Belajar dari Rumah Membuat Anak Mudah Stres? Ini Cara Mengatasinya

Tahun ajaran baru telah dimulai. Proses belajar mengajar online yang awalnya dirasa begitu menyenangkan, rupanya tidak semudah yang dibayangkan. Ketika anak-anak harus belajar dari rumah, orang tua mesti mendampingi. Sedangkan pekerjaan orang tua baik sebagai IRT atau ibu bekerja menyulitkan untuk selalu meluangkan waktu hingga seharian.

Ibu-ibu mulai mengeluh, bagaimana dengan pekerjaan rumah? Memasak, mencuci, belum lagi yang di kantor lumayan terganggu dengan telepon dari rumah, sebab anak butuh bantuan. Rasanya pandemi benar-benar mengubah banyak hal. Sayangnya, sebagian besar dari kita begitu terkejut dengan perubahan baru seperti ini. Saya pikir, siapa pun tidak pernah siap dengan keadaan seperti sekarang.

Sebagai orang tua, kita mesti pandai-pandai mengatur waktu. Maksimalkan waktu luang untuk mengerjakan pekerjaan rumah dan jangan menundanya. Sebab, anak-anak sangat membutuhkan kita. Jika pekerjaan rumah telah diselesaikan, kita pun bisa lebih tenang mendampingi anak-anak belajar.

Tapi, bagaimana dengan anak-anak? Kesulitan memahami materi pelajaran atau mulai bosan dengan sistem belajar online tak jarang membuat anak-anak stres dan tertekan. Cobalah lakukan beberapa hal ini,

Pastikan Anak Dalam Keadaan Kenyang Saat Belajar

Meskipun belajar dari rumah, tapi kita tidak boleh bersantai-santai membiarkan anak-anak sarapan terlambat. Pastikan setiap hari aktivitas berjalan normal seperti sebelum pandemi. Anak-anak bersiap sejak pagi dengan seragam rapi. Berikan sarapan seperti jam-jam normal saat mereka sekolah offline dulu.

Saat mereka belajar, butuh kondisi yang nyaman. Ketika perut mereka kosong, pastinya akan membuat konsentrasinya kacau dan susah memahami materi yang disampaikan. Belum lagi jika itu memengaruhi mood-nya.

Jangan Memaksa

Penting sekali membuat kondisi belajar yang begitu nyaman buat mereka. Salah satunya jangan memaksakan dia mengerjakan tugas sekolah dengan terburu-buru. Tidak perlu tergesa-gesa, karena mereka juga punya rasa capek juga. Biarkan mereka istirahat dan ingatkan kapan mereka harus mengerjakan tugasnya sebelum terlambat.

Jika mereka belajar dalam kondisi senang, biasanya semua bisa dilakukan dengan mudah. Tak perlu memaksa apalagi sampai ribut dengan orang tua.

Dampingi Mereka

Jika tak bisa selalu di dekatnya, maka cobalah selalu ada saat mereka membutuhan bantuan kita. Sebelum sekolah online berakhir, jangan tinggalkan rumah untuk keperluan yang tidak mendesak.

Anak-anak, meski sudah berusia di atas 7 tahun, ada kalanya butuh diberikan pemahaman atau membutuhkan bantuan orang tua saat belajar. Jika orang tua selalu ada, maka mereka merasa tenang dan nyaman saat belajar di rumah.

Buatkan Camilan Favorit Mereka

Yups! Kita bisa membuatkan camilan favorit mereka. Sebagai selingan di waktu istirahat, biarkan mereka bersenang-senang meskipun dengan hal-hal sederhana. Kita bisa membuatkan cup cake, puding cokelat lembut, atau camilan sederhana yang mudah dibuat.

Kadang, hal-hal sederhana bisa menjadi begitu istimewa jika diberikan dengan cinta. Anak-anak tahu kita menyayangi mereka, kita peduli dan ingin membantu setiap mereka membutuhkan.

Kondisi seperti saat ini memang serba sulit. Tapi, untuk anak sekolah usia TK dan SD, ada baiknya memang tetap belajar di rumah sampai kondisi memungkinkan untuk masuk sekolah kembali. Bukan hanya orang tua yang kerepotan dalam kondisi seperti saat ini, pengajar pun serba sulit untuk menyampaikan materi.

Namun, hal positifnya kita bisa lebih dekat dengan anak-anak karena sepanjang hari selalu di rumah. Bersabarlah, semoga pandemi segera berakhir dan kita bisa kembali beraktivitas normal seperti dulu lagi.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *