Foto: Yukepo.com

Balita Sering Mengamuk? Yuk, Baca 5 Cara Efektif Mengatasi Tantrum Pada Balita

Temper tantrum pada balita atau yang biasa disebut dengan ‘tantrum’  adalah keadaan ketika balita mengeluarkan letupan emosinya dengan cara mengamuk, marah, menjerit, menangis kencang, membanting barang-barang disekitarnya, ataupun berguling-guling di lantai.

Tantrum biasanya terjadi ketika anak memiliki kemarahan, kesedihan atau kekecewaan yang kuat. Tantrum sebenarnya merupakan suatu hal yang normal karena hal ini adalah bagian dari proses tumbuh kembang anak.

Saat balita mengalami tantrum dan bersifat agresif untuk menumpahkan sampah emosi dihatinya, apa yang harus dilakukan?

Yuk, baca 5 cara efektif mengatasi tantrum pada balita.

1. Keep Calm, Dears

Ketika balita menangis kencang karena keinginannya tidak dipenuhi, ketika balita menjerit minta dibelikan mainan baru di mall, orangtua harus tetap tenang. Jangan balas teriakan anak dengan teriakan kita yang lebih menggelegar.

Tantrum memang sering membuat kita cenderung ikut-ikutan emosi. Namun, sebagai orangtua, tetap tenang adalah langkah terbaik yang bisa dilakukan.

2. Cari Tahu Penyebab Tantrum

Mencari tahu penyebab tantrum pada anak ketika anak sedang menangis atau mengamuk memang tidaklah mudah, kan? Balita yang sudah menangis kencang akan semakin memberontak apabila dijejali dengan pertanyaan.

Disinilah pentingnya mengenali sifat dan karakter anak. Kita harus tahu dan paham tanda-tanda anak ketika mulai menunjukkan kekesalannya. Bisa jadi anak sedang lapar, lelah atau mengantuk.

Cari tahu mengapa ia kesal lalu ajak bicara secepatnya, sebelum anak mulai menghentakkan kaki sambil berteriak.

 


Pilihan Editor:

Yakin Mau Mengajarkan Balita Calistung, Kapan Sih Waktu yang Tepat Mengenalkan Huruf dan Angka Pada Anak?

Memiliki Anak Berkebutuhan Khusus Bukan Akhir dari Segalanya, Ini 7 Kiat Menyikapinya!

7 Tips Atasi Balita Tantrum, Kenali Juga Penyebabnya, Moms!


3. Jangan Tawarkan Imbalan Agar Ia Berhenti Menangis dan Berteriak

Biasanya saat anak tantrum, kita menjanjikan imbalan padanya agar anak berhenti menggulingkan tubuhnya di lantai. Kata-kata, “Udah ya nangisnya, jika kamu berhenti menangis, Mama kasih es krim, lho”. Hal ini bisa membuat kebiasaan buruk dan ia akan sengaja tantrum untuk mendapat hadiah atau imbalan.

4. Ajari Berkomunikasi dengan Baik dan Bernegosiasi

Saat emosi anak kembali normal, ajarkan padanya untuk mengkomunikasikan apa keinginannya dengan baik dan jelas karena kita tidak mengerti apa yang ia inginkan bila anak marah-marah.

Bernegosiasi dengan anak agar anak memahami bahwa tak semua keinginannya dapat terpenuhi. Dengan demikian ia akan siap ketika nanti dihadapkan dengan rasa kecewa saat salah satu keinginannya tak bisa terpenuhi dan memahami bahwa itu merupakan akibat dari pilihan yang dibuatnya sendiri.

Ketika anak meminta mainan di toko, ajukan pilihan, mau beli mainan atau mau beli makanan?

Ketika anak meminta es krim, berikan syarat agar ia terlebih dahulu melakukan hal lain. Misalnya, “Kamu boleh makan es krim setelah makan nasi”. Tahapan mempelajari pilihan ini dimulai dari pilihan yang enak vs enak, enak vs tidak enak, sampai tidak enak vs tidak enak.

5. Peluk Anak

Ketika anak mengamuk, pelukan merupakan hal yang bisa dilakukan untuk menenangkan emosinya yang sedang meluap-luap. Saat anak sedang tantrum, peluk dan dekap erat hingga ia tenang. Jangan sampai melakukan kekerasan fisik karena kesal melihatnya menangis dan berteriak-teriak.

Sebuah pelukan yang kita berikan akan membuatnya merasa aman dan tahu bahwa kita peduli, walaupun sebenarnya kita tidak setuju dengan sikapnya yang mengamuk.

Pelukan tak hanya bermanfaat untuk menenangkan emosi anak yang meledak-ledak, tapi juga bisa membuat kita lebih tenang dan berkepala dingin dalam menghadapi tantrum.

Itulah beberapa hal yang perlu kamu terapkan ketika anak mengalami tantrum. Sabar, ya, Dears. Hampir semua ibu mengalami itu, lho. Kamu tidak sendirian, dan kamu pasti bisa mengatasi semuanya dengan kepala dingin.

Sumber Foto: Yukepo.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *