hati terbuka untuk sedikit peduli dan melakukan tindakan membantu korban bencana.  Bagi kamu yang masih lajang dan berani untuk jadi sukarelawan, mungkin kedatanganmu di tempat pengungsian sangat membantu. Namun ketika keadaan tidak memungkinkan untuk langsung pergi ke sana, ada banyak hal yang sebenarnya tetap bisa kamu lakukan.

Berikut adalah beberapa cara untuk membantu korban bencana tanpa harus berada di sana.

Menjadi Pioneer Penggalangan Dana

Menjadi pioneer penggalangan dana bisa dimulai dari kelompok terkecil kita. Menghimpun dana dari keluarga besar, kelompok ibu-ibu PKK, kelompok pengajian, teman satu kelas, atau dalam satu sekolah. Menjadi pioneer penggalangan dana selain membantu korban, juga membantu teman atau saudara yang mungkin ingin meringankan beban pengungsi tetapi bingung bagaimana caranya.

Berkomunikasi dengan Relawan yang Berada di Pengungsian

Relawan yang berada di pengungsian lebih tahu apa yang dibutuhkan korban. Kita bisa keep in touch atau berkomunikasi dengan sukarelawan di sana untuk menanyakan kebutuhan yang mendesak untuk segera dipenuhi. Pengalaman yang ada, terkadang banyaknya bantuan berupa pakaian tidak sesuai dengan yang dibutuhkan. Saat gempa Lombok misalnya, ada beberapa foto yang memperlihatkan para pria yang memakai baju perempuan karena bantuan baju laki-laki yang sangat kurang jumlahnya. Atau ada yang sudah terpenuhi bantuan berupa makanan,  pakaian, tetapi tidur dalam keadaan beratap langit karena kurangnya tenda atau terpal. Disinilah bantuan yang mendesak bisa kita penuhi.

Menginformasikan Kebutuhan Pengungsi Lewat Sosial Media

Banyaknya korban dengan bantuan yang kita berikan pastilah tidak sebanding. Dengan memberitahu teman atau saudara lewat sosial media dan membantu mereka menyalurkan bantuan bisa jadi menjadi hal yang tepat untuk segera memenuhi kebutuhan pengungsi.

Mendoakan Agar Korban Tabah dan Bencana Segera Mereda

Satu yang pasti bisa kita lakukan kapan saja adalah berdoa. Mendoakan  mereka yang menjadi korban agar diberi ketabahan, kekuatan, serta keselamatan agar terhindar dari bencana. Dengan mendoakan orang lain, sejatinya, itu juga doa buat diri kita sendiri agar kita juga terhindar dari bencana.

Dears, bisa jadi ujian bagi mereka adalah ujian bagi kita juga. Mari tumbuhkan rasa empati, kepedulian serta keikhlasan untuk membantu mereka. Sedikit bantuan dari kita sangat berharga dan itu juga yang akan jadi catatan amal kita kelak di akhirat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *