5 Langkah Asyik Melatih Anak Berpikir Kritis

Dears, jangan heran dengan perkembangan anak-anak zaman sekarang. Di usia yang belia mereka sudah semakin kritis dengan lingkungannya. Berpikir kritis di sini sebenarnya bukan berarti berpikir keras, melainkan berpikir dengan lebih baik.

Seseorang yang terus mengasah kemampuan berpikir kritisnya, biasanya memiliki tingkat keingintahuan intelektual yang tinggi. Semakin tinggi tingkat pendidikan seseorang, semakin kritis pemikirannya. Akan tetapi, tidak berarti berpikir kritis hanya dilakukan oleh mereka yang berpendidikan tinggi saja. Hal ini tergantung pada kebiasaan, stimulus, dan dorongan dari lingkungannya.

Bila berpikir kritis adalah berpikir lebih baik, maka sikap ini perlu pembiasaan sejak dini. Setiap anak dilahirkan dengan kecerdasan alami masing-masing. Hal yang membedakan antara satu anak dengan anak yang lain di kemudian hari adalah bagaimana cara orang tua berkomunikasi dengan anak, stimulasi yang diterima, dan teladan dari orang tua.

Berpikir kritis membuat anak lebih peka terhadap suatu masalah, lebih meningkatkan kemampuan berkomunikasi, dan membuat anak menghargai perbedaan pendapat. Itulah sebabnya, mengapa anak-anak yang terbiasa berpikir kritis akan terbiasa pula memahami hubungan sebab akibat, lebih mandiri, dan lebih mudah memahami orang lain.

Langkah apa yang sebaiknya kita lakukan agar anak mampu berpikir kritis?

Beri Anak Ruang dan Waktu yang Luas untuk Bereksplorasi

Membuat anak terus bereksplorasi berarti membiarkan anak bermain. Tentu dengan pengawasan dan arahan dari orang tua. Semakin bertambah usianya, caranya bereksplorasi tentu akan semakin kaya ide.

Beri Kesempatan untuk Bertanya

Bertanya tentu tidak harus kepada orang tua, tetapi bisa kepada buku, guru, teman, atau siapa saja, tetapi harus tetap dengan pengawasan. Pengawasan bertujuan agar anak menerima informasi yang baik-baik saja dan sinkron dengan orang tua. Kalau pun berbeda, tetap harus didiskusikan dengan orang tua. Bertanya tentang banyak hal adalah cara memuaskan rasa ingin tahunya akan sesuatu. Dorong terus anak kita agar mencari banyak informasi untuk meluaskan wawasannya.

Beri Penjelasan Sesuai Usia

Dears, berilah penjelasan bila anak bertanya tentang segala aktivitas orang tua sesuai dengan usianya, sesuai dengan tingkatan berpikirnya. Gunakan bahasa anak-anak yang mudah dipahami. Penjelasan yang tidak dimengerti anak membuat anak salah mengartikan sesuatu sehingga akan menutup daya nalarnya.

Ajak Anak Berpendapat

Mengajak anak berpendapat sama dengan mengajaknya peduli pada lingkungan dan melatih daya nalarnya. Bila tidak dibiasakan mengemukakan pendapat sejak dini akan kesulitan saat anak memasuki fase selanjutnya.

Latih Anak Membentuk Landasan Berpikir

Melatih anak membentuk landasan berpikir maksudnya membuat anak berpikir sebab akibat dan asal usul sesuatu. Segala hal bermula dari apa, berawal karena apa, berakhir demikian, mengakibatkan begini, menyebabkan begitu, adalah hal penting yang dapat membuat anak belajar menganalisa dan berpikir urut.

Bila orang tua konsisten mengupayakan anak berpikir kritis sejak dini, mereka akan memiliki banyak waktu untuk memutuskan sesuatu, karena terbiasa mencerna informasi yang relevan dan pandangannya pun jauh ke depan.

Melatih anak berpikir kritis adalah langkah maju komunikasi dalam keluarga, lho,  Dears. Dengan berpikir kritis, anak akan memiliki kemauan berinteraksi lebih baik dengan orang tua dan seluruh anggota keluarga, membuatnya lebih paham alasan di balik suatu keputusan, dan menjadikannya lebih siap menghadapi segala kesulitan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *