bullying

Benarkah Verbal Bullying bisa Berpengaruh pada Mental Seseorang? Ternyata Ini Alasannya

Seberapa berdampak sih perkataan tersebut hingga berpengaruh ke mental seseorang? Yang dimaksud di sini adalah perkataan atau omongan kurang mengenakkan untuk didengar oleh orang lain.

Kebanyakan dari kita seringkali menjudge seseorang tanpa mengetahui bukti ataupun alasan sebenarnya seseorang melakukan sesuatu yang dianggap kurang baik bagi masyarakat awam. Sehingga banyak yang salah faham dan mudah menyebarkan isu kurang baik terhadap seseorang. Orang-orang yang membiacarakannya pun bisa dikatakan tidak sepenuhnya salah, akan tetapi cara membicarakannya yang kurang tepat dan terkesan memojokkan seseorang.

Parahnya tidak semua orang dapat menerima prasangka buruk dari orang lain dengan ikhlas dan berlapang dada. Ada juga yang memikirkannya hingga membuatnya stres, bahkan dampak terburuknya bisa melakukan self harm atau melukai dirinya sendiri karena merasa dirinya terlalu buruk di masyarakat. Untuk itu, sebelum memulai untuk membiacarakan orang lain pahami beberapa alasan berikut Dears.

1. Menceritakan Aib

Setidaknya sebelum membicarakan orang lain, bisa disaring terlebih dahulu. Apakah yang akan dibicarakan itu merupakan suatu kelebihannya atau justru keburukan aibnya. Jika yang dibicarakan adalah aibnya, sebaiknya hindari hal-hal tersebut. Pun kita sendiri tidak akan pernah mau jika dijadikan bahan pembicaraan orang lain mengenai kejelekan yang dimiliki.

2. Menghasut

Pun jika mengetahui mengenai keburukan atau hal yang kurang baik dari seseorang, tidak lantas disebarkan ke orang lain. Kemudian menghasutnya untuk terpengaruh menjelekkan orang tersebut. Karena kebanyakan di antara kita mudah terhasut oleh omongan orang lain tanpa mengetahui alasan atau bukti yang kuat.

3. Lingkungan yang Toxic

Berkumpullah dengan orang yang memberi impact positif trehadap diri sendiri. Lingkungan yang toxic dan sering membicarakan orang lain membuat kita ikut tertular sifat yang hanya mementingkan hidup orang lain. Sehingga akan berdampak pada mental orang tersebt yang cenderung memikirkan segala hal jika dia berada di posisi orang yang dijadikan bahan pembicaraan tersebut.

4. Sensitif dan Berkecil Hati

Pernahkah memikirkan dampak dari orang yang mendengar langsung ketika dirinya dibicarakan oleh orang lain mengenai keburukannya? Tentu respon tiap orang berbeda, ada yang bodo amat ketika dibicarakan orang lain. Namun ada juga tipe orang yang sensitif dan mudah berkecil hati. Sehingga saat mengetahui betapa buruknya dia di lingkungan sehari-harinya akan membuatnya tidak nyaman dan bahkan menjadi orang yang tidak mau bergaul atau introver.

5. Tak Memiliki Support System

Meski tiap orang dituntut harus bisa mendiri dalam menjalankan setiap hal. Tetapi adanya support system tetap dibutuhkan oleh setipa orang. Pentingnya support system ini dapat menjadi tempat untuk melepaskan segala hal yang terasa membebani bagi seseorang. Begitu juga ketika tidak bisa mengontrol emosi terhadap omongan orang lain yang ditujukan pada diri sendiri. Namun ketika tidak memiliki support system, hanya dipendam sendiri dan hanya menjadi beban bagi dirinya sendiri yang jika terus berulang dapat berpengaruh pada kondisi psikis orang tersebut.

Dears, banyak di antara kita yang masih kurang mneyadari akibat dari perkataan yang sering terlontar dan terkesan menjelekkan keburukan orang lain. Terutama di lingkungan masyarakat dan lingkungan kerja menjadi tempat paling subur kebiasaan seperti itu. Padahal bagi korban yang mendapatkan verbal bullying dampaknya juga tak kalah sama dengan korban bullying secara fisik. Karena tak semua orang bisa bersikap bodo amat terhadap hal buruk yang ditujukan untuk dirinya atau keluarganya. So, hati-hatilah dalam berbicara, bisa jadi suatu saat akan merasakan menjadi korban bullying tersebut.

 

*Artikel merupakan kiriman kontributor. Semua isi artikel merupakan tanggung jawab penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *