Alasan Kondisi Quarter Life Crisis Selalu Ditakuti Hampir Semua Orang di Usia 25 Tahun

Sudahkah mengalami fase quarter life crisis dalam hidupmu, Dears? belakangan, istilah ini selalu menjadi bahan materi saat webinar atau dibahas dalam feed instagram.

Dears, tahukah kamu mengapa sih kok bisa disebut quarter life crisis? Jika diartikan ke dalam bahasa Indonesia artinya krisis dalam seperempat kehidupan. Dimisalkan usia manusia kebanyakan adalah 100 tahun, maka seperempatnya tentu di usia 25 tahun. Nah itulah mengapa di rentang usia antara 20-30 tahun merupakan fase krusial tersulit yang dialami seseorang. Namun tenang saja, fase kehidupan ini tentu akan terlewati seiring berjalannya waktu dan sudah berhasil menempa di fase kehidupan seseorang menjadi lebih baik dan awesome tentunya.

Untuk saat ini, sudahkah melewati fase ini Dears? jika masih belum mengalaminya, ini dia sedikit ulasan yang akan terjadi ketika kamu memasuki fase quarter life crisis dalam kehidupanmu, Dears.

1. Masih terikat dengan persepsi orang lain

Image by Pinterest

Hidupmu sepenuhnya berada dalam kendalimu bukan? Tapi nyatanya, masih banyak orang yang masih membutuhkan pendapat dari orang lain mengenai apa yang akan dilakukannya atau apa yang menjadi rencananya ke depan. Tak salah memang jika sekadar meminta saran, namun suatu pepatah dalam buku mengatakan “jangan pernah memberitahu ide atau rencanamu kepada orang lain, biarkan kamu mengeksekusinya terlebih dahulu baru perlihatkan hasilnya kepada semua orang”. Alasan lainnya sebaiknya tidak selalu bergantung dengan persepsi orang lain, terkadang apa yang mereka sarankan tidak sesuai dengan keyakinanmu dan dampaknya akan menyesali hasil akhir dari apa yang sudah kamu lakukan karena mengikuti saran dari orang lain.

2. Tidak semua orang seperti yang kamu harapkan

Image by Pinterest

Pada fase ini kamu juga akan menjumpai bermacam-macam sifat orang yang kamu temui. Bahkan orang yang sebelumnya baik terhadapmu bisa saja akan berlaku licik karena suatu hal. Tak ada yang tidak mungkin di dunia ini untuk bisa dipercayai sepenuhnya. Terlebih jika sudah memasuki dunia kerja yang amat sangat kejam katanya. Mulai dari orang yang mudah bergaul dan cari muka hingga orang pendiam yang misterius juga ada. So, meski begitu tetap berbuat baik kepada semua orang tak ada salahnya karena semua tentu ada balasannya sendiri ‘kan Dears.

3. Terus merasa cemas dengan apa yang akan dilakukan

Image by Pinterest

Kecemasan seolah menghantui orang-orang yang sedang berada di fase ini, terutama kecemasan mengenai apa yang akan dilakukannya setelah lulus kuliah. Inginnya seperti orang-orang kebanyakan yang langsung bekerja dan diterima di perusahaan yang diinginkan atau lanjut studi ke jenjang yang lebih tinggi. Apapun yang akan dilakukan, sebaiknya pertimbangkan dengan mantap dan jangan asal pilih. Mencari pekerjaan pun tidak semudah yang terlihat di FTV atau sinetron. Semuanya butuh proses dan hal itulah yang sering memicu kecemasan berlebih di fase quarter life crisis ini.

4. Selalu menjadikan orang lain kiblat kesuksesan kita

Image by Pinterest

Nah ini nih yang salah kaprah dari kebanyakan orang, selalu menjadikan orang lain sebagai kiblat kesuksesannya. Maksudnya, ingin bisa sukses seperti si A atau ingin hidup bahagia seperti si B dengan pekerjaan mapan dan mampu membeli barang ini itu sendiri. Stop Dears! tidak akan ada habisnya jika seperti itu, yang ada justru tidak segera bangkit dan melakukan apa yang ingin kamu lakukan karena terus berpikir dan mengkhayal bisa seperti si A dan si B tanpa ada action.

5. Tiba-tiba kehilangan semangat ataupun sebaliknya

Image by Pinterest

Pernah merasa sangat bersemangat dan tiba-tiba kehilangan mood  hingga motivasi dan merasa stuck di situ-situ saja, Dears. Tidak masalah kok, itu masih hal yang wajar di fase krusial ini. Yang pasti ketika merasa kehilangan semangat dan bosan dengan hidup yang itu-itu saja ingat kembali bagaimana susahnya memulai dari awal. Selain itu, tetap ingat pada kedua orang tua yang masih berusaha meski di usia yang semakin menua tapi tetap tak kenal lelah untuk bekerja setiap harinya. Kamu dan kita masih tidak ada apa-apanya dibanding orang tua kita dalam hal bekerja keras.

Nah gimana Dears, sudah bisa menerima fase quarter life crisis mu apa belum. Ketika fase ini sudah mampu terlewati mungkin saja kamu tidak menyadarinya karena sudah tidak memikirkan hal-hal yang selalu menghantui selama di fase ini.

 

Featured image: Photo on Pexels
*Artikel merupakan kiriman kontributor. Semua isi artikel merupakan tanggung jawab penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *