Antre, Proses Membosankan yang Menyimpan Banyak Filosofi Mengagumkan!

Sering mengantri, Dears? Sangat  menjemukan, bukan. Berdiri, menunggu, dalam jangka waktu yang tak sebentar, dengan posisi yang sangat melelahkan. Namun ternyata, antri bukan hanya sebuah proses tanpa makna. Ada filosofi tersembunyi yang bisa dijadikan bahan pembelajaran dalam kehidupan kita, lo.

Bahkan di negara dengan sistem pendidikan yang maju, seperti Australia, para gurunya lebih khawatir para anak didik tidak bisa mengatri, dari pada tidak bisa matematika. Lalu apa saja sih, pelajaran yang bisa diambil dari hanya “sekadar” mengantri? Check this out.

Management Waktu

Saat  mengantri, yang datang lebih awal akan berada di depan, dan otomatis akan dilayani terlebih dulu. Hal ini mengajarkan, bahwa  kita harus pintar mengatur waktu. Dalam hal apapun, lakukan semua persiapan dengan lebih baik dan seawal mungkin, sehingga kamu bisa mendapat giliran dan posisi terdepan, Dears.

Sabar dan Tabah

fakta ambiver
sumber: pexels

Ketika mengantri, kita wajib bersabar. Apalagi bila berada di posisi belakang. Sabar menunggu, hingga sampai pada giliran kita. Antri juga mengajarkan ketabahan untuk menjalani proses yang harus dilalui untuk mencapai tujuan akhir kita, Dears.

Menghargai  Orang Lain

kebiasaan buruk saat puasa
sumber: pexels.com

Antri, secara tidak langsung mengajarkan cara menghargai orang lain. Siapa yang datang lebih awal pasti akan berada di depan. Tidak memandang  status, pekerjaannya, atau setinggi apapun jabatannya. Dalam antri juga diajarkan budaya, bahwa kita tidak boleh menyerobot hak orang lain. Kita wajib patuh dan menunggu sesuai dengan urutan yang  telah ada.

Disiplin dan Tertib

Mengantri memaksa kita untuk menjadi disiplin dan tertib. Disiplin tetap berada di tempat kita, walau sedang di buru waktu, dan tertib dengan mengikuti aturan, bahwa yang ada di depan yang akan selesai terlebih dahulu. Dengan tertib dan disiplin mengantri, membuat segala sesuatu malah akan berjalan lebih efektif dan efisien, Dears.

Belajar Bersosialisasi

Saat mengantri dalam jangka yang lama, biasanya kita akan mulai saling menyapa dengan orang lain yang sama-sama sedang mengantri, bukan. Hal ini akan mengajarkan cara bersosialisasi dengan orang lain, yang mungkin baru kita kenal.

Lebih Kreatif

Pict by Qupas

Saat sedang mengantri, dan sekiranya diperkirakan lama, bisa membuat kita mencari ide untuk membunuh waktu. Kita menjadi lebih kreatif dalam memanfaatkan waktu sembari mengantri dengan hal lain yang mungkin mengasyikkan. Bisa dengan bermain game di gadget, membaca buku, atau menambah pengetahuan dengan membaca artikel dari hp.

Belajar Hukum Sebab Akibat

Pict by WinNetNews.com

Setiap tindakan yang kita perbuat pasti ada konsekuensinya. Sama halnya dengan mengantri, bila kamu datang awal, pasti akan mendapat tempat di depan, Dears. Namun, bila kamu datang terlambat, bisa dipastikan kamu akan mendapat antrian paling belakang. Malah, bisa jadi, kamu akan kehabisan tempat.

Kegiatan yang sepele dan banyak yang tidak mengindahkannya, tapi mengajarkan banyak nilai positif di dalamnya. Antri mengajarkan etika moral dan ilmu berbagi dengan sesama. Dua hal ini sangat penting dimiliki oleh semua orang. Untuk membuat seorang anak cerdas secara kognitif, bisa dilakukan dalam hitungan bulan. Namun butuh pembiasaan selama bertahun-tahun untuk membuat seorang anak memiliki kecerdasan spiritual dan emosional, dan antri bisa dijadikan cara belajar. Yuk, mulai belajar menjadi manusia yang lebih baik.

 

Featured image: Photo on Unsplash
*Artikel merupakan kiriman kontributor. Semua isi artikel merupakan tanggung jawab penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *