6 Langkah Turunkan Risiko Mirror Syndrome,  Salah Satu Momok Menakutkan Bagi Ibu Hamil

Kabar duka datang dari pasangan selebriti Irish Bella dan Ammar Zoni bisa dijadikan pembelajaran bagi masyarakat. Hal ini karena Irish Bella kehilangan bayi kembarnya di usia kehamilan 28 minggu akibat Mirror Syndrome. Sebenarnya, gangguan kesehatan ini bisa terbilang sangat langka, tetapi risikonya meningkat pada kehamilan bayi kembar dan ibu hamil yang mengalami preeklampsia. Bahayanya juga tidak hanya mengintai si janin karena sang ibu juga bisa terancam. Mirror Syndrome bisa dideteksi sejak dini dan bisa lebih cepat ditangani. Nah, berikut langkah-langkah yang bisa menurunkan risiko Mirror Syndrome pada ibu hamil.

1. Harus Rutin Memeriksakan Kesehatan Sejak Awal Kehamilan

Foto: Honest Docs

Sejak awal kehamilan sangat dianjurkan untuk melakukan pengecekan kesehatan secara rutin. Hal ini sangat membantu jika terjadi gangguan kesehatan baik pada ibu atau janin, bisa didiagnosa sedini mungkin sehingga bisa cepat diambil langkah penanganannya.

2. Lakukan USG Sejak Trimester Pertama

Foto: Parenting Club

Selain mengecek kesehatan, pemeriksaan USG juga sangat dianjurkan pada trimester pertama. Pemeriksaan ini memiliki banyak kegunaannya termasuk memastikan kehamilan apakah janin sudah menempel di dinding rahim dan bukan bersifat ektopik. Selain itu pemeriksaan USG juga bisa mendeteksi detak jantung janin, ovarium, kondisi plasenta, leher rahim, sampai mengamati pertumbuhan abnormal janin. Bahkan gejala awal Mirror Syndrome bisa terdeteksi di sini.

3. Cek Tekanan Darah Secara Rutin

Foto: Liputan6.com

Dear, risiko Mirror syndrome akan meningkat pada ibu hamil yang mengalami preeklampsia. Maka dari itu pengecekan tekanan darah juga sangat dianjurkan untuk dilakukan secara rutin.

4. Batasi Jumlah Konsumsi Gula dan Garam

Foto: Ibu Pedia

Seiring bertambahnya usia kehamilan, biasanya nafsu makan akan meningkatkan pesat. Namun, harus tetap mengontrol asupan makanan, terutama konsumsi garam dan gula. Kelebihan garam bisa memicu tekanan darah tinggi, sementara asupan gula berlebih meningkatkan risiko diabetes pada ibu hamil.

5. Pilih Sumber Nutrisi Sehat

Foto: STIKES Surabaya

Jaga asupan nutrisi dengan memilih sumber makanan yang sehat dan atur pengolahan bahan makanan supaya tidak hilang nilai gizi di dalamnya. Kondisi lain yang bisa meningkatkan risiko Mirror Syndrome adalah proteinuria, kelebihan protein dalam urine. Salah satu penyebab penyakit ini adalah kurangnya asupan gizi sehat dan seimbang.

6. Kontrol Kenaikan Berat Badan

Foto: alodokter

Berat badan harus juga diperhatikan karena salah satu gejala Mirror Syndrome adalah kenaikan berat badan yang signifikan. Nah, jadi ibu hamil sangat dianjurkan untuk mengontrol kenaikan berat badan sejak awal kehamilan dan rutin konsultasi dengan dokter.

Nah, buat yang sedang hamil, yuk, lebih jeli lagi memperhatikan kondisi kesehatannya mulai dari awal kehamilan. Semoga bermanfaat.

 

*Artikel merupakan kiriman kontributor. Semua isi artikel merupakan tanggung jawab penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *