6 Tips Menghentikan Kebiasaan Menghisap Jari Ini Sebaiknya Kamu Coba, Agar Buah Hati Tak Terbiasa

Kebiasaan menghisap jari sering disebut kebiasaan bayi sehingga banyak orang tua membiarkannya dengan alasan akan berhenti sendiri. Namun, kebiasaan ini bisa merusak struktur gigi. Apalagi bila terbawa hingga anak masuk sekolah. Di saat tertentu, misalnya pada acara persami, kebiasaan itu bisa menjadi bahan olok-olokan temannya.

Kebiasaan menghisap jari biasanya dilakukan menjelang tidur atau ketika anak tiba-tiba terbangun dari tidur. Beberapa anak sulit menghentikan kebiasaan ini. Adakah tips ampuh untuk menghentikannya? Yuk, simak 6 cara di bawah ini. Siapa tahu tips ini dapat menghentikan kebiasaan anak kita menghisap jari.

1. Mengalihkan Perhatian

Bila anak menghisap jari sebelum tidur, kita sebagai orang tua bisa membacakan dongeng dengan memberikan pelukan hangat sambil memegang lembut jemarinya. Si Kecil akan tertidur pulas tanpa menghisap jarinya. Bila sibuk, kamu bisa memberinya dua buah mainan. Jadi, kedua tangannya memegang mainan tersebut hingga ia tertidur. Cara ini lebih efektif dan kooperatif dibanding dengan mengoleskan cairan pahit atau membungkus jari Si Kecil dengan plester.

2. Berkunjung ke Dokter Gigi

Sekali waktu ajaklah Si Kecil mengunjungi dokter gigi. Buatlah janji terlebih dahulu dengan dokter gigi tersebut. Mintalah dia memberikan penjelasan tentang kesehatan gigi dan area rongga mulut secara pribadi pada Si Kecil. Tambahkan motivasi dan dukungan semua anggota keluarga. Buatlah Si Kecil menyadari kebiasaan menghisap jari itu tidak baik. Ajaklah Si Kecil mendiskusikan cara untuk menghentikan kebiasaannya. Dengan demikian Si Kecil akan meninggalkan kebiasaannya menghisap jari dengan sukarela. Selanjutnya, kamu hanya perlu mengingatkannya saja.

3. Memberikan Pujian

Setiap anak suka dipuji. Benar bukan? Pujilah Si Kecil dengan “anak besar atau anak pintar”. Dia akan merasa bangga bila dikatakan sudah besar dan pintar. Kamu tak perlu merasa itu akan membuatnya menjadi besar kepala. Anggap saja pujian itu adalah reward ketika dia melakukan hal-hal kecil seperti meletakkan pakaian kotor di keranjang cucian, atau membuang sampah di tempatnya. Berikan pujian bila dia mulai menghentikan kebiasaan menghisap jarinya.

4. Menghias Kuku dengan Kuteks

Bila Si Kecil perempuan, kamu bisa memakaikan kuteks pada jari-jarinya. Jangan lupa pilihlah kuteks yang aman, misalnya kuteks heena. Kuteks ini meresap ke dalam pori-pori sehingga relatif lebih aman dibanding kuteks pada umumnya. Berikan pujian pada kuteksnya agar ia merasa sayang bila kuteksnya rusak akibat kebiasaan menghisap jari. Amati perubahannya dan ingatkan setiap Si Kecil menghisap jari.

5. Memberinya Hadiah

Buatlah kesepakatan dengan Si Kecil. Diskusikan jangka waktu yang kamu inginkan dan hadiah yang akan dia dapatkan bila ia berhasil meninggalkan kebiasaan menghisap jari. Ingat Dears, hadiah diberikan bila dia berhasil menghentikan kebiasaannya dalam jangka waktu yang telah disepakati. Kamu harus tegas tanpa ada kompromi. Libatkan semua anggota keluarga untuk mengawasinya agar dia konsisten dengan hasil kesepakatan. Anggap saja ini kontrak kerja antara orang tua dengan Si Kecil.

6. Mengamankan Jari

Kebiasaan menghisap jari tidak hanya dilakukan ketika sadar. Ketika dia setengah sadar pun Si Kecil melakukannya dengan refleks. Bila seperti itu, kita bisa membungkus tangan Si Kecil dengan kaos tangan yang kasar atau memakaikan perban pada sikunya sehingga siku berada pada posisi tegak setelah Si Kecil tidur dengan nyenyak. Jangan lakukan trik ini bila kamu belum mendiskusikannya dengan Si Kecil agar perasaannya tidak terluka.

Lakukanlah beberapa cara sekaligus secara kontinyu. Jangan lupa, awasi intensitas kebiasaan menghisap jari pada Si Kecil. Semoga bermanfaat dan berhasil, ya, Dears!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *