7 Tipe Orang yang Ikut Organisasi, Kamu yang Mana Dears?

Organisasi merupakan suatu perkumpulan yang hampir ada disemua elemen kehidupan bermasyarakat. Mulai dari organisasi di lingkungan rumah, tingkat kecamatan atau ranting, di sekolah, kampus hingga organisasi yang cakupannya sudah setingkat nasional.

Bagi kalangan tertentu, mengikuti organisasi merupakan hal yang sangat penting dan harus dimanfaatkan semaksimal mungkin selagi ada kesempatan. Karena dengan ikut berorganisasi bisa menambah lingkar pertemanan dan skill yang sebelumnya belum terasah maksimal. Akan tetapi, bagi sebagian orang yang memiliki tipe mager dan malas-malasan, menganggap ikut organisasi hanya membuang-buang tenaga dan menjadi orang yang sok sibuk. Memang tak ada salahnya juga anggapan seperti itu. Impact yang didapat dengan aktif berorganisasi jarang yang bisa dinikmati saat masih kuliah, justru baru kelihatan manfaatnya setelah masuk ke dunia kerja.

Nah, berbicara mengenai organisasi pastinya ada beragam karakter dari semua pengurus organisasi yang tidak bisa disamaratakan. Dalam hal berkontribusi untuk memajukan serta mensukseskan acara demi acara juga tidak semuanya maksimal. Berikut ada 7 tipe orang yang berkecimpung di dunia organisasi, kamu tipe yang mana nih Dears?

1. Ingin Eksis dan Dikenal Banyak Orang

Tak ada yang salah dengan tipe orang seperti ini. Memang inilah salah satu keuntungan jika memutuskan untuk terjun ke dunia organisasi. Siap-siap menjadi bahan obrolan mulai dari masyarakat, hingga dosen serta guru di sekolah karena saking seringnya terlihat terus dalam berbagai event yang diadakan. Alasan inilah yang membuat sebagian besar orang untuk menjajal ikut organisasi agar dikenal dan menunjukkan eksistensi dirinya di lingkungan ia bersosialisasi.

2. Upgrade Skill Baru

Ikut organisasi memang memberikan banyak keuntungan bagi siapapun yang masuk di dalamnya. Terlebih kepada orang yang bersungguh-sungguh dan tanggung jawab dengan organisasi yang diikutinya. Dengan berorganisasi mampu menggali potensi diri sendiri dan mencari passion yang cocok sesuai dengan kepribadian seseorang. Dan sebagai hasilnya mampu memiliki dan menambah skill untuk personal branding orang tersebut.

3. Hadir di Rapat, Tetapi Pulang Tengah Jalan

Tidak bermaksud menghakimi seseorang yang memiliki tipe seperti itu saat berorganisasi. Tetapi, pasti ada tipe seperti itu dalam sebuah organisasi. Ketika ada jadwal rapat, doi hadir tapi rapat belum rampung sudah ngilang dan entah kemana. Sayangnya yang melakukan seperti itu terkadang merasa tidak bersalah, padahal sudah jelas jika tidak bisa berkomitmen penuh dalam berorganiasi. Mungkin jika ada alasan mendadak tidak masalah jika ijin pulang dahulu. Akan tetapi, banyak juga yang tidak memiliki alasan khusus tetap tidak ikut agenda rapat hingga selesai

4. Absen Saat Rapat, Hadir Pas Hari H

Ada juga nih, tipe yang jarang berangkat sewaktu rapat, tapi pas hari H acara justru muncul dan menjadi bagian terpenting dalam acara tersebut. Tipe orang seperti itu juga dirasa cukup bikin geregetan dalam berorganisasi. Ketika semua orang fokus dalam menyiapkan acara, justru orang-orang seperti itu tinggal enaknya saja datang pas hari H dan dengan jobdesc yang cukup urgent serta menjadi pusat perhatian banyak orang. Kira-kira jika kamu menjadi ketuanya, sebel ngga sih punya pengurus seperti itu di organisasi?

5. Pengurus Sadar Tanggung Jawab

Tipe yang satu ini patut diacungi jempol. Bagaimana tidak, saat ditunjuk menjadi bagian dalam divisi tertentu dia benar-benar totalitas dan tanggung jawab untuk menghandle semua hal yang berkaitan dengan divisinya. Sehingga tak salah jika orang dengan tipe seperti ini semakin lama akan mendapatkan posisi strategis dalam sebuah organisasi. So, makanya jadilah orang yang totalitas dan tanggung jawab saat berorganisasi, karena impact nya juga diri sendiri yang merasakannya.

6. Tidak Ada Perintah, Nganggur Saja

Tipe orang di organisasi selanjutnya yaitu bisa dikatakan sebagai orang yang masih minim sadar posisi dan peran di organisasi. Mengapa bisa begitu? Mereka tidak dan bahkan enggan untuk bertanya apa saja yang bisa dikerjakan ketika semua orang sibuk dengan pekerjaan masing-masing. Meski tidak memiliki tanggung jawab disuatu posisi, tidak ada salahnya menawarkan diri untuk membantu yang sekiranya bisa dikerjakan. Hindari menunggu perintah dari orang lain untuk mengerjakan sesuatu, tapi menawarkan diri untuk bisa ikut mengerjakan sesuatu sesuai kesanggupannya akan jauh lebih baik.

7. Hadir Pas Hari H, Tapi Pulang Duluan

Tipe ini hampir sama dengan poin ketiga, hanya saja justru pas hari H suatu progja tertentu hadir dan pulang gasik. Tipe orang-orang seperti ini beranggapan jika tugasnya di divisi tertentu sudah selesai maka sudah tidak ada yang dikerjakan dan bisa pulang. Padahal biasanya di akhir acara akan ada evaluasi yang bisa dijadikan pertimbangan untuk acara berikutnya agar lebih terorganisir dan lebih baik lagi. Selain itu, yang namanya pengurus organisasi atau panitia pastinya bertanggung jawab penuh mulai acara dibuka hingga berkahirnya acara secara keseluruhan.

Dalam berorganisasi tentunya beragam tipe orang dengan karakter yang berbeda-beda berkumpul menjadi satu. Karakter asli dari tiap orang itupun yang nantinya membawa pengaruh bagi dirinya sendiri selama ikut berorganisasi. Akan lebih baik berusaha menempatkan diri sesuai aturan organisasi agar tujuan dari ikut berorganisasi tercapai dan mendapatkan pengalaman yang tidak dimiliki oleh mereka yang tidak berorganisasi.

 

*Artikel merupakan kiriman kontributor. Semua isi artikel merupakan tanggung jawab penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *