Anak Penurut Tak Selalu Baik, lho, Dears. Yuk, Pelajari Cara Komunikasi yang Tepat!

Anak penurut tentu dambaan setiap orang tua. Aturan, tata tertib, dan perintah dengan mudah diaplikasikan kepada anak penurut. Mereka sering tidak melakukan sanggahan atau bantahan atas apa yang diinginkan orang tua, sepanjang hal itu demi kebaikan.

Karakter seseorang memang tidak bisa diprediksi sejak masa kanak-kanak. Akan tetapi, anak yang terus mendapat teladan yang baik, berada di lingkungan pembelajar, dan mendapat stimulus yang baik bisa dipastikan akan berkembang menjadi anak yang baik pula, sekalipun dia bukan tipikal anak penurut pada masa kanak-kanaknya.

Apabila buah hati kita termasuk dalam kategori anak penurut, sekilas tampaknya tak ada masalah, ya, Dears! Padahal sebenarnya anak seperti ini dikhawatirkan akan sulit mengambil keputusan dan cenderung tergantung pada orang tuanya. Perlu ada komunikasi yang tepat dengan anak agar tidak mengalami hal-hal sulit di kemudian hari.

Bagaimana cara berkomunikasi yang tepat dengan mereka?

Yakinkan Anak dengan Perasaannya Sendiri

Anak akan merasa tidak yakin dengan perasaannya sendiri saat tidak ada ruang untuk mengekspresikan keinginannya. Orang tua perlu menjadi jalan terbukanya keyakinan anak akan perasaanya sendiri dengan memberinya waktu berpendapat, mendengarkan keluhannya, juga harapannya akan sesuatu.

Bantu Anak Membangun Harga Dirinya

Harga diri tidak datang dengan sendirinya. Orang tua dapat membangun harga diri anak dengan tiga cara:

๐Ÿ‘‰ Memperbesar rasa kompetensi, yaitu rasa percaya diri untuk mengaktualisasikan semua yang dimilikinya, mulai pengetahuan, keterampilan, hingga perilaku.

๐Ÿ‘‰ Mengarahkan anak untuk selalu berbuat baik

๐Ÿ‘‰ Meyakinkan anak bahwa orang tua menghargainya

Semakin cepat anak menghargai dirinya, akan semakin sadar mereka dengan dunia di sekitarnya.

Beri Lebih Banyak Kesempatan Memilih dan Menentukan Sendiri Keinginannya

Anak perlu diarahkan memilih dan menentukan sendiri keinginannya agar belajar bertanggung jawab menanggung konsekuensi atas setiap pilihan. Menentukan sendiri pilihannya membuat anak merasa menjadi bagian penting dalam setiap kegagalan dan keberhasilannya.

Selalu Mendukung Anak Menjadi Diri Sendiri

Untuk menjadi hebat, tidak perlu menjadikan anak seperti anak lain. Cukup mengupayakan agar ada peningkatan kualitas dari waktu ke waktu, maka anak akan menjadi hebat pada saatnya. Dia akan belajar berproses, belajar mengambil hikmah dari kesalahan sendiri, dan belajar menapaki tangga satu per satu menuju keberhasilan dengan menjadi dirinya sendiri.

Dears, mengupayakan anak seperti yang diinginkan orang tua tentu tidak mudah. Anak-anak dengan segala kekurangannya adalah ladang amal orang tuanya. Kekurangannya, apa pun dan bagaimana pun bentuknya, tidak selalu merupakan kekurangan yang menetap. Anak-anak yang pada masa kanak-kanak adalah seorang pembangkang atau terlalu penurut bukan berarti itu terbawa sampai dewasa. Berbagai cara bisa dilakukan agar anak memiliki sifat-sifat yang baik. Semua tergantung kehendak Allah dan bagaimana cara orang tua berkomunikasi dengan anak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *