Agar si Kecil Ikut Berpuasa, yuk, Intip Cara Jitu Berikut Ini!

Bulan puasa merupakan salah satu ibadah yang sangat dinanti-nanti. Rutinitas setahun sekali ini tentu selalu membawa kesan tersendiri. Pada bulan inilah kebanyakan keluarga memiliki waktu yang lebih untuk berkumpul. Jika pada hari sibuk di luar bulan puasa intensitas bertemu hanya pada malam hari, maka berbeda jika berada di bulan puasa nanti. Kamu akan lebih banyak berjumpa satu sama lain dengan anggota keluarga di waktu berbuka dan sahur.

Salah satu hal yang membedakan bulan suci Ramadan dengan bulan lainnya adalah momen berbuka puasa dan sahur. Intensitas keluarga paling banyak terjadi pada kedua waktu ini. Maka tidak heran jika barisan ibu-ibu selalu menyediakan menu spesial pada kedua waktu tersebut.

Berpuasa hukumnya wajib bagi mereka yang telah dinyatakan dewasa ya, Dears. Namun, bukan berarti anak-anak luput dari aktivitas ini. Kamu bisa mengajak si kecil untuk ikut berpuasa juga, loh. Mungkin sebagian dari kita akan merasa tidak tega. Tapi percayalah, aktivitas ini akan menjadikan anak terbiasa dan memahami agamanya.

Dears, jika kamu menginginkan si kecil untuk ikut berpuasa, maka beberapa hal ini patut dilakukan.

Berikan Penjelasan

Anak adalah seseorang yang sangat kritis. Mereka akan menanyakan apa saja yang baru bagi dirinya. Untuk itu, kamu perlu menjelaskan tentang puasa secara sederhana agar mudah dipahami oleh si kecil ya, Dears.

Membuat Hidangan Favorit

Puasa merupakan aktivitas menahan lapar dan haus dari terbit fajar hingga terbenam matahari. Pengertian itu pasti akan melekat padanya. Sebagai imbalan, kamu bisa memberikan hidangan kesukaannya. Anak tentu akan menantikan waktu berbuka untuk bisa makan. Pastikan ia bahagia pada saat berbuka ya, Dears. Pastikan juga, apa yang dimakannya adalah makanan yang bergizi untuk mengembalikan energinya.

Selalu Berjamaah

Agar fokus ibadah si kecil lebih mantap, kamu juga harus mengajaknya untuk melakukan ibadah lainnya secara bersama-sama. Melibatkan anak dalam aktivitas kita di bulan puasa akan membuat ia tidak jenuh. Meski demikian, tetap perhatikan kemampuan anak. Jangan samakan dengan orang dewasa.

Nah, tiga hal sederhana di atas sangat mudah diterapkan. Sebaiknya, anak mulai diperkenalkan dengan rutinitas agama sedari kecil, karena ini akan membentuk pola kebiasaannya. Pastikan diberengi dengan pemahaman yang mudah di mengerti ya, Dears, agar si kecil tidak terpaksa menjalaninya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *