Baby School cuma Ajang Gaya-gayaan? Jangan Salah, Ini Manfaatnya untuk Ibu-ibu Muda

Baru berusia satu tahun sudah sekolah? Jangan heran Dears, pada era modern ini, bayi berusia enam bulan pun sudah bisa masuk sekolah. Ada kelasnya, ada gurunya serta ada murid-murid lainnya. Tapi, tentu tidak ada upacara bendera, tidak menggunakan seragam, tidak baca-tulis dan tidak periksa kuku.

Lalu apa kegiatannya? Ya, hanya bermain.

Di kalangan orang tua, mungkin hal ini menimbulkan pro dan kontra. Selain di dunia nyata, di dunia maya pun pilihan untuk menyekolahkan bayi pasti menuai banyak kritikan dari warganet.

“Main ‘kan bisa di rumah”

“Kayak gitu aja sih di taman bermain juga bisa”

“Belajar nyanyi mah dari Youtube aja”

Dan yang paling berpotensi menyinggung adalah komentar tetangga, “Itu mah gaya-gayaan aja ibunya. Mahal pula!”

Jangan salah, Dears.. Selain berbagai alasan kebaikan demi tumbuh kembang anak, menyekolahkan anak sedari dini juga memberi manfaat pada sang ibu. Apa saja manfaat tersebut?

1. Tempat Bersosialisasi

Bagi full time mommy yang hanya berkutat dengan seisi rumah, sewaktu-waktu pasti pernah merasa jenuh. Apalagi para ibu muda yang masih beradaptasi dengan babak baru kehidupan. Yang biasanya hang out dengan teman-teman, kini terperangkap dalam bosan. Yang biasanya bisa bertemu dengan banyak orang, kini lebih banyak menghabiskan waktu di rumah, dari pagi hingga malam dan terus berulang. Maka ada sebagian ibu yang memutuskan untuk menyekolahkan anaknya sejak batita, semata-mata hanya butuh hiburan, butuh tempat untuk kembali bersosialisasi, bertukar pikiran dan berbagi pengalaman dengan sesama orang tua. Terlebih jika bertemunya dengan yang lebih berpengalaman. Si kecil belajar, ibunya juga bisa belajar.

2. Teman Baru

Jalan hidup pada akhirnya memberi jarak pada hubungan pertemanan. Masing-masing punya kesibukan, membuat kita kadang sulit untuk berbagi cerita atau sekadar menemukan teman bicara. Ada kalanya kita bisa berbagi dengan suami, tapi rasa butuh akan sosok seorang teman tetap tak bisa dimungkiri. Nah, kalau si kecil bisa dapat teman baru di sekolah, ibunya juga pasti bisa. Selamat membangun relasi baru di lingkungan yang baru, Dears.

Membangun Kepercayaan Diri

Percaya atau tidak, lama berdiam diri di rumah dapat menurunkan kemampuan berkomunikasi yang berujung timbul rasa tidak percaya diri. Hal tersebut dapat disebabkan oleh minimnya interaksi langsung dengan orang lain dan hanya digantikan dengan komunikasi melalui gawai, sehingga saat berbicara tatap muka, kita akan merasa kikuk. Maka mengantar anak ke sekolah dan ikut di dalam kegiatannya akan membantu mempertahankan kemampuan berkomunikasi intrapersonal dengan baik.

4. Lahan Bisnis

Dears, kalau kamu tipe wanita yang “nggak bisa diem”, di sini bisa jadi lahan gembur yang bisa membuat usahamu makin subur. Berawal dari obrolan soal anak, siapa tahu berujung pada ide usaha baru.

Intinya, setiap keputusan orang tua pasti dilatarbelakangi dengan berbagai alasan, termasuk dalam hal menyekolahkan anak usia dini. Mari kita pandang dari sisi yang paling positif dan hindari saling menyalahkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *