6 Fakta Ambiver, Kepribadian yang Sering Membingungkan

Selama ini, orang mengenal dua jenis kepribadian, extrovert dan introvert. Keduanya jelas memiliki kecenderungan yang berbeda dan saling berlawanan. Seseorang dengan kepribadian extrovert terkenal suka bergaul, pandai mencairkan suasana dan selalu menjadi pusat perhatian. Sementara seorang introvert dikenal sebagai pendiam dan suka menyendiri. Di antara kedua kepribadian itu, ternyata masih ada ambiver. Fakta ambiver nyatanya masih sering membingungkan.

Mengapa disebut membingungkan? Sebab seorang ambiver kadang terlihat seperti extrovert namun di kondisi yang lain juga bisa tampak seperti seorang yang introvert. Orang yang memiliki kepribadian ambiver juga sering bingung mendeskripsikan dirinya sendiri. Beberapa fakta di bawah ini mungkin bisa menghilangkan kebingungan tersebut.

Suka Berdiam Diri

Seorang ambiver sama seperti interovert. Ia lebih suka berdiam diri daripada banyak berbicara. Namun bukan berarti diamnya seorang ambiver karena ia tidak ingin mengobrol. Sebenarnya seorang ambiver memiliki banyak hal untuk dibicarakan dengan orang lain. Hanya saja, ia merasa topiknya tidak terlalu menarik. Maka dari itu, ia memilih untuk diam dan lebih baik mendengarkan orang lain yang berbicara.

Bisa Menikmati Keramaian

Fakta ambiver yang satu ini sangat mirip seperti extrovert yang sama-sama suka dengan keramaian. Meski begitu, seorang ambiver tidak berarti ingin mengobrol dengan banyak orang ketika berada di keramaian. Ia sudah merasa cukup dengan berada di antara banyak orang dan merasa berbicara banyak bisa menguras tenaganya. Sebagai contoh, seorang ambiver senang pergi ke kafe. Bukan untuk hang out namun hanya untuk minum kopi sendirian sambil menikmati suasana.

Suka dalam Kelompok Kecil

Sikap pendiam seorang ambiver tidak selamanya membuatnya harus sendirian. Seorang ambiver tetap senang berhubungan dengan banyak orang. Ia juga senang dengan perkumpulan atau gerombolan dengan syarat tidak lebih dari 2-3 orang. Perkumpulan yang berisi banyak orang membuatnya tidak nyaman. Kecenderungan ini membuat ambiver tidak memiliki banyak teman akrab, melainkan hanya beberapa saja.

Sering Mengabaikan Chat

Fakta ambiver sangat jelas terlihat dari sikap cueknya. Ia seringkali mengabaikan chat atau SMS dari orang lain. Sebenarnya chat atau SMS tidak mengganggu ketenangan seorang ambiver. Hanya saja ia memang tidak ingin membalasnya karena terlalu lelah. Ia lebih memilih berbicara langsung ketika bertemu daripada mengobrol melalui gadget.

Bukan Tipe Menyendiri

Meski suka berdiam diri, namun seorang ambiver bukan tipe orang yang suka menyendiri seperti seorang introvert. Ambiver hanya membutuhkan waktu-waktu tertentu untuk menyendiri. Misalnya ketika merasa sedih, patah hati atau saat merasa bersalah. Ia masih lebih senang berada di antara teman-temannya dan merasa kesepian jika ditinggalkan.

Tidak Terlalu Suka Keluar Rumah

Walaupun seorang ambiver bisa menikmati keramaian seperti di kafe misalnya, namun ia akan berpikir berkali-kali ketika akan memutuskan keluar rumah. Keluar rumah untuk pergi bersama teman atau memesan kopi sendirian bukan selalu menjadi solusi terakhirnya. Jika di dalam rumah terlanjur merasa nyaman, ia akan betah melakukannya. Kecuali untuk urusan yang penting dan mendesak, seorang ambiver baru akan keluar rumah tanpa berpikir.

Memang terlihat membingungkan, akan tetapi bukan berarti orang yang berada di antara extrovert dan introvert adalah orang yang tak memiliki kepribadian. Orang yang demikian disebut ambiver. Fakta ambiver mungkin belum banyak diketahui karena masih jarang sekali diperbincangkan.

 

Featured image: Photo on Pexels.com
*Artikel merupakan kiriman kontributor. Semua isi artikel merupakan tanggung jawab penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *