Benarkah Media Sosial Bisa Mengurangi Pahala Ibadah, Dears?

Keberadaan media sosial saat ini tidak bisa dipisahkan dengan aktivitas sehari-hari tiap individu. Hampir tiap menit, bahkan tiap detik, semua orang mengakses beragam media sosial mereka untuk sekadar melihat timeline ataupun membuat status.

Adanya media sosial juga tak selamanya memberikan kemudahan akses untuk saling berkomunikasi antar manusia, tetapi juga memiliki dampak negatif yang tidak kita sadari. Nah, salah satunya dapat berpengaruh pada amal ibadah yang kita lakukan. Dalam hal ini, jika seseorang membuat dan membagikan status mengenai ibadah ataupun kebaikan yang sedang ia kerjakan.

Mengapa bisa berpengaruh pada pahala ibadah yang dilakukan? Berikut penjelasannya, Dears!

Ajang Pamer

Foto: Unsplash

Tidak semua orang memiliki hati yang bersih setiap saat. Ada kalanya memiliki keinginan tersirat dalam melakukan suatu hal. Seperti saat membagikan status mengenai kebaikan yang dia lakukan di akun media sosialnya. Bisa saja orang tersebut memiliki niatan untuk pamer dari kebaikan yang ia lakukan. Tentu tujuannya agar dikenal orang lain perihal kebaikannya. Padahal sebaik-baiknya amal kebaikan itu jika tidak diketahui orang lain karena akan mengurangi pahala dari amalan tersebut.

Mengharap Pujian

Foto: Unplash

Selain itu, saat mem-posting suatu hal yang berkonteks ibadah keagamaan ataupun berbuat kebaikan terhadap sesama tidak semua berniat untuk mengajak orang lain melakukan hal yang sama seperti dirinya. Mungkin ada yang bermaksud agar mendapat pujian dari orang lain ataupun followers di akun sosial medianya. Bukankah justru ibadah yang dilakukan menjadi sia-sia karena tidak ikhlas dalam melakukannya?

Tidak Berniat Melakukannya sebagai Pelebur Dosa

Foto: Unplash

Poin yang ketiga ini sungguh tidak seharusnya dimiliki oleh seorang muslim dan muslimah. Jika ingin melakukan ibadah ataupun berbuat kebaikan terhadap sesama, maka lakukanlah untuk mengharap rida Allah dan sebagai penghapus dosa yang pernah dilakukan. Jika salah niat saat melakukan kebaikan dan bahkan mem-posting-nya di media sosial, bisa jadi kebaikan yang dilakukan tidak berarti apa-apa bagi kita sendiri dan bahkan menambah daftar dosa.

Berbuat kebaikan itu baik, dan dianjurkan. Namun, jika ingin mem-posting amal ibadah yang dilakukan di laman media sosial sebaiknya dipertimbangkan dulu niat membagikan tersebut. Karena berbuat kebaikan hanya untuk dipuji, disanjung orang lain, bahkan sebagai ajang pamer atas kelebihan nikmat yang dimiliki justru tidak membawa manfaat bagi diri sendiri.

Meski begitu, seseorang masih dapat membagikan segala hal di media sosialnya. Hanya saja, niatnya lebih diluruskan untuk mengajak orang lain melakukan kebaikan yang sama dengan kita. Sehingga ketika orang lain menerima dan melakukan ajakan kita, maka kita pun akan mendapat pahala dari kebaikan yang dilakukan orang tersebut.

 

*Semua isi artikel merupakan tanggung jawab penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *