7 Tips Mudah untuk Freelancer yang Pertama Kirim Artikel di Platform Berbayar

Freelance merupakan suatu jenis pekerjaan yang fleksibel untuk dilakukan dimanapun dan kapanpun semau yang menjalaninya. Akan tetapi jangan menganggap remeh pekerjaan ini, karena fee yang dihasilkan bisa melebihi orang yang bekerja tetap secara offline.

Jenis pekerjaan freelance yang tidak membutuhkan keahlian khusus adalah content writer atau penulis artikel, bisa juga sebagai copywriting dan ghost writer. Pasalnya jenis pekerjaan yang berhubungan dengan tulis menulis ini tidak semua mewajibkan memiliki skill yang bersertifikat. Semua orang boleh mencobanya asal memiliki kemauan untuk terus mencoba dan mengasah diri.

Yap! yang dibutuhkan jika menekuni freelance jenis ini hanyalah kemauan, ketekunan dan terus mengasah diri. Dengan melakukannya secara rutin tentu akan lebih mudah untuk menulis artikel dan bahkan bisa menulis lebih dari 3 artikel setiap harinya. Nah untuk kamu yang ingin memulainya perhatikan tips bagi freelancer ini ya, Dears.

1. Kenali Platform yang Dipilih

Foto: Unsplash

Seperti halnya ketika kita akan melamar pekerjaan, persiapan dari rumah pasti telah mempelajari seluk beluk perusahaan dan aturan yang diterapkan. Begitu juga dengan freelancer, tentukan platform yang akan dijadikan sasaran untuk submit artikel dan kenali bagaimana ketentuan serta kebijakan platform tersebut. Jangan sampai karena keteledoran sendiri akan mempersulit untuk artikel di approve oleh editornya.

2. Ketahui Minat Pembaca

Foto: Unsplash

Poin kedua tentang viewers dari platform yang sudah dipilih. Ini sangat penting untuk bisa menyesuaikan bahasa yang akan digunakan dalam penulisan artikel. Ketidaktepatan penggunaan bahasa juga menjadi penyebab artikel yang sudah dikirim tidak segera mendapat notifikasi jika sudah diterima dan diterbitkan.

3. Banyak Membaca

Foto: Unsplash

Dengan membaca memperbanyak kosakata dan mudah menemukan ide untuk dijadikan artikel. Dibanding orang yang enggan membaca, jumlah artikel yang dihasilkan oleh orang yang sering membaca jauh lebih banyak, serta variasi penggunaan kosakatanya juga akan semakin banyak. Jadi, meski sebagai content writer juga dituntut untuk banyak membaca, tidak hanya menulis saja. Selain itu bacaan juga menunjang bobot artikel yang akan ditulis karena diperoleh dari sumber yang valid dan tidak hanya sekedar menulis tanpa dasar.

4. Perbaiki Ejaan dan Self Editing

Foto: Unsplash

Ini merupakan bagian yang kerap ditinggalkan oleh seorang penulis konten. Mereka hanya sekadar menulis dan menulis saja tanpa mengecek kembali tulisan, sehingga saat artikel dikirim ke platform masih banyak ejaan yang salah dan bahkan tidak bisa disebut sebuah paragraf yang baik. Faktor inilah yang juga menjadi pemicu tulisan tidak lolos seleksi editor dan kamu tidak segera mendapat notifikasi dari platform yang kamu kirim artikel.

5. Tidak Mudah Menyerah saat Artikel Ditolak

Foto: Unsplash

Namanya juga pemula, jika banyak yang salah itu wajar. Justru jika tidak pernah salah, seseorang tidak akan mengetahui dimana letak kelemahannya. Namun, memang diakui beberapa platform hanya secara sepihak tidak menerima artikel yang dikirim penulis tanpa memberi feedback tentang kesalahan si penulis. Sehingga si pengirim tidak tahu dimana letak kesalahannya agar tidak diulangi saat membuat artikel ke depannya.

Jika memang seperti itu kasusnya, coba saja menulis dengan hati-hati dan perhatikan betul mulai dari kosakata, ejaan hingga topik artikel yang ditulis. Bisa saja menurut kamu artikel sudah bagus tetapi bagi editor tulisan kamu masih belum layak untuk terbit karena belum memenuhi ketentuan dari platform yang kamu kirim tersebut.

6. Cari Topik dan Bahasa yang Mudah Diterima

Foto: Unsplash

Carilah topik yang ringan tapi cukup familiar didengar di masyarakat, sehingga mudah diterima pembaca. Terkadang si penulis membuat artikel yang cenderung rumit agar terlihat berkesan di mata editor, padahal artikel yang menarik belum tentu bergantung pada topik yang berat. Selain itu penggunaan bahasa yang persuasif dan renyah lebih enak dibaca karena pembaca bisa mudah mengerti maksud dari artikel yang ingin disampaikan si penulis.

7. Hindari Pengulangan Kata atau Kalimat

Foto: Unsplash

Beberapa dari kita mungkin masih sering melakukan ini. Alasannya untuk memperpanjang jumlah kata agar sesuai dengan ketentuan artikel yang harus dikirim ke platform. Padahal pengulangan kata maupun kalimat menyebabkan pembaca enggan untuk melanjutkan membaca artikel lebih dalam. Untuk menghindarinya, perbanyaklah sumber bacaan sebelum menulis artikel sehingga apa yang ditulis sudah terencana dan tidak sering melakukan pengulangan kata ataupun kalimat.

Mencoba menjajaki dunia freelance tidak ada salahnya loh, meski tidak ada kaitannya dengan jurusan kuliah tidak masalah. Yang penting kamu happy melakukannya dan yang pasti bisa dapat fee. Untuk menjadi penulis konten tidak harus memiliki skill khusus, sehingga setiap orang boleh mencobanya ya, Dears.

 

*Artikel merupakan kiriman dari kontributor. Semua isi artikel merupakan tanggung jawab penulis

2 thoughts on “7 Tips Mudah untuk Freelancer yang Pertama Kirim Artikel di Platform Berbayar”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *