Balita Sering Menangis? Cari Tahu, yuk, 5 Cara Jitu Mengatasinya!

Perasaan marah, malu atau sedih merupakan bagian dari emosi yang normal pada masa kanak-kanak. Menangis merupakan salah satu cara untuk mengekpresikan perasaan balita. Tangisan merupakan sinyal bahwa anak sedang emosi, baik itu sedih, kesal, kecewa, atau marah yang diungkapkan dengan cara mengeluarkan air mata. Hal ini dilakukannya karena kemampuan berkomunikasi mereka yang belum sempurna.

Namun, apa jadinya jika balita terlalu sering menangis, bahkan karena hal-hal kecil? Duh, gemas enggak sih, kalau sedikit-sedikit nangis, mau apa-apa nangis? Yuk, simak 5 tips mengatasi balita yang sering menangis berikut ini, Dears.

 

Ajak Anak Berkomunikasi dengan Baik

Foto: Pexels.com

Balita yang sering menangis dan dicap cengeng, umumnya tidak mampu mengungkapkan dengan baik apa yang dia inginkan dan rasakan. Peran kita sebagai orang tua adalah mengajak anak berkomunikasi dengan baik. Ajak anak berkomunikasi dan berinteraksi dalam keseharian kita. Dengan semakin sering diajak berkomunikasi, anak akan lebih terbuka dan mampu menyatakan keinginannya dengan baik tanpa harus selalu menangis.

Beri Sentuhan Hangat dan Pelukan

unsplash.com

 

Ketika balita sering menangis, pastinya kita sebagai orang tua sering gemas, bukan? Namun, orang tua harus bersikap netral saat balita sedang melampiaskan emosinya. Beri sebuah pelukan dan sentuhan hangat pada si kecil agar ia merasa tenang, Dears. Jadikan pelukan sebagai sebuah terapi untuk meredam emosi anak dan emosi orang tua.

 

Menerapkan Metode Time Out

unsplash.com

 

Apabila balita tetap menangis terus, gunakan metode time out. Ketika ia menangis tak kunjung henti, dudukkan ia di sudut ruangan untuk beberapa waktu. Katakan padanya, kalau ia boleh menangis sampai waktu tertentu, misal 3 menit. Setelah itu ia harus segera menghentikan tangisnya.

Metode time out ini diharapkan akan membuat mereka tidak menangis terlalu lama. Pusing juga ‘kan, Dears, kalau balita keseringan menangis?

 

Bantu Kecerdasan Emosi Anaka

unsplash.com

 

Kecerdasan emosi merupakan kemampuan untuk mengelola perasaannya sendiri serta perasaan orang lain. Apabila anak merasa ada sesuatu yang membuatnya kesal atau sedih, ia bisa mengungkapkan perasaan itu dengan baik pada orang tua, bukan menyampaikannya melalui suara tangisan.

 

Jangan Terpancing Emosi

unsplash.com

 

Orang tua mana yang enggak gemas jika anaknya sering-sering menangis? Terkadang kita sering terpancing emosi saat balita terus menerus menangis tanpa henti. Tapi, satu hal yang harus dihindari orang tua adalah amarah, karena bisa jadi anak justru akan menjadi salah persepsi.

Saat anak mulai menangis, tenangkan dirimu, jangan terpancing emosi. Tanyakan dengan lembut, apa yang membuatnya menangis. Saat kondisi ini, orang tua tetap harus  menyiapkan stok sabar yang segunung karena anak membutuhkan waktu yang relatif lebih lama untuk menjawab dan berhenti menangis.

Semoga tips diatas dapat membuatmu lebih tenang menghadapi balita yang kerap menangis ya, Dears. Ingatlah bahwa bisa jadi anak-anak kita sebenarnya ingin lebih diperhatikan lagi, dan menangis menjadi salah satu senjata andalannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *