7+1 Tips Biar Kamu Enggak Stres Hadapi Suami Workaholic

Kamu punya suami yang doyan kerja? Sering merasa uring-uringan karena si dia jarang ada?

Dears, kenikmatan dalam bekerja secara berlebihan memang bisa jadi pilihan bagi seseorang. Bagimu yang memiliki pasangan dengan tipe ini, jangan khawatir. Beberapa tips ini setidaknya bisa membantumu agar tidak terbawa stres dengan ketidakhadirannya karena urusan pekerjaan.

1. Jangan Biarkan Rasa Marah dan Kecewa Menguasaimu Berlama-lama

Meski perlu diungkapkan, cukup sebentar saja, lalu bersikaplah seperti biasanya. Memang butuh latihan berulang untuknya, tapi coba lakukan dengan tekad dan niat yang kuat.

Percaya, deh, memperlihatkan rona wajah tidak menyenangkan sebagai bentuk protes marah padanya berlama-lama hanya akan membuat ia risih dan memilih kembali bekerja untuk menghindarimu. Si dia akan mengalihkan ke hal yang dianggap positif ketimbang melihat istrinya manyun tanpa berkata-kata.

2. Saat Waktu Senggang, Ucapkan bahwa Anak-anak Sangat Membutuhkannya

Sesibuk apapun ia bekerja, tetap beri ruang untuk sang kepala keluarga berkontribusi terhadap keluarga. Contohnya, meminta tolong padanya untuk membantu mengerjakan PR si kecil, baik PR gambar atau seni, kerajinan tangan dan sejenisnya yang membutuhkan kreatifitas seorang ayah.

Dengan begitu, mereka akan saling berdiskusi sekaligus bercengkerama setelah beberapa lama tidak ada waktu untuk mengobrol bersama.

3. Sesekali Minta Waktuya untuk Sekadar Bicara Berdua

Meski susah karena waktunya di rumah hanya untuk istirahat dan tak tega untuk menganggu waktu istirahatnya yang hanya sebentar, jikalah memungkinkan dan bisa memulai pembicaraan, bicaralah, meski hanya 10-15 menit. Setidaknya, ini akan tetap mengikat bounding dengan pasangan.

4. Jika dalam Satu Minggu Ada Satu Hari Libur, Buat Hari Itu untuk Quality Time Keluarga

Jangan buat agenda bertemu dengan teman atau yang lainnya di hari libur tersebut, bahkan jika kamu punya usaha atau kesibukan rutin, berhenti dan liburkan diri sehari demi kebersamaan yang jarang terjadi.

5. Selalu Ingatkan Hari Spesial Anggota Keluarga

Bisa hari ulang tahun anak-anak, jadwal bagi rapor, bahkan jadwal ulangan anak, agar pasanganmu tetap bisa memberikan ucapan dan semangat pada si buah hati.

6. Selalu Beri Dukungan dan Doakan yang Terbaik

Bagaimanapun kondisinya, ia melakukan semuanya demi satu kata, yakni tanggung jawab. Tanggung jawabnya untuk menafkahi keluarga. Teruslah beri dukungan dan jangan lupa mendoakan yang terbaik untuknya.

7. Jangan Pernah Bandingkan Idealnya Keluarga Sendiri dengan Keluarga Lain

Kadang, tanpa disadari, mulut ini berujar tentang bahagianya keluarga lain dengan kepulangan suaminya yang selalu on time, Sabtu Minggu free, libur panjang ada, bisa berbagi peran saat ambil rapor, dan lain-lain.

Jika kamu tahu jawabanya tak mungkin terjadi pada kamu dan pasangan karena kesibukannya berbeda, jangan pernah ungkapkan hal ini, apalagi berulang kali. Ini hanya akan menyakitinya.

Ambil positifnya bahwa dengan kondisimu seperti ini akan membuatmu jauh lebih mandiri dalam segala hal dan kondisi. Kamu tidak harus bergantung pada pasanganmu untuk banyak hal. Dan itu kelebihan yang harus kamu syukuri.

8. Jangan Mengharapkan Ia Berubah Seperti Apa yang Kamu Mau

Ubahlah dirimu sendiri terlebih dahulu, bagaimana tingkat kesabaranmu selama ini, apakah ikhlasmu sudah benar-benar kamu terapkan di keluarga kecilmu. Jika kamu terlihat berubah ke arah yang lebih lebih baik, maka pasanganmu pun akan berusaha melakukan hal yang sama.

Dears, itulah beberapa tips untuk kamu yang memiliki pasangan gila kerja. Masalah pasti selalu ada, karena hidup di dunia akan selalu dihadapkan dengan berbagai lika-likunya.

Yang penting adalah, bagaimana bisa menghadapinya, apakah harus kalah, atau kamu yang siap berubah?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *