7 Tips Umroh Nyaman Bersama Anak

Biasanya untuk keluarga yang akan berangkat umroh dan ingin membawa anak, terkadang sering dilanda kegalauan, apakah anak dibawa serta atau ditinggal di Indonesia. Sebagian besar pada akhirnya lebih memilih membawa serta anaknya dengan alasan untuk memperkenalkan ritual ibadah umroh.

Tentunya, membawa anak saat menjalankan ibadah yang membutuhkan kekhusyukan bukanlah hal yang mudah. Agar umroh bersama anak menjadi hal yang menyenangkan dan anak merasa nyaman, mari kita simak 7 tips berikut ini mulai dari persiapan sampai pelaksanaan umroh.

1. Kenali Kondisi dan Kesiapan Anak

Sebelum memutuskan berangkat umroh bersama anak, coba bawa anak bepergian ke beberapa tempat yang ditempuh menggunakan pesawat. Apakah anak merasa nyaman dan mudah beradaptasi dengan lingkungan yang berbeda? Apabila anak yang dibawa masih bayi, sebaiknya cari informasi dulu berapa usia minimal bayi boleh naik pesawat untuk perjalanan internasional, karena setiap maskapai penerbangan mempunyai aturan batas usia minimal yang berbeda-beda.

2. Pilih Waktu yang Tepat untuk Pergi Umroh

Hal ini dapat kamu konsultasikan dengan pihak travel umroh. Pilih waktu yang bukan peak season (bukan bulan Ramadhan atau saat libur sekolah). Perhatikan juga kondisi cuaca di tempat tujuan. Biasanya di akhir sampai awal tahun, cuaca di Mekkah dan Madinah termasuk sejuk.

3. Persiapkan Biaya dan Dokumen Penunjang Umroh

Beberapa travel umroh ada yang memberikan diskon biaya perjalanan umroh untuk anak. Potongan harga ini lumayan bikin hemat, kan, Dears. Untuk dokumen, paspor adalah dokumen yang paling penting. Anak-anak, bahkan bayi sekalipun, harus memiliki paspor. Lakukan pembuatan paspor minimal 3 bulan sebelum keberangkatan. Pembuatan paspor ini tidak dapat diwakilkan, ya, Dears. Bayi tetap harus dibawa untuk difoto di tempat pembuatan paspor. Dokumen-dokumen lain seperti visa, tiket pesawat, kartu identitas umroh dan lain-lain biasanya disiapkan oleh pihak travel.

Beberapa dokumen penunjang yang harus disiapkan untuk pembuatan paspor dan visa sebelum berangkat umroh adalah sebagai berikut :
– Foto 80% wajah dengan latar belakang putih
– Fotokopi Kartu Keluarga
– Fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP)
– Fotokopi Akte Kelahiran/Surat Nikah/Ijazah

4. Persiapan Fisik Sebelum Umroh

Umroh merupakan ibadah yang hampir 90%-nya melibatkan fisik. Tawaf (mengitari Kabah), sai (berlari kecil antara bukit Safa dan Marwa) dan menjalankan rangkaian ibadah salat wajib dan sunah sangat membutuhkan kondisi fisik yang prima. Untuk itu, jangan lupa lakukan olahraga secara teratur dan konsultasikan kesehatanmu pada dokter apabila memiliki riwayat penyakit tertentu.

5. Buat Daftar Barang yang Akan Dibawa

Barang bawaan, terutama milik anak-anak tentu banyak printilan-nya, ya, Dears. Oleh karena itu, mulai cicil persiapannya sejak satu bulan sebelum umroh. Barang-barang tersebut antara lain :

– Pakaian yang nyaman dan menyerap keringat dari bahan kaos atau katun.
– Diaper dalam jumlah yang banyak untuk anak yang belum bisa lepas dari popok.
Untuk anak yang sudah lepas popok, saat di hotel sebelum berangkat ke masjid usahakan selalu buang air kecil terlebih dahulu agar saat di masjid anak tidak bolak balik minta ke kamar kecil.
– Cemilan dan mainan yang anak suka. Jangan lupa memberi cemilan buah-buahan untuk menjaga kesehatan anak.
– Bila anak masih mengonsumsi MPASI (Makanan Pendamping Air Susu Ibu), peralatan masak MPASI jangan sampai ketinggalan. Untuk bahan makanan yang fresh seperti sayuran dan buah-buahan, bisa di beli di toko sekitar hotel saat di Mekkah/Madinah.
– Persediaan susu untuk minimal 10 hari dan minimal 3 botol susu dot.
– Kereta dorong/stroller atau gendongan, terutama bila membawa balita. Saat di Masjidil Haram, stroller tidak dapat dibawa masuk. Tapi disediakan penyewaan kursi roda, termasuk saat pelaksanaan sai.
– Payung (agar tidak kepanasan/kehujanan), kacamata hitam (melindungi mata dari cahaya matahari), masker (melindungi hidung dan wajah dari debu).
– Obat-obatan standar seperti minyak kayu putih, obat untuk luka, kain kasa, plester, obat penurun panas dan vitamin.

6. Jangan Paksa Anak untuk Melaksanakan Seluruh Rangkaian Ibadah Umroh

Dears, gunakan waktu perjalanan saat di pesawat atau bis untuk anak beristirahat/tidur. Saat di masjid, ketika orang tua hendak salat, sementara anak mengeluh capek atau mengantuk, biarkanlah anak-anak duduk saja atau tidur, asalkan posisinya harus selalu dekat dengan orang tua agar mudah diawasi.

7. Ajak Anak Melakukan Hal-hal di Luar Ritual Umroh

Fitrah anak adalah bermain. Selalu sempatkan bermain dan ajak mereka jalan-jalan di sela-sela rutinitas umroh agar anak merasa senang dan tidak bosan.

Nah, semoga tips di atas bermanfaat ya, Dears! Dan buat kamu, para Estrilookers yang akan menjalankan ibadah umroh, teriring doa semoga dilancarkan seluruh proses ibadahnya.

Aamiin ya Robbal’alamiin…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *