6 Penyebab Brain Fog, Kelelahan Otak yang Ganggu Fokus dan Konsentrasi

Brain fog atau kabut otak dalam arti harfiah, merupakan masalah kelelahan mental yang kerap terjadi pada seseorang. Gangguan pada otak ini diketahui dapat menghambat kemampuan berpikir. Istilah kabut otak menggambarkan mengenai  sesuatu yang menyelimuti otak seperti kabut, sehingga dapat melemahkan kemampuan kognitif.

Jika gangguan otak ini terjadi, maka kamu akan merasa seperti orang bingung, sulit berkonsentrasi serta kehilangan fokus. Dilansir dari Medanta bahwa gejala ini timbul dikarenakan berbagai penyebab. Berikut ada beberapa penyebab kabut otak yang perlu kamu ketahui menurut medis. Intip yuk, Dears!

1. Kurang tidur

Pict by. Detik Health

Berdasarkan Healthline, kualitas tidur dapat menentukan seberapa baik otakmu. Tidur yang kurang dapat memicu tekanan darah tinggi, melemahkan kekebalan tubuh,dan rentan terserang darah tinggi serta depresi. Kurang tidur juga dapat menyebabkan otakmu kelelahan.

Nah, ketika otak melemah dengan sendirinya, maka fungsinya pun tidak akan bekerja secara optimal. Akibatnya, kamu mudah terserang kabut otak yang dapat menyebabkan kamu mudah sekali kehilangan konsentrasi dan mudah sekali lupa.

Jadi, usahakan untuk tidur 8 hingga 9 jam per malam, ya, Dears. Istirahat yang cukup akan menenangkan beban pikiran dalam otakmu.

2. Perubahan hormon

Pict by. BabyNamesCube.com

Brain fog juga dapat dialami wanita selama kehamilan atau masa menopause. Hal ini karena pada saat tersebut wanita mengalami perubahan hormon. Dimana kadar estrogen dan progesteron sangat mempengaruhi fungsi otak.

Akibatnya, perubahan ini dapat mempengaruhi ingatan dan rentan terkena cacat kognitif jangka pendek. Kamu juga akan mudah lupa dan sering kehilangan konsentrasi serta pikiran kabur. Gejala kabut otak atau brain fog seringkali dirasakan oleh wanita meskipun kebanyakan bersifat sementara.

3. Sindrom Kelelahan Kronis (CFS)

Pict by. BabyNamesCube.com

CFS atau Chronic Fatigue Syndrome menjadi penyebab lain masalah kabut otak. Sindrom ini membuat pikiran dan tubuh merasa lebih cepat lelah dalam waktu yang lama. Sehingga menyebabkan kamu akan mudah kebingungan, pelupa, dan sering pusing.

Selain itu, otak yang mulai lelah membuat mood-mu menjadi makin buruk. Meskipun CFS belum ada obatnya, tapi kamu bisa menghilangkannya dengan berolahraga dan berpikir positif.

4. Depresi

Pict by. Halodoc

Depresi merupakan gangguan suasana hati yang juga dapat mempengaruhi otak dan menyebabkan kabut otak. Hal ono dapat menyebabkan kamu kesulitan dalam berpikir jika merasakan beban pikiran setiap hari. Kemudian efek lainnya adalah hilangnya semangat hidup dan kelelahan mental yang mempengaruhi fungsi otak.

Sebaiknya atasi kabut otak dengan menghindari kecemasan yang akan menambah beban pada otakmu. Namun, jika gejalanya menetap maka kamu bisa menguhubungi dokter untuk perawatan lebih lanjut.

5. Efek kemoterapi

Pict by. Grid.ID

Penyebab lain dari brain fog adalah kemoterapi, saat kamu alam proses kemoterapi dapat menyebabkan kesulitan dalam mengingat, kesulitan berbicara dan sulit fokus. Meski gejalanya sementara, namun beberapa orang merasakan kabut otak bahkan setelah perawatan selesai.

Dears, jika kamu merasakan gejala ini, maka sebaiknya konsultasikan ke dokter agar dosis obat bisa disesuaikan dengan kondisi otak kamu.

6 . Makanan

Pict by. Hello Sehat

Tahukah, Dears, ternyata makanan yang kita konsumsi pun dapat mempengaruhi kabut otak. Apalagi jika tubuhmu kekurangan vitamin B-12, maka risiko kabut otak mudah sekali menyerangmu. Memiliki alergi dan kepekaan terhadap makanan tertentu seperti kacang-kacangan dan susu juga lebih rentan tekena risiko brain fog.

Selain itu, makanan lain yang harus kamu waspadai agar tidak terserang kabut otak adalah makanan tinggi kadar MSG. Sebaiknya biasakan hidup sehat dengan menjaga asupan makanan agar otakmu tidak mudah kelelahan.

Nah, itulah beberapa penyebab yang harus kamu pahami dengan baik untuk mencegah serangan kabut otak. Tetap jaga pola makan dan hidup sehat, ya, Dears!

 

Featured image: Photo on Pexels
*Artikel merupakan kiriman kontributor. Semua isi artikel merupakan tanggung jawab penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *