6 Amalan yang Dianjurkan Saat Menyambut Kelahiran Buah Hati, Nomor 2 dan 5 Sering Dilupakan

Memiliki buah hati merupakan salah satu karunia dari Allah yang harus kita syukuri, karena tidak sedikit pasangan yang Allah uji dengan buah hati yang tak kunjung datang meski telah menikah dalam kurun waktu yang cukup lama. Anak, adalah amanah dari Allah yang harus kita jaga, rawat, dan didik dengan baik agar menjadi pribadi yang membanggakan kedua orang tuanya di akhirat kelak. Sebagai bentuk rasa syukur,  serta dalam rangka menjalankan sunah Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, ada beberapa amalan yang penting untuk kita laksanakan saat menyambut hadirnya buah hati tercinta.

Apa saja amalan yang ternyata memiliki banyak keutamaan tersebut? Yuk, simak uraian dibawah ini, Dears !

 

1. Memberi Kabar Kembira

Dears, amalan pertama yang dianjurkan saat menyambut hadirnya buah hati ke dunia adalah dengan memberikan kabar gembira. Kita bisa memberikan kabar bahagia tersebut baik kepada keluarga, sanak saudara, maupun karib kerabat, seperti yang telah Allah sebutkan di dalam Alquran:

Kemudian Malaikat (Jibril) memanggil Zakariya, sedangkan ia tengah berdiri melakukan shalat di mihrab (ia berkata): “Sesungguhnya Allah menggembirakan kamu dengan kelahiran (seorang puteramu) Yahya”. (QS. Ali Imraan: 39)

2.  Men-tahnik

Tahnik adalah mengunyah kurma hingga lumat , kemudian menggosokkannya ke langit-langit mulut si bayi sambil tak lupa mendoakan keberkahan untuknya, seperti mengucapkan “Allahumma baarik fiih (Ya Allah, berkahilah dia)” atau boleh pula dengan doa keberkahan lainnya.

Tujuan men-tahnik di sini adalah agar si bayi terlatih dalam mengunyah makanan dan menguatkannya untuk makan. Seperti yang terdapat dalam hadits Nabi shallallahu alaihi wa sallam:

Dari Abu Musa ia berkata: “Anak saya lahir, lalu saya membawanya kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, kemudian Beliau menamainya Ibrahim, mentahkniknya dengan kurma dan mendoakan keberkahan untuknya.” (HR. Bukhari)

Ada ulama yang memberi penjelasan urutan makanan yang dijadikan bahan untuk men-tahnik diantaranya : tamr (kurma kering); kalau tidak ada, barulah rothb (kurma basah); kalau tidak ada, barulah makanan manis, yaitu yang jadi pilihan adalah madu; dan setelah itu adalah makanan yang tidak disentuh api.

 

3. Mencukur Habis Rambutnya di Hari ke-7

Amalan ketiga dilakukan di hari ke-7, yakni mencukur habis rambutnya (baik anak laki-laki maupun anak perempuan) dan bersedekah kepada orang-orang miskin dengan perak atau senilainya, sesuai berat rambutnya ketika ditimbang. Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam kepada Fathimah saat ia melahirkan Al Hasan:

Wahai Fathimah! Cukurlah rambutnya dan bersedekahlah sesuai berat rambutnya dengan perak.” (HR. at-Tirmidzi no. 1226)

 

4. Memberi Nama yang Baik

Dears, memberi nama untuk anak bisa dilakukan pada hari lahirnya, hari ketiga, atau bisa juga di hari ketujuh. Hendaknya seorang ayah memilih nama yang baik untuk anaknya. Ciri nama yang baik adalah nama yang enak didengar, mudah diucapkan oleh lisan, mengandung makna yang mulia dan sifat yang benar dan jujur, serta jauh dari segala makna dan sifat yang diharamkan atau dibenci agama.

Untuk lebih jelasnya, kamu bisa mempelajari jenis-jenis nama apa saja yang dianjurkan dan dilarang dalam Islam, supaya nantinya kita yakin untuk memilih nama yang terbaik bagi si buah hati.

 

5. Khitan

Khitan hukumnya wajib bagi laki-laki, karena ia merupakan tuntunan Nabi Ibrahim ‘alaihis salam dan kita diperintahkan mengikutinya. Di samping itu khitan merupakan sesuatu hal yang membedakan kita dengan non muslim. Ulama Mazab Syafi’i menganjurkan agar khitan dilakukan pada hari ketujuh setelah kelahiran. Demikian juga hendaknya khitan dilakukan sebelum anak mencapai masa baligh.

Hal ini sebagaimana hadits dari Jabir radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata bahwa, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengaqiqah Hasan dan Husain dan mengkhitan mereka berdua pada hari ketujuh (setelah kelahiran).” (HR. Ath Thabrani)

 

6. Aqiqah

Aqiqah artinya hewan yang disembelih untuk bayi yang baru lahir. Aqiqah termasuk hak anak yang hendaknya dipenuhi orang tua. Hukumnya sunnah mu’akkad atau sunnah yang sangat ditekankan.

Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan mereka (para sahabat) agar beraqiqah dua ekor kambing yang sepadan  untuk bayi laki-laki dan seekor kambing untuk bayi perempuan. (HR.Tirmidzi).

Aqiqah disunahkan untuk dilaksanakan pada hari ketujuh, berdasarkan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam

“Setiap anak tergadaikan dengan aqiqahnya, disembelihkan untuknya pada hari ketujuh, digundul rambutnya dan diberi nama.” (HR. Abu Daud).

Nah, itulah 6 amalan yang dianjurkan ketika menyambut kelahiran buah hati, sesuai yang terdapat dalam Alquran dan hadits Nabi. Untuk kamu yang sedang mempersiapkan kelahiran buah hati, baiknya ke-6 amalan ini dikerjakan sebagai bentuk rasa syukur, serta dalam rangka mengikuti sunah Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. 
Semoga tulisan ini bermanfaat ya, Dears.

Referensi : rumaysho.com dan konsultasisyariah.com

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *