5 Hal yang Harus Kamu Ketahui Tentang Seblak

Dears, makanan bernama seblak ini sudah tidak asing lagi untuk kita dengar. Makanan dari bahan dasar kerupuk aci yang direbus ini sudah banyak dijual di berbagai tempat di seluruh Indonesia. Selain itu, memiliki ciri khas tersendiri untuk setiap tempat yang menjualnya, baik berupa topping maupun dari bumbunya.

Bagi orang yang suka pedas, seblak sangat digemari karena ciri khasnya yang memiliki tingkat kepedasan dari normal hingga sangat pedas. Biasanya makanan ini dicampur dengan berbagai topping sesuai selera, bisa berupa bakso aci, makaroni, kwetiau, bakso, ceker, dan lain sebagainya, tergantung dari pedagangnya.

Belakangan, sempat tersiar kabar mengenai seblak yang bisa menyebabkan terjadinya usus buntu. Tapi kamu tak perlu khawatir, Dears, karena sudah banyak media yang mengklarifikasi jika seblak tidak sepenuhnya menjadi pemicu utama terjadinya usus buntu. Nah, jika kamu masih penasaran, simak semua hal yang berkaitan dengan makanan seblak ini yuk, Dears!

1. Tidak Menyebabkan Usus Buntu

Berita yang sempat menghebohkan di jejaring media sosial Facebook, mengenai seorang ibu yang menceritakan kondisi anaknya yang mengalami usus buntu akibat makan seblak, bisa digolongkan sebagai berita hoax. Pasalnya, tidak sepenuhnya makanan seblak bisa memicu usus buntu. Usus buntu terjadi karena adanya faktor X yang tidak dijelaskan si ibu dan cenderung menyalahkan si penjual makanan seblak.

Padahal, usus buntu hanya bisa terjadi jika sudah ada infeksi dan dalam waktu cukup lama, bukan hanya karena makan seblak satu kali langsung terjadi usus buntu. Selain itu, usus buntu bisa terjadi karena kondisi pasien yang sudah memiliki riwayat penyakit lain, atau makanan yang salah juga bisa menjadi pemicu terjadinya usus buntu.

2. Dapat Dicerna dengan Baik oleh Usus

Jika dikaitkan dengan kerupuk yang direndam cukup lama dan tidak bisa dicerna sempurna oleh usus , juga tidak masuk akal. Makanan seperti daging yang cukup alot saja masih bisa dicerna oleh tubuh, apalagi kerupuk yang sudah lembek, tentunya sangat bisa dicerna lebih baik oleh tubuh dan tidak menyebabkan masalah bagi usus.

3. Memicu Asam Lambung Naik

Semua makanan pedas menjadi penyebab utama naiknya asam lambung, sehingga jika makan seblak dengan level kepedasan yang cukup tinggi dan sering dilakukan, maka kemungkinan bisa terjadi masalah lambung. Akibat dari naiknya asam lambung ini akan mengikis dinding mukosa yang melindungi lambung dari asam lambung. So, bisa dibayangkan, jika dinding di lambung kita sudah tidak ada pelindungnya, ketika makan pedas sedikit akan terasa sakit dan bisa sampai pingsan karena organ lambung sudah tidak berfungsi sebagaimana mestinya.

4. Ditunjang dengan Makan Buah dan Sayur

Sudah tidak diragukan lagi jika kedua jenis makanan ini menjadi penyelamat ketika tubuh mengalami kondisi yang tidak stabil. Adanya buah dan sayur menjadi penetral dari tubuh ketika kelebihan kandungan asam, baik yang berasal dari makanan pedas ataupun dari minuman yang berkarbonas. Sifat basa dari buah dan sayur inilah yang berperan sebagai penstabil dan penetral kondisi tubuh.

5. Makan Secukupnya

Semua hal sebaiknya dilakukan sewajarnya dan secukupnya, sesuai kebutuhan. Begitu juga dengan makanan. Mengonsumsi makanan seblak tidak ada salahnya. Namun, imbangi juga dengan makanan lain yang seimbang dan sebaiknya tidak sering mengonsumsi makanan junkfood. Dikhawatirkan prosesnya yang kurang higienis dapat memicu timbulnya masalah pencernaan atau penyakit hepatitis A.

Nah, itulah beberapa hal yang harus diperhatikan mengenai makanan seblak. Tidak semua makanan junkfood ataupun yang dijual di warung menyebabkan penyakit dan tidak boleh dikonsumsi. Akan tetapi lebih aware dan mengimbangi dengan makanan lain, seperti buah dan sayur, jauh lebih baik untuk mencegah terjadinya hal yang tidak diinginkan. So, lebih selektif terhadap makananl, itulah kunci utamanya Dears.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *